Filosofi Manajemen Risiko dalam ISO 9001:2015

04 Sep 2017   Manajemen Perusahaan
Penulis : Imanuel Iman   dilihat 470 kali

Persyaratan ISO 9001:2015 pasal 6.1 meminta perusahaan untuk mempertimbangkan risiko dan peluang dalam melakukan perencanaan Sistem Manajemen Mutu, kemudian pasal 5.1.1 Kepemimpinan dan Leadership, perusahaan diminta untuk mempromosikan pola pikir berbasis risiko. Mengapa ISO 9001:2015 memberi perhatian cukup besar terhadap Risiko dan Peluang?

Saat ini kita hidup dalam era perubahan yang lebih cepat dari sebelumnya. Percepatan perkembangan teknologi informasi, komputer, programming, otomasi, smartphone, media sosial, dan lainnya merubah tatanan kehidupan kita. Selain percepatan perubahan teknologi, kita pun saat ini hidup dalam dunia yang nyaris tanpa batas, dunia yang saling memiliki keterkaitan satu sama lain. Permasalahan di satu negara dapat berdampak ke negara lain.

Era perubahan yang semakin cepat ini mengakibatkan suatu ketidakpastian yang jauh lebih besar dari era sebelumnya. Perusahaan saat ini tidak lagi bisa menikmati kestabilan seperti era sebelumnya. Perubahan bergerak sangat cepat, perusahaan yang terbaik-pun bisa gugur akibat adanya perubahan. Kita tentunya masih ingat bagaimana dulu Nokia merajai pasar Handphone di Indonesia, namun kemudian tergusur oleh Blackberry dengan layanan BBM-nya. Namun Blackberry pun tidak bertahan lama akibat tergusur oleh aplikasi Android yang melayani komunikasi antar platform handphone.

Era perubahan yang ceoat inilah yang diakomodir dalam ISO 9001:2015. ISO 9001:2015 mengajak perusahaan untuk tidak lagi fokus pada pengendalian rutinitas dan hanya melakukan evaluasi atau perbaikan atas masalah yang terjadi saat ini. ISO 9001:2015 mengajak perusahaan untuk berpikir lebih kedepan, mengidentifikasi isu yang sedang dan akan terjadi beberapa tahun ke depan dan melakukan evaluasi risiko dan peluang atas isu tersebut. ISO 9001:2015 mengajak perusahaan untuk tidak mengalami nasib seperti Nokia atau Blackberry yang tidak tanggap atas perubahan yang terjadi, yang berdampak pada keterlambatan perusahaan dalam beradaptasi terhadap perubahan, keterlambatan yang berakibat fatal pada kehancuran perusahaan.

ISO 9001:2015 menempatkan persyaratan Risiko dan Peluang dalam pasal perencanaan (planning), menambahkan persyaratan program kerja untuk mencapai sasaran (pasal 6.2), dengan tujuan perusahaan dapat secara terus menerus memantau perubahan, melakukan evaluasi risiko dan peluang  dan melakukan tindakan sebelum masalah tersebut terjadi (konsep pencegahan) atau mempersiapkan perusahaan untuk dapat menangkap peluang, agar perusahaan tidak kehilangan kesempatan.

ISO 9001:2015 juga sadar bahwa penerapan manajemen risiko tidak akan bisa berjalan tanpa adanya perubahan pola pikir. Jika Perusahaan masih menggunakan pola pikir lama yang fokus pada rutinitas dan baru melakukan tindakan setelah muncul masalah, maka penerapan manajemen resiko hanya akan dianggap sebagai beban. Namun jika pola pikir perusahaan sudah berubah, maka persyaratan terkait risiko dan peluang akan menjadi suatu kebutuhan. Kebutuhan untuk bisa bertahan hidup dalam era perubahan yang berjalan lebih cepat dari sebelumnya.

Baca Juga:

      

——

Ikuti Seminar "Risk Management ISO 9001:2015" dari Sentral Sistem Consulting. Tempat Terbatas!



Mendapat manfaat dari artikel ini? Klik like & share



Let's share this article



What do you think? Leave your comment here...

  • Seminar How To Make Your System Simple and Sexy
    Bekasi, 14 Nov 2017
  • Training Awareness & Workshop ISO 14001:2015 Sentral Sistem Consulting September 2017
    Bekasi, 18 Oct 2017 - 19 Oct 2017
  • Training IATF 16949:2016 Sentral Sistem Consulting September 2017
    Bekasi, 27 Sep 2017 - 28 Sep 2017
  • Seminar Manajemen Risikio dalam ISO 9001:2015 Sentral Sistem Consulting
    Bekasi, 26 Sep 2017
  • Training Awareness & Workshop ISO 14001:2015 Sentral Sistem Consulting September 2017
    Bekasi, 26 Sep 2017 - 27 Oct 2017