Kesalahan Umum Dalam Penerapan FMEA

29 Nov 2017   Manajemen Mutu
Penulis : Ronald Rumajar   dilihat 92 kali

Salah satu permasalahan yang kerap kami temui dalam penerapan FMEA adalah pemahaman yang terbatas pada kulitnya bukan pada PEMAHAMAN YANG MENDALAM TENTANG KONSEP FMEA. Bahkan banyak juga yang masih sebatas belajar cara mengisi kolom-kolom pada FMEA namun tidak berusaha memahami reason behind dari pengisian kolom-kolom FMEA. Yang dimaksud reason behind disini adalah bukan hanya sekedar mengisi kolom tapi mencari tahu kenapa kolom tersebut ada dan bagaimana seharusnya mengisi kolom tersebut dengan baik. Karena hanya memahami kulitnya, maka saat di audit, kita tidak bisa berargumen dengan baik dan cenderung hanya mengikuti apa yang diminta oleh Auditor, walaupun sebenarnya itu tidak tepat.

Sebagai contoh :

  • Terdapat temuan yang menyatakan bahwa jika Severity (nilai keseriusan dari effect kegagalan) adalah 9 atau 10 maka harus ada recommended actionnya. Mendapat temuan seperti ini, akhirnya kita melakukan perbaikan terhadap temuan tersebut. Kita kemudian membuat recommended action dan menurunkan nilai severity menjadi dibawah 9. Padahal nilai severity tidak bisa turun jika dampak dari kegagalan masih sama.
  • Akibat pemahaman Konsep yang kurang baik, membuat kita keliru dalam menetapkan corrective action, sehingga tindakan corrective yang kita ambil tidak tepat dan hanya sebatas dokumen pendukung yang tidak dapat diimplementasikan. Padahal permasalahan sebenarnya adalah temuan tersebut adalah keliru !!
  • Untuk memahami kekeliruan tersebut terlebih dahulu kita harus memahami apa yang dimaksud dengan severity. Severity adalah nilai keseriusan dari effect kegagalan. Konsep berpikir saat akan memberi nilai Severity adalah "kegagalan lolos dari pengecekan, dan terjadi !".Maka kita harus berpikir lebih jauh, kenapa harus ada kolom severity? Dan apa perbedaan perlakuan jika severity mendapat nilai 1 ataupun nilai 10? Bagaimana cara memberi nilai pada severity? Dan dapatkah nilai severity diturunkan?
  • Sebagai contoh untuk potensi kegagalan kasus kegagalan pada engine pesawat, berdampak pada mesin pesawat mati. Apa yang akan terjadi jika mesin pesawat mati ? Tentunya pesawat akan jatuh dan mengakibatkan penumpang meninggal. Dalam kasus ini maka nilai severity adalah 10 (dapat mengakibatkan kematian). Apapun yang perusahaan lakukan, jika mesin pesawat mati maka nilai severitynya akan tetap 10, TIDAK BISA TURUN ! JADI tepatkah temuan yang menyatakan bahwa jika nilai Severity 9 atau 10 harus ada recommended action ? HOW ? ini akan menjadi recommended action yang tidak akan pernah berhenti.

 

Konsep berpikir FMEA dalam sistem penilaian Severity adalah untuk memberi informasi mengenai dampak dari kegagalan, seandainya kegagalan tersebut terjadi. Tujuannya untuk menetapkan prioritas, meningkatkan awareness dan menyusun sistem pencegahan dan sistem kontrol yang tepat sesuai nilai keseriusan dari kegagalan yang terjadi.

  • Jika Nilai Keseriusan dari kegagalan sangat tinggi (nilai severity 9 atau 10), maka perusahaan perlu menetapkan sistem pencegahan dan sistem kontrol yang terbaik untuk memastikan kegagalan tersebut tidak akan pernah terjadi.
    • Memastikan hanya orang yang berkualifikasi tinggi yang bekerja untuk proses tersebut
    • Melakukan identifikasi penyebab kegagalan secara detil, dan menerapkan sistem pencegahan dan sistem kontrol terbaik untuk mampu mendeteksi kegagalan.
      • KONTROL TERBAIK ADALAH PENCEGAHAN, PENERAPAN POKAYOKE
      • Dengan kontrol yang bersifat pencegahan maka NILAI TINGKAT KEJADIAN PENYEBAB menjadi turun --> Menurunkan nilai occurrence.
      • Dan juga menurunkan nilai detection (meningkatkan efektifitas kontrol dari visual atau menggunakan alat ke arah Pokayoke/ anti salah)
  • Secara logika, Jika Nilai Severity tinggi, berdampak pada kecelakaan hingga kematian (nilai severity 9 atau 10) namun kita memiliki sistem kontrol yang sangat baik, sehingga kegagalan ini tidak pernah terjadi, maka kecelakaan hingga kematian tidak akan terjadi, tapi nilai severity tetap saja 9 atau 10.

 

Pelajari konsep, maka Anda akan dapat mengekplorasi ilmu yang Anda pelajari :)



Mendapat manfaat dari artikel ini? Klik like & share



Let's share this article



What do you think? Leave your comment here...

  • Seminar How To Make Your System Simple and Sexy
    Bekasi, 19 Dec 2017
  • Training Awareness & Workshop ISO 14001:2015 Sentral Sistem Consulting September 2017
    Bekasi, 18 Oct 2017 - 19 Oct 2017
  • Training IATF 16949:2016 Sentral Sistem Consulting September 2017
    Bekasi, 27 Sep 2017 - 28 Sep 2017
  • Seminar Manajemen Risikio dalam ISO 9001:2015 Sentral Sistem Consulting
    Bekasi, 26 Sep 2017
  • Training Awareness & Workshop ISO 14001:2015 Sentral Sistem Consulting September 2017
    Bekasi, 26 Sep 2017 - 27 Oct 2017