Kecelakaan Kerja Terjadi Bagaikan Tupai yang Terjatuh Karena Angin

07 Nov 2016   Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Penulis : Dody Indra Wisnu   dilihat 1.759 kali

Seekor tupai sedang bergelayutan, menyebrangi pohon satu dengan pohon yang lainnya, lincah tanpa beban apapun, kemudian dia berhenti di pohon kelapa dengan bergelayutan dibatangnya. Dia tidak menyadari, bahwa dia sedang di awasi oleh Tiga Angin Besar…

Angin Topan….
Angin Tornado….
Angin Bahorok….
Tiga angin itu rupanya sedang bertaruh. Siapa yang bisa paling cepat menjatuhkan si Tupai dari pohon, maka Angin tersebut yang paling hebat dan kuat….

Angin Topan berkata, “Aku cuma perlu waktu 45 detik untuk menjatuhkan tupai itu…”
Angin Tornadi berkata tidak mau kalah, “Kalau aku cuma perlu waktu 30 detik…”
Angin Bahorok dengan nada mengejek berkata, “Cuma perlu 15 detik bagi aku untuk menjatuhkannya…”

Lalu dimulailah pertaruhan diantara angin itu…

Angin Topan yang pertama, dia bertiup sekencang-kencangnya… Wuuusss
Merasa ada angin yang bertiup kencang, lalu si Tupai berpegangan pada batang pohon kelapa dengan kuat…
Setelah berusaha sekencang-kencangnya, si Tupai ternyata tidak bergerak sedikitpun… dan Angin Topan pun menyerah…

Giliran Angin Tornado… WuuusssWuuusss… ia juga bertiup dengan kencang, lebih kencang dari Angin Topan… Si Tupai malah makin kuat berpegangan, tetap tidak terjatuh juga…

Terakhir, Angin Bahorok. Lebih keras dan kencang… Wuusssss… Wuuussss…. Wuuussss… si Tupai malah makin kuat berpegangan… dan tetap tidak terjatuh….
Ketiga angin itu akhirnya mengakui, kalau si Tupai memang hebat… tangguh, kuat dan daya tahannya luar biasa….

Tidak beberapa lama kemudian, datanglah Angin Sepoi-sepoi… Ternyata dia juga ingin ikut bertaruh untuk menjatuhkan si Tupai itu… Namun ternyata niat Angin Sepoi-sepoi hanya dijadikan bahan ejekan oleh ketiga Angin lainnya… ”Angin yang besar seperti kami saja tidak bisa, apalagi yang kecil seperti kamu…”

Tanpa banyak bicara, Angin Sepoi-sepoi langsung bertiup ke kepala si Tupai, Wuuussss… dengan lembut dan sejuk, bertiup membelai kepala si Tupai…

“Enaaakkkk…”
“Adeemmmm…”
“Nyamaaannn…” kata si Tupai…

Mata si Tupai merem melek.. tidak lama membuat si Tupai mengantuk dan mulai tertidur, tidak lama kemudian tanpa disadari membuat pegangannya terlepas dan terjatuh dari pohon kelapa…

***

Dari cerita si Tupai dan Angin diatas dapat menggambarkan penerapan K3 di perusahaan yang sudah menerapkan Sistem Manajemen K3 (SMK3). Perusahaan berupaya untuk memperbaiki kejadian kecelakaan besar / fatality semaksimal mungkin, dengan sehebat mungkin, dan mereka telah berhasil tanpa kejadian kecelakaan tersebut berulang kembali.

Boleh jadi mereka bangga atas pencapaian tersebut, tapi mereka lupa bahwa kejadian kecil tanpa ada pengendalian akan menjadi kecelakaan besar. Terus menerus terjadi Near miss tanpa ada pelaporan, unsafe condition tanpa ada tindakan perbaikannya, dan unsafe action yang menjadi perilaku umum di perusahaan. Bisa jadi kecelakaan besar tersebut merupakan akumulasi dari kejadian kecil yang terjadi berulang kali.

Angin Sepoi-sepoi dari cerita si Tupai diatas menggambarkan kejadian kecil seperti Near miss, unsafe condition, dan unsafe action yang ada di perusahaan. Dengan perlahan, kejadian tersebut terjadi berulang kali di perusahaan, merasa bahwa mereka telah mengendalikan semua bahaya yang besar, tapi mereka lupa terdapat “bola salju” yang sedang meluncur dan siap untuk memporakporandakan.

Penerapan K3 tidak melihat bahaya itu besar atau bahaya itu kecil, tapi kita seharusnya berupaya untuk mengendalikan SEMUA BAHAYA yang ada di perusahaan. Kecil dan besar itu hanya di atas kertas saja, tapi jika tidak ada identifikasi dan pengendalian, maka bisa terjadi kecelakaan yang besar juga. Seperti Segitiga Kecelakaan yang sering dipaparkan dibawah ini.

triangle accident

Catatan : Gambar diambil dari Materi “Building Safety Behavior” Sentral Sistem Consulting

Dari gambar diatas dapat diambil insightnya. Kecelakaan kerja fatality dapat terjadi karena kejadian-kejadian kecil seperti unsafe action / at-risk behavior dan near miss banyak terjadi serta tidak dilaporkan dan dikendalikan.

Oleh karena itu, perusahaan sebaiknya tetap memperhatikan setiap kejadian near miss, unsafe condition dan unsafe action. Membuat sistem pelaporan terhadap kejadian tersebut dan diharapkan pula karyawan berpartisipasi dengan melaporkan setiap kejadiannya. Dan selalu melakukan tindakan perbaikannya. Jadikan K3 sebagai budaya di perusahaan dan mendarah-daging pada setiap karyawan.

Baca juga: Penerapan PDCA dalam Elemen SMK3



Mendapat manfaat dari artikel ini? Klik like & share



Let's share this article



What do you think? Leave your comment here...

  • Optimize Company Inventory Management System
    Bekasi, 04 Dec 2018
  • Integrated Risk Management for ISO 9001, ISO 14001 & ISO 45001
    Bekasi, 21 Nov 2018
  • Problem Solving and Decision Making
    Jakarta Timur, 13 Nov 2018
  • SENTRAL IMPROVEMENT 2018
    Bekasi, 06 Nov 2018 - 04 Dec 2018
  • Setting Key Performance Indicator (KPI) And Develop Creative Action Plan To Achieve Your Target
    Bekasi, 06 Nov 2018