AUDIT PRODUK DAN AUDIT PROSES

18 Mar 2020   Manajemen Mutu
Penulis : Hasiholan Simanjuntak   dilihat 979 kali

Hampir semua perusahaan manufaktur khususnya di industri otomotif, saat ini berusaha untuk mendapatkan pengakuan terhadap Sistem Manajemen Mutunya melalui perolehan sertifikasi IATF 16949:2016. Untuk memperoleh sertifikat tersebut, salah satu point yang harus dijalankan adalah aktivitas Internal Audit produk dan Proses. Mengacu Referensi Persyaratan IATF 16949:2016 klausul 9.2, kita akan temukan beberapa jenis audit: yaitu Audit Sistem, Audit Proses dan Audit Produk. Ketiga jenis audit tersebut, adalah wajib dilakukan oleh pihak yang akan menerapkan Sistem Manajemen Mutu berdasarkan Persyaratan IATF 16949:2016 tersebut.

 

Dalam pelaksanaan Audit Internal Produk atau Audit Poses IATF 16949:2016 di beberapa perusahaan, berdasarkan pengalaman kami sebagai konsultan Sistem Manajemen Perusahaan, pada kenyataannya masih banyak Auditor Internal belum memahami bagaimana melakukan Audit Produk atau Audit Proses dengan baik dan benar sesuai Persyaratan IATF 16949:2016. Auditor internal tersebut tidak mengetahui bagaimana menjalankan auditnya dan juga tidak mengetahui dokumen apa yang dibutuhkan sebagai bukti objective dari Audit Produk/Proses tersebut.

Penjelasan pada Sharing Artikel ini, pembahasannya akan difokuskan pada dua jenis audit saja,  yaitu Audit Produk dan Audit Proses. Yang dimaksud dengan Audit Produk sesuai Persyaratan IATF 16949:2016, yaitu audit yang memeriksa karakteristik dari suatu produk dibandingkan dengan standar produk tersebut. Standar produk umumnya tercantum di dokumen PIS (Product Inspection Standard). Audit Produk lebih difokuskan pada spesifikasi atau persyaratan pada tiap tahapan dari satu proses hingga produk tersebut masuk ke dalam area penyimpanan yang di dalamnya termasuk sistem packaging dan labeling. Dengan kata lain produk ditinjau untuk memastikan apakah tahapan pembuatan produknya sudah sesuai dengan kesesuaian proses. Sedangkan Audit Proses lebih luas lingkupnya dari Audit Produk. Audit Proses berfokus pada kesesuaian semua parameter yang mempengaruhi output produk pada setiap tahapan proses.

 

Dalam pelaksanaannya kedua jenis audit ini bisa digabung, Persyaratan IATF 16949:2016 menyatakan bahwa Audit Proses dilakukan minimal pertiga tahun, sedangkan untuk Audit Produk tidak ditentukan, tetapi secara prinsip mengikuti “Status dan Pentingnya Audit”.

Apa yang di maksud dengan “Status dan Pentingnya Audit” ?

 

Kebanyakan suatu perusahaan memiliki tipe produk lebih dari satu tipe yang di produksi. Agar semua produk dapat diaudit maka Audit Produk harus dilakukan secara berkelanjutan, terutama Audit Produk yang jumlah produknya banyak atau pada produk yang banyak masalah dan dinilai penting. Penting itu terkait potensi risiko akibat produk tersebut. Untuk produk yang memiliki risiko yang besar lebih baik didahulukan atau lebih sering diaudit.

Dari sisi aktivitas audit , sudah tentu check list audit merupakan komponen yang harus ada. Termasuk saat Audit Produk maupun Audit Proses. Kita tidak akan menemukan check list yang sama untuk kedua jenis audit tersebut, karena setiap produk dan proses memiliki karakteristk yang berbeda. Oleh karena itu, check list auditnya harus disesuaikan dengan kondisi proses.

Inputan untuk check list Audit Produk ataupun checklist Audit Proses berasal dari :

  • CSR (Customer Spesific Requirement), untuk memastikan ketentuan proses dan produk apa saja yang disebutkan pada CSR
  • Drawing, bisa dijadikan acuan Audit Produk, karena tercantum spesifikasi produk
  • FMEA (Failure Mode Effect Analysis) yaitu analisa terhadap potensi masalah
  • Control Plan (QCPC, PQCT dsb)

PIS dapat di jadikan sebagai check sheet saat Audit Produk

Berikut, contoh PIS proses BLOW MOLDING

PIS dapat di jadikan sebagai check sheet saat Audit Produk.

 

 

Contoh Control Plan

Dari PQCT di atas dapat kija jadikan sebagai check sheet saat Audit Proses.

Contoh PQCT yang dijadikan check list Audit Proses

Dalam pelaksanaan Audit Produk maupun Audit Proses, Auditor Team Leader harus sudah mengidentifikasi risiko – risiko yang dapat membuat pelaksanaan audit tersebut tidak berjalan maksimal, antara lain:

  1. Apakah sudah memetakan kemampuan auditor terhadap kemampuan memahami proses yang akan diaudit ? Hal ini berhubunngan dengan pemahaman FMEA ataupun Control Plan,
  2. Apakah alat ukur yang di butuhkan sudah melalui aktifitas kalibrasi atau verifikasi sehingga layak digunakan untuk mengukur spesifikasi produk ?

Dua point di atas adalah contoh yang harus dicarikan solusinya oleh Auditor Team Leader agar agenda audit nya berjalan dengan baik dan benar sesuai Persyaratan IATF 16949:2016.

 

 

Dan.. Apakah rekan-rekan sudah menerapkan pelaksanaan Audit Produk dan Proses dengan baik dan benar?

Bagi rekan-rekan yang belum memahami Audit Produk dan Audit Proses yang baik dan benar dan sesuai Standar Persyaratan IATF 16949:2016, silakan langsung menghubungi:

Marketing Sentral Sistem Consulting

Hotline : 0821 2121 9252 (Marketing)

Instagram : @ssc.jkt

Facebook : Sentral Sistem Consulting

  

Dapatkan Segera Paket Konsultasi Audit Produk dan Audit Proses dengan Invetasi Menarik. Dibimbing langsung oleh Konsultan Sentral Sistem Consulting secara profesional, 21 tahun berpengalaman dalam memberikan konsultasi dan pelatihan di klien dari berbagai industri.



Mendapat manfaat dari artikel ini? Klik like & share



Let's share this article



What do you think? Leave your comment here...

  • Public Training - Calibration All Package
    Cikarang, 13 Jul 2020 - 17 Jul 2020
  • Virtual Training - Penyusunan Dokumen Lingkungan & Izin Lingkungan
    Jakarta, 11 Jun 2020
  • Virtual Training - Identifikasi Aspek Dampak Lingkungan
    Jakarta, 29 May 2020
  • OPEN DISCUSSION - QCC 7 TOOLS
    Jakarta, 14 May 2020
  • OPEN DISCUSSION - RISK MANAGEMENT
    Jakarta, 12 May 2020