Keterkaitan APQP, FMEA, Control Plan, SPC, MSA Part 3

24 Feb 2021   Kabar Sentral Sistem
Penulis : Marketing Sentral Sistem Consulting   dilihat 382 kali

Keterkaitan APQP, FMEA, Control Plan, SPC, MSA Part 3

FMEA vs Control Plan vs SPC

 

FMEA Berfungsi Mengevaluasi Potensi Kegagalan pada Tiap Tahapan Proses. Setiap potensi kegagalan di breakdown menjadi:

  1. Apa Efek dari kegagalan ? Dan seberapa serius efeknya terhadap Next Proses, Customer, End User (Severity)? Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman akan tingkat keseriusan dari efek yang ditimbulkan. Jika efeknya serius misalnya berdampak pada safety atau fit/ function, maka kita harus melakukan the Best Control untuk mencapai Zero Defect pada item kegagalan ini
  1. Penyebab potensi kegagalan. Untuk FMEA Proses, penyebab kegagalan bisa berasal dari 4M dan 1E (Man/manusia, Machine/mesin, Method/metode, Material/bahan baku dan Environment/lingkungan). Material yang dimaksud di sini lebih ke material indirect, bukan material produk, kenapa material produk tidak masuk ? Karena kegagalan material produk bukan berasal dari proses ini, tetapi dari proses sebelumnya. Oleh karena itu, kegagalan material produk harusnya dianalisis pada FMEA proses sebelumnya. Setiap penyebab dievaluasi tingkat kejadiannya

Seberapa sering penyebab tersebut muncul (occurence) —> FMEA lama. Atau seberapa efektif sistem deteksi terhadap penyebab (prevention control) —> FMEA baru

  1. Sistem kontrol yang dilakukan sekarang. Sistem kontrol yang dimaksud adalah sistem kontrol terhadap penyebab dan kontrol terhadap produk. Tetapi fokus utamanya adalah kontrol terhadap penyebab. Mengapa…? Konsep berpikirnya: “untuk menghindari defect, maka yang harus dikendalikan adalah penyebabnya.”

 

Dari breakdown kegagalan tersebut di atas, kemudian kita melakukan improvement yang ditujukan untuk:

  1. Mengurangi tingkat kejadian munculnya penyebab (occurence) —> FMEA lama. Atau Meningkatkan efektifitas pengendalian terhadap penyebab (Prevention Control) —> FMEA baru
  2. Meningkatkan kemampuan deteksi (Detection Control), untuk mencegah product defect lolos ke proses berikutnya atau terkirim.

Lalu apa kaitan FMEA dengan Control Plan ?

  1. Potensi kegagalan pada FMEA menjadi item produk characteristic pada Control Plan
  2. Sedangkan penyebab kegagalan menjadi item proses characteritic pada Control Plan.

Lalu apakah semua item pada FMEA harus masuk pada Control Plan?

  1. Untuk item potensi kegagalan, tentu saja harus masuk dalam control plan. Masa potensi kegagalan tidak dikontrol? ITEM POTENSI KEGAGALAN AKAN MENJADI PRODUK CHARACTERISTIC PADA CONTROL PLAN, (product characteristic positif, potensi kegagalan negatif), misalnya potensi kegagalan lubang bergeser maka product characteristic menjadi posisi lubang tepat
  1. Sedangkan ITEM PENYEBAB KEGAGALAN, MASUK MENJADI PROCESS CHARACTERISTIC. Kapan tidak masuk dalam proses characteristic? Ketika penyebab kegagalan tersebut sudah dikendalikan lewat cara lain, misalnya sudah dipasang anti salah pada mesin, tooling, dan lain-lain. Intinya, kita harus memastikan bahwa penyebab kegagalan sudah dikendalikan oleh Perusahaan.

Lalu apa kaitannya FMEA dengan statistik ?

  1. Ketika penyebab kegagalan sudah terkendali, maka proses akan menjadi stabil. Control Chart akan menunjukkan proses sudah stabil. Ketika penyebab kegagalan belum terkendali, maka proses menjadi tidak stabil. Jadi, PENYEBAB KETIDAKSTABILAN (yang biasa dikenal dengan istilah special cause), BISA DICARI DARI DAFTAR PENYEBAB KEGAGALAN PADA FMEA
  1. Ketika Capability Study (Cp/Cpk ; Pp/Ppk) rendah, maka perlu dilakukan analisis sumber penyebab variasi yang tinggi. Sumber penyebab variasi yang tinggi bisa berasal dari 1 atau lebih dari 1 sumber yang berinteraksi. SUMBER PENYEBAB VARIASI YANG BESAR TERSEBUT, BISA DI CARI DARI LIST PENYEBAB DI FMEA

Jadi masing2 tools memiliki keterkaitan, bukan tools yang berdiri sendiri. Memahami keterkaitan antar tools akan dapat membantu kita dalam mengoptimalkan penggunaan tools untuk analisis dan improvement.

 

Semoga bisa memberikan sedikit penjelasan.

 

Pesan terakhir: PELAJARI KONSEP BUKAN CARA MENGISI FORM FMEA, CONTROL PLAN ATAU CARA MENGHITUNG STATISTIK. Memahami konsep akan bisa meningkatkan motivasi dan kreatifitas kita. Membuat ilmu menjadi asyik untuk dipelajari ????

 

 

Terima kasih sudah mengikuti artikel Keterkaitan APQP, FMEA, Control Plan, SPC, MSA Part 1, 2 & 3. Terus perdalam Ilmu Quality Tools Sebagai Alat Analisis Pencegahan untuk Meningkatkan Kinerja Perusahaan, bukan hanya sebagai dokumentasi untuk memenuhi permintaan customer. Apabila ada pertanyaan atau ingin berdiskusi lebih lanjut, silakan menghubungi Marketing Sentral Sistem Consulting (Hotline):

 

Silakan langsung menghubungi:

Marketing Sentral Sistem Consulting

Hotline : 0821 2121 9252

Instagram : @ssc.jkt

Facebook : Sentral Sistem Consulting

 

***

Salam Improvement

Imanuel Iman

Founder Sentral Sistem Consulting



Mendapat manfaat dari artikel ini? Klik like & share



Let's share this article



What do you think? Leave your comment here...

  • Public Training Sistem Informasi Pelaporan Elektronik Lingkungan Hidup (SIMPEL)
    Cikarang, 28 Jun 2021 - 29 Jun 2021
  • Public Training - Calibration All Package
    Cikarang, 28 Jun 2021 - 02 Jul 2021
  • Virtual Training - Penyusunan Dokumen Lingkungan & Izin Lingkungan
    Jakarta, 11 Jun 2020
  • Virtual Training - Identifikasi Aspek Dampak Lingkungan
    Jakarta, 29 May 2020
  • OPEN DISCUSSION - QCC 7 TOOLS
    Jakarta, 14 May 2020