Fokus Pemahaman FMEA (PART II)

28 Jan 2021   Manajemen Mutu
Penulis : Marketing Sentral Sistem Consulting   dilihat 187 kali

Keterkaitan APQP, FMEA, Control Plan, SPC, MSA

Part 2: Fokus Pemahaman FMEA

Penulis: Imanuel Iman (Founder Sentral Sistem Consulting, Konsultan Transformasi Perusahaan)

 

Melanjuti artikel sebelumnya: Keterkaitan APQP, FMEA, Control Plan, SPC, MSA Part 1 Focus pembahasan di APQP-PPAP (linkan ke artikel part 1), kita lanjutkan kembali Fokus Pemahaman FMEA. FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) merupakan salah satu tools dasar yang digunakan dalam proses pengembangan produk baru (APQP). Secara definisi, FMEA adalah Analisa Potensi kegagalan dan efeknya, namun menurut saya:

 

FOKUS FMEA LEBIH KE IDENTIFIKASI PENYEBAB UNTUK KEMUDIAN KITA MENYUSUN DESAIN (DESIGN FMEA) ATAU SISTEM PRODUKSI (PROSES FMEA) YANG FOKUS DALAM MENGENDALIKAN PENYEBAB KEGAGALAN TERSEBUT.

 

  1. DESIGN FMEA

Design FMEA adalah bagian dari design review. Setelah draft design dibuat, kita kemudian menganalisis potensi kegagalan design dalam memenuhi tuntutan fungsi produk.

Permasalahan yang sering terjadi dalam mengembangkan Design FMEA adalah tertukar antara Kegagalan Design vs Kegagalan Proses. Untuk memudahkannya, saya akan menjelaskan sebagai berikut:

  • Penyebab kegagalan design produk adalah kelemahan dari design produk yang perbaikannya akan berdampak pada revisi design/ spesifikasi
  • Sedangkan penyebab kegagalan proses adalah 3 M - 1 E (Manusia, Mesin, Metoda, Lingkungan). Kenapa material tidak masuk ? Karena kesalahan material bisa terjadi karena penetapan material yang keliru (Design FMEA) atau permasalahan dari proses sebelumnya (analisa FMEA pada proses sebelumnya).

 

  1. PROCESS FMEA

Ketika kita bicara Proses FMEA maka kita akan fokus menggali penyebab kegagalan yang berasal dari 3 M- 1 E, seperti penjelasan di atas.

Output terbaik dari FMEA adalah memperkecil peluang munculnya penyebab defect (occurence). Secara logika, jika kita bisa menekan peluang munculnya penyebab defect, maka defect produk bisa dicegah.

Alternatif terbaik berikutnya adalah meningkatkan kemampuan deteksi terhadap penyebab defect. Ilustrasi sederhananya sebagai berikut.

Proses                                : panggang roti menggunakan oven

Potential Failure         : Roti gosong

Penyebab                        : 1. waktu terlalu lama, 2. suhu oven terlalu tinggi

 

Jika tingkat kejadian penyebab kegagalan bisa ditekan (waktu pemanggangan terlalu lama dan suhu oven terlalu tinggi), maka peluang roti gosong pun akan menjadi rendah. —> alternatif terbaik 1.

 

Kita juga perlu melakukan pengendalian terhadap penyebab defect, misalnya timer untuk mengendalikan waktu, temperatur kontrol untuk mengendalikan suhu oven. Dengan melakukan pengendalian terhadap penyebab defect, kasus roti gosong pun bisa dicegah. —> alternatif terbaik 2

 

 

Ilustrasi diatas memberi gambaran bahwa zero defect bisa dicapai apabila kita mampu mengendalikan penyebab defect, DISINILAH PERAN FMEA, MELAKUKAN BREAKDOWN KEGAGALAN KE PENYEBAB DEFECT, UNTUK KEMUDIAN KITA MENYUSUN SISTEM YANG FOKUS MENGENDALIKAN PENYEBAB DEFECT

  1. MENEKAN PELUANG MUNCULNYA PENYEBAB DEFECT (Occurrence)
  2. MERANCANG SISTEM DETEKSI TERHADAP PENYEBAB DEFECT (Detection)

 

Pesan terakhir:

Belajarlah FMEA dengan Fokus pada Konsep dan Manfaat FMEA. Jangan terfokus pada definisi dan cara mengisi kolom-kolom pada form FMEA. Memahami konsep akan merubah pola pikir, mampu meningkatkan motivasi dan mampu meningkatkan kreativitas dalam mengembangkan FMEA sesuai kondisi perusahaan.


Yuk, ikuti Keterkaitan APQP, FMEA, Control Plan, SPC, MSA Part 3 dan terus perdalam Ilmu Quality Tools Sebagai Alat Analisis Pencegahan untuk Meningkatkan Kinerja Perusahaan, bukan hanya sebagai dokumentasi untuk memenuhi permintaan customer.

Jangan sampai terlewatkan Webinar New FMEA (AIAG + VDA) bersama Bapak Imanuel Iman (founder Sentral Sistem Consulting):

 

Klik link untuk Registrasi: FREE WEBINAR SENTRAL SISTEM CONSULTING 2021

 

 

Note : Pahami Konsep, bukan menghapal. Memahami konsep akan merubah pola pikir, meningkatkan motivasi dan membuat kita bisa berkreasi hingga menciptakan modifikasi ilmu sesuai kondisi perusahaan. 

 

-Salam Improvement-

 ***

 

Terima kasih sudah mengikuti artikel Keterkaitan APQP, FMEA, Control Plan, SPC, MSA Part 1 & 2. Terus perdalam Ilmu Quality Tools Sebagai Alat Analisis Pencegahan untuk Meningkatkan Kinerja Perusahaan, bukan hanya sebagai dokumentasi untuk memenuhi permintaan customer. Apabila ada pertanyaan atau ingin berdiskusi lebih lanjut, silakan menghubungi Marketing Sentral Sistem Consulting (Hotline):

 

Silakan langsung menghubungi:

Marketing Sentral Sistem Consulting

Hotline : 0821 2121 9252

Instagram : @ssc.jkt

Facebook : Sentral Sistem Consulting

  



Mendapat manfaat dari artikel ini? Klik like & share



Let's share this article



What do you think? Leave your comment here...

  • Public Training Sistem Informasi Pelaporan Elektronik Lingkungan Hidup (SIMPEL)
    Cikarang, 17 Feb 2021 - 18 Feb 2021
  • Public Training - Calibration All Package
    Cikarang, 17 Feb 2021 - 19 Feb 2021
  • Virtual Training - Penyusunan Dokumen Lingkungan & Izin Lingkungan
    Jakarta, 11 Jun 2020
  • Virtual Training - Identifikasi Aspek Dampak Lingkungan
    Jakarta, 29 May 2020
  • OPEN DISCUSSION - QCC 7 TOOLS
    Jakarta, 14 May 2020