Ini Alasan Mengapa Pengendalian Proses Statistik (SPC) Penting dalam Produksi

18 Sep 2016   Manajemen Mutu
Penulis : Nanang S. Hadisaputra   dilihat 4.129 kali

Pengendalian Proses Statistik atau dikenal dengan Statistical Process Control (SPC) cukup berperan penting dalam menjaga mutu hasil produksi. Mengapa?

Statistical Process Control (SPC) merupakan metode pengendalian kualitas (quality control) melalui pendekatan statistik. SPC diterapkan untuk memantau dan mengendalikan proses.

Pernahkah Anda berada di dalam situasi melakukan percobaan produksi yang menunjukkan hasil bagus tetapi kualitas yang bagus tersebut tidak terjadi pada saat produksi massal? Hal ini pasti sungguh mengerikan.

Pemantauan dan pengendalian proses dalam SPC berfungsi memastikan agar proses produksi mendapatkan potensi yang maksimal.

Statistical Process Control (SPC) akan membantu perusahaan dalam dua hal, yakni:

1. Kestabilan Proses, artinya variasi output  relative sama sepanjang waktu, sehingga output proses produksi bisa diprediksi.

Pola Variasi  Stabil

  • Pola output variasi relatif sama sepanjang waktu?
  • Variasi produksi tanggal 1, 2, 3 dan seterusnya sama?
  • Jika variasi stabil maka output dari suatu data bisa diprediksi

Pola Variasi Tidak Stabil

  • Pola output variasi relatif berubah-ubah?
  • Variasi produksi tanggal 1,2,3, dst berubah-ubah atau tidak sama?
  • Jika variasi maka output dari suatu data tidak bisa diprediksi

2. Kemampuan Proses, artinya variasi proses sudah berada dalam range spesifikasi yang telah ditetapkan dalam design  produk.

  • Variasi produk berasal dari proses produksi, dihitung berdasarkan hasil actual
  • Spesifikasi dibuat sesuai tuntutan fungsi dari produk
  • Kemampuan Proses
    • Proses Mampu:  Lebar Variasi Part lebih kecil dari Lebar Spesifikasi
    • Proses Tidak Mampu: Lebar Variasi Part lebih besar dari Lebar Spesifikasi?
    • Proses Sebenarnya Mampu : Lebar Variasi Part lebih kecil dari Lebar Spesifikasi tetapi posisi bergeser?

Analisa statistik dilakukan pada saat percobaan (trial) bertujuan untuk memastikan apakah proses sudah stabil dan mampu untuk produksi massal. Selain itu juga dilakukan pada saat produksi massal berjalan. Pada saat berjalannya produksi, agak sulit untuk menjamin proses dapat 100% stabil, terkadang ada masalah di 4M-1E yang mengakibatkan proses menjadi tidak stabil.

Cara kontrol yang benar:

  • Standar di produksi seharusnya bukan standar spesifikasi melainkan standar kestabilan. Ketika proses tidak stabil (indikasi proses produksi sedang bermasalah), produk belum masuk kategori Not Good (NG) dan kita masih punya waktu untuk melakukan koreksi sebelum produk menjadi NG.
  • Spesifikasi diperlukan untuk judgement produk bisa dikirim atau tidak, bukan digunakan untuk standar di proses produksi. 

 

Baca artikel lainnya terkait Manajemen Mutu:

 

——

Sentral Sistem merupakan Konsultan Strategi Manajemen yang fokus pada Peningkatan Kinerja Perusahaan, yakni Kinerja Bisnis, Mutu, Produktivitas, Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) dan Lingkungan. Servis lainnya berupa konsultasi dan training untuk ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, IATF 16949, ISO 17025, ISO 13485, ISO 27001, ISO 50001, ISO 22000, GMP, AS 9100, AS 9120, dll. Hubungi kami di sini atau telepon 021-29067201-3.



Mendapat manfaat dari artikel ini? Klik like & share



Let's share this article



What do you think? Leave your comment here...

  • Optimize Risk Management To Improve Company
    Bekasi, 18 Dec 2018
  • Integrated Risk Management for ISO 9001, ISO 14001 & ISO 45001
    Bekasi, 05 Dec 2018
  • Optimize Company Inventory Management System
    Bekasi, 04 Dec 2018
  • Setting Key Performance Indicator (KPI) And Develop Creative Action Plan To Achieve Your Target
    Bekasi, 27 Nov 2018
  • Awareness & Internalaudit ISO 9001:2015 Sentral Sistem Consulting November 2018
    Bekasi, 27 Nov 2018 - 29 Nov 2018