4 Level Evaluasi Efektifitas Training

09 Oct 2019   Kabar Sentral Sistem
Penulis : Marketing Sentral Sistem Consulting   dilihat 28 kali

4 Level Evaluasi Efektifitas Training

 

Perusahaan yang melakukan training bagi pegawainya tentu berharap training tersebut memberikan hasil yang positif. Oleh karena itu, sangatlah penting mengukur keefektifan program training. Salah satu caranya dengan menggunakan 4 level model evaluasi training oleh Kirkpatrick.

 

Pada tahun 1959, Donald Kirkpatrick mempublikasikan model evaluasi training yang digunakan untuk mengukur keefektifan Training. Model ini telah mengalami perkembangan sebanyak dua kali, masing-masing tahun 1975 dan 1994. Donald Kirkpatrick adalah seorang profesor di Universitas Wisconsin, sekaligus presiden dari American Society for Training and Development (ASTD). Empat level yang dimaksud dalam model evaluasi training adalah Reaction (Reaksi), Learning (Pembelajaran), Behavior (Tingkah laku), dan Results (Hasil).

 

  1. Level 1: Reaction (Reaksi)

Level ini merupakan level paling mudah terlihat dalam mengukur keefektifan suatu program training. Penilaian pada level Reaction atau Reaksi berdasarkan pada bagaimana para peserta pelatihan bereaksi kepada training tersebut. Level ini dapat dikatakan berhasil ketika para peserta merasa training tersebut berguna dan membantu perkembangan mereka, juga dengan merasa nyaman dengan para instruktur, topik yang diberikan, materi-materi, presentasi, serta lokasi training. Reaksi peserta terhadap training perlu diukur untuk menjadi referensi ke depan agar program training menjadi lebih efektif dan berkembang. Evaluasi ini juga berguna untuk mendeteksi apakah ada materi yang tertinggal dan tidak disampaikan.

Tips praktis untuk level ini adalah memberikan kuesioner kepada peserta. Form Evaluasi berupa kuesioner ini digunakan agar peserta dapat memberikan rating atas: instruktur, topik, materi-materi, presentasi yang telah diberikan, serta lokasi training.

 

  1. Level 2: Learning (Pembelajaran)

Level selanjutnya dinilai berdasarkan apa saja yang telah dipelajari oleh peserta training. Lalu bagaimana mengetahui seberapa jauh mereka belajar, atau menangkap pengetahuan dan wawasan baru dalam training. Hal yang harus dilakukan sebelum memulai training ialah dengan menyiapkan daftar tujuan pembelajaran. Daftar tujuan pembelajaran ini yang juga akan menjadi titik awal analisis setelahnya. Perlu diketahui bahwa hasil pembelajaran dapat diukur dengan berbagai cara, melalui perubahan pengetahuan, skill, atau sikap dan perilaku peserta. Level Learning ini juga sangatlah penting dikarenakan berkembang atau tidaknya peserta dapat dilihat pada hasil pembelajaran. Hasil evaluasi training pada tahap pembelajaran ini juga dapat membantu evaluasi materi training di kemudian hari.      

Tips praktis untuk level ini adalah memberikan pra dan post-test kepada karyawan.

 

  1. Level 3: Behavior (Perilaku)

Setelah itu, pada level ini hal yang dapat di evaluasi adalah seberapa jauh perilaku atau sikap para peserta berkembang setelah menerima training. Hal tersebut lebih mudah terlihat dalam bagaimana mereka mengaplikasikan informasi dan materi yang mereka dapatkan. Suatu perilaku ataupun sikap dapat berubah senada dengan perubahan kondisi lingkungan sekitar. Perubahan perilaku atau sikap mungkin tidak terlihat apabila, dua level sebelumnya tidak diaplikasikan dan diukur dengan benar. Maka, perusahaan akan berasumsi training gagal. Namun, tidak adanya perubahan perilaku ataupun sikap tidak selalu berarti para peserta tidak mempelajari apa-apa, lingkungan juga atasan sangatlah mungkin dapat menghalangi mereka dalam mengaplikasikan apa yang sudah mereka pelajari, atau bahkan terjadi dari diri mereka sendiri memang tidak memiliki niatan untuk menerapkannya.

Tips praktis untuk level ini adalah melakukan pencatatan dan evaluasi terhadap perubahan perilaku yang diharapkan dari peserta, sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan. Contoh: kemampuan bernegosiasi, kemampuan menjual, dan sebagainya.

 

  1. Level 4: Result (Hasil)

Pada Level Result penilaian dilakukan berdasarkan adanya suatu pencapaian dari training. Pengukuran ini merupakan hasil akhir yang menurut perusahaan adalah baik bagi kelangsungan bisnis, para pegawai, dan segala hal yang berhubungan dengan perusahaan itu sendiri.

Tips praktis untuk level ini adalah melihat apakah ada peningkatan terhadap aspek bisnis atau proses bisnis perusahaan. Contoh: peningkatan penjualan, efisiensi waktu kerja, dan sebagainya.

 

Kesimpulan ;

  1. Reaction; evaluasi ini merupakan evaluasi yg pertama kali harus dirasakan. Evalusi ini yang paling bisa dilihat ketika training sedang berlangsung. Awal mula keberhasilan training bisa dikatakan berhasil dari reaksi/respon peserta. Keaktifan peserta saat training dilakukan menjadi indikasi bahwa peserta semangat dan antusias terhadap training tersebut.
  2. Learning; selanjutnya keefektifitas training diukur dengan seberapa baik pengetahuan training dapat diresapi oleh peserta.
  3. Behaviour; evaluasi ini terlihat berdasarkan perilaku peserta. Apakah ada nya perubahan perilaku peserta yang berdampak pada kinerja nya.
  4. Result; evaluasi ini berfokus pada hasil akhir yg bisa berupa indicator kinerja nyata spt lebih produktif, meningkatnya laba, munurunnya tingkat kesalahan, meningkatnya kualitas, menurun nya keluhan pelanggan, dll.

 

More Information:

Silvi & Tere

0821 2121 9252

info@sentralsistem.com

 



Mendapat manfaat dari artikel ini? Klik like & share



Let's share this article

What do you think? Leave your comment here...

  • Public Training Sistem Informasi Pelaporan Elektronik Lingkungan Hidup (SIMPEL)
    Cikarang, 17 Dec 2019 - 18 Dec 2019
  • Public Training Internal Audit Based Risk & Performance based on ISO 19011:2018
    Cikarang, 17 Dec 2019 - 18 Dec 2019
  • Public Training Problem Solving & Decision Making
    Cikarang, 17 Dec 2019 - 18 Dec 2019
  • Core Tools Training (New FMEA, SPC, MSA, APQP - PPAP)
    Cikarang, 10 Dec 2019 - 13 Dec 2019
  • Cara Baca Sertifikat dan Validasi Alat Ukur
    Kota Bekasi, 10 Dec 2019