Keterkaitan APQP, FMEA, Control Plan, SPC, MSA

13 Jan 2021   Manajemen Perusahaan
Penulis : Marketing Sentral Sistem Consulting   dilihat 853 kali

Keterkaitan APQP, FMEA, Control Plan, SPC, MSA: PART 1

By: Imanuel Iman

(Founder Sentral Sistem Consulting, Konsultan Transformasi Perusahaan )

 

 

Advanced Product Quality Planning disingkat APQP adalah Langkah-langkah dalam pengembangan produk dan/ atau proses baru. APQP Mengajarkan tahapan-tahapan yang perlu dilakukan supaya permasalahan bisa dicegah atau minimal permasalahan bisa dideteksi lebih awal. 

 

Disiplin Penerapan APQP akan bisa mengurangi kasus trial error.  Berkurangnya trial error secara otomatis akan bisa menekan biaya in-efisiensi dan keterlambatan project akibat adanya perubahan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi. Kendala yang sering terjadi dalam penerapan APQP, antara lain: Person In Charge (PIC) suka berlindung di balik alasan waktu pengembangan yang pendek... , Akibatnya beberapa tahapan proses APQP di bypass.  “Jalan saja dulu, nanti kalau ada masalah baru di perbaiki “. 

 

Untuk mengatasi masalah ini, langkah pertama yang harus dilakukan adalah MERUBAH POLA PIKIR DI TOP MANAGEMENT mengenai pentingnya perencanaan ! Jangan mengabaikan perencanaan !

Fail to Plan, Plan To Fail. Gagal dalam merencanakan itu artinya kita sudah merencanakan untuk gagal. 

Bahasa gaulnya kumaha engke (bagaimana nanti) dirubah menjadi engke kumaha (nanti bagaimana).

 

Ujung akhir dari APQP adalah approval proses produksi disebut Production Part Approval Process disingkat PPAP. Kalau APQPnya kurang bagus, proses PPAP akan terhambat. Perusahaan akan sulit masuk ke proses PPAP (Approval Proses Produksi), karena masih banyak masalah. Yang dimaksud dengan PPAP adalah approval proses produksi. Itu artinya semua perangkat 4M-1 E sudah siap untuk menjalankan proses produksi massal. Produksi massal (bukan production trial) sudah di validasi; sudah memenuhi target cycle time dan sudah menghasilkan kualitas produk yang stabil bagus (stability) dan berada dalam range standard kualitas yang telah ditetapkan (proses mampu). Jika PPAP (Approval Proses Produksi) sudah dilakukan, maka proses produksi massal akan berjalan lancar. 

 

Apabila PPAP sudah dilakukan, tetapi produksi masal masih banyak masalah, itu artinya PPAP-nya (Approval Proses Produksinya) masih kurang baik. Perusahaan harus melakukan evaluasi terhadap proses PPAP (Approval Proses Produksinya) .

 

Secara sederhana, kami mengambarkan: APQP berperan untuk menetapkan rute yang efisien untuk menuju finish, yaitu PPAP, Approval Proses Produksi.  Lancar tidaknya produksi masal tergantung dari Proses APQP dan PPAP. 

 

Note : Pahami Konsep, bukan menghapal. Memahami konsep akan merubah pola pikir, meningkatkan motivasi dan membuat kita bisa berkreasi hingga menciptakan modifikasi ilmu sesuai kondisi perusahaan. 

 

-Salam Improvement-

 ***

 

Yuk, ikuti Keterkaitan APQP, FMEA, Control Plan, SPC, MSA Part 2 dan terus perdalam Ilmu Quality Tools Sebagai Alat Analisis Pencegahan untuk Meningkatkan Kinerja Perusahaan, bukan hanya sebagai dokumentasi untuk memenuhi permintaan customer. Apabila ada pertanyaan atau ingin berdiskusi lebih lanjut, silakan menghubungi Marketing Sentral Sistem Consulting (Hotline):

 

Silakan langsung menghubungi:

Marketing Sentral Sistem Consulting

Hotline : 0821 2121 9252

Instagram : @ssc.jkt

Facebook : Sentral Sistem Consulting

 

 



Mendapat manfaat dari artikel ini? Klik like & share



Let's share this article



What do you think? Leave your comment here...

  • FREE WEBINAR: ADAPTASI STRATEGI KEUANGAN DALAM MASA KRISIS
    , 17 Sep 2021
  • Public Training Sistem Informasi Pelaporan Elektronik Lingkungan Hidup (SIMPEL)
    Cikarang, 28 Jun 2021 - 29 Jun 2021
  • Public Training - Calibration All Package
    Cikarang, 28 Jun 2021 - 02 Jul 2021
  • Virtual Training - Penyusunan Dokumen Lingkungan & Izin Lingkungan
    Jakarta, 11 Jun 2020
  • Virtual Training - Identifikasi Aspek Dampak Lingkungan
    Jakarta, 29 May 2020