8 Kelemahan dalam pembuatan Program Kerja, Penyebab target tidak tercapai

25 Nov 2019   Kabar Sentral Sistem
Penulis : Marketing Sentral Sistem Consulting   dilihat 1.869 kali

 

Apakah Perusahaan Anda sudah memiliki target, namun target tersebut sulit dicapai atau sering tidak tercapai ? Apa yang salah ? Apakah motivasi dari personal yang diberi tanggung jawab kurang ? Apakah reward yang diberikan kurang memberi motivasi ? atau tidak adanya punishment mengakibatkan personal menjadi kurang terpacu ? atau ada masalah lain ?

 

Sebenarnya memiliki target saja tidak cukup. Perusahaan perlu memiliki program kerja untuk mencapai target. Target tanpa program kerja hanya membuat Perusahaan bermimpi untuk mendapatkan hasil yang baik. Oleh karena itu program kerja adalah suatu keharusan sebagai pendamping dari target. Target adalah tujuan sedangkan program kerja adalah cara untuk mencapai tujuan.

 

Keberhasilan pencapaian target sangat tergantung dari kualitas program kerja yang dibuat. Program kerja yang tidak berkualitas merupakan penyebab target tidak tercapai. Berikut ini adalah 8 kelemahan yang sering terjadi dalam pembuatan program kerja.

 

  1. Program kerja berisi target, misalnya program kerja : menaikkan penjualan sebesar 20%. PROGRAM KERJA BUKAN TARGET, TAPI CARA MENCAPAI TARGET. Bagaimana cara kita menaikkan penjualan 20% ?
  2. Program kerja berisi rincian dari target. Misalnya target penjualan naik 20%, penjualan produk A naik 30%, produk B naik 10%, produk C naik 25%. PROGRAM KERJA BUKAN RINCIAN TARGET. Program kerja adalah cara untuk mencapai target. Bagaimana cara menaikkan penjualan produk A sebesar 30% ? Produk B naik 10% ? Produk C naik 25% ?
  3. Program kerja berisi aktifitas rutin. Kita harus memahami bahwa “mengerjakan rutin, akan mendapatkan hasil yang rutin”. Oleh karena itu PROGRAM KERJA TIDAK BOLEH BERISI PEKERJAAN RUTIN. PROGRAM KERJA HARUS BERISI PROGRAM IMPROVEMENT YANG BERSIFAT PERUBAHAN.
  4. Sering kali kita menganggap bahwa target tidak tercapai karena faktor external. DALAM MENYUSUN PROGRAM KERJA, KITA TIDAK BOLEH MEMASUKKAN PENYEBABNYA ADALAH FAKTOR EXTERNAL, KITA HARUS MEMASUKKAN PENYEBABNYA ADALAH FAKTOR INTERNAL DARI FAKTOR INTERNAL. Dengan cara ini, kita tidak menjadi pasrah. Otak kita akan dipaksa untuk beradaptasi dengan kondisi yang ada.
  5. Program kerja bersifat normative, tidak spesifik, sehingga sulit di kontrol pelaksanaannya. Misalnya : ingin menaikkan nilai sekolah, caranya dengan belajar lebih baik. Program kerja seperti ini terlalu general, sulit di kontrol pelaksanaannya. PROGRAM KERJA HARUS SPESIFIK TIDAK MENIMBULKAN INTEPRETASI , TIDAK BISA DIPERDEBATKAN PELAKSANAANNYA. Hanya ada 2 pilihan terlaksana atau belum terlaksana.
  6. Membuat program kerja berdasarkan opini, tanpa melihat data dan fakta di perusahaan. Membuat PROGRAM KERJA HARUS BERDASARKAN DATA DAN FAKTA. PROGRAM KERJA HARUS DIMULAI DARI ANALISIS DATA DAN FAKTA, UNTUK MEMAHAMI PERMASALAHAN.
  7. Membuat program kerja hanya mengandalkan pengalaman yang sudah ada, menggunakan intuisi. Seharusnya PROGRAM KERJA HARUS MENGGUNAKAN REFERENSI BARU, IDE BARU, TIDAK SEKEDAR MENGANDALKAN PENGALAMAN, ATAU INTUISI.
  8. Program kerja tidak kreatif, hanya berisi program yang umum digunakan orang, misalnya kontrol lebih baik, memotivasi orang untuk bekerja lebih baik. PROGRAM KERJA HARUS KREATIF, OUT OF THE BOX, UNIQUE. Semakin unik, akan menjadi semakin baik.

 

 



Mendapat manfaat dari artikel ini? Klik like & share



Let's share this article

What do you think? Leave your comment here...

  • Virtual Training - Penyusunan Dokumen Lingkungan & Izin Lingkungan
    Jakarta, 11 Jun 2020
  • Virtual Training - Identifikasi Aspek Dampak Lingkungan
    Jakarta, 29 May 2020
  • OPEN DISCUSSION - QCC 7 TOOLS
    Jakarta, 14 May 2020
  • OPEN DISCUSSION - RISK MANAGEMENT
    Jakarta, 12 May 2020
  • OPEN DISCUSSION - MACHINERY FMEA
    Jakarta, 12 May 2020