Masalah Ini yang Sering Menyebabkan Kegagalan Pemimpin Perusahaan

23 Oct 2016   Manajemen Perusahaan
Penulis : Imanuel Iman   dilihat 1.017 kali

Setiap pemimpin tentunya dituntut untuk bisa menyelesaikan masalah dan meningkatkan kinerja yang dipimpinnya. Namun banyak juga pemimpin yang gagal mengemban tugas tersebut. Sebenarnya apa yang menjadi penyebab kegagalan pemimpin perusahaan dalam menyelesaikan masalah?
  
Ada dua pola pikir mendasar yang menyebabkan pemimpin tidak berhasil menyelesaikan masalah yang dihadapi:

1. Pemimpin terjebak dengan urusan rutin. Sibuk mengurusi atau mengatur pekerjaan sehari-hari.

Kalaupun pemimpin telah bekerja keras untuk menyelesaikan masalah namun sering kali tindakan yang dilakukan baru sebatas memadamkan api, tidak menyelesaikan akar masalahnya (penyebab kebakarannya).

Pemimpin yang terjebak dengan cara kerja manajemen pemadam kebakaran, yang sigap dan bertindak cepat dalam menyelesaikan masalah atau memadamkan api.  
Ada masalah (kebakaran) kemudian melakukan tindakan lalu masalah selesai (api padam) dan kasus dianggap selesai. Kemudian sibuk dengan masalah (kebakaran) berikutnya, demikian seterusnya.  

Kenapa hal tersebut terjadi? Pada saat sudah terjadi kebakaran, seorang pemimpin harus mengambil keputusan cepat untuk segera memadamkan api (menyelesaikan masalah). Namun setelah api padam, “sadar atau tidak disadari” pemimpin merasa masalah sudah selesai, padahal yang dilakukan baru sebatas memadamkan apinya saja, belum mengoreksi sampai ke akar penyebab kebakarannya.

Kondisi ini terjadi terus menerus hingga terbentuk pola kerja “Manajemen Pemadam Kebakaran”. Oleh karena itu tidak heran jika masalah timbul tenggelam, tidak pernah terselesaikan hingga tuntas. 
      
Untuk keluar dari kondisi lingkaran masalah yang tidak kunjung terselesaikan, pada awalnya kita harus melakukan perubahan mendasar  dalam pola pikir kita sebagai Manajemen bahwa “Jika kita mengerjakan pekerjaan sehari-hari, maka kita akan mendapatkan hasil yang sehari-hari”.

Atas dasar pemikiran ini, kita akan menyadari bahwa HANYA PERUBAHAN yang bisa mengatasi masalah yang terjadi. Seorang pemimpin harus memiliki pola pikir “Satu-satunya cara untuk mengatasi masalah adalah melakukan perubahan”.

2. Permasalahan kedua adalah pola pikir bahwa masalah berasal dari eksternal.

Saya tidak bisa menyelesaikan masalah “kalau” tidak mendapat dukungan dari manajemen, “kalau” tidak didukung oleh orang lain aatau rekan kerja yang lain. Dan berbagai keluhan lainnya yang sadar atau tidak disadari lebih ditujukan ke eksternal.

Namun perlu kita sadari bahwa pemikiran bahwa masalah berasal dari eksternal, akan memblok otak kita untuk berhenti berpikir mencari solusi. Kenapa? karena otak kita telah diinformasikan bahwa masalah berasal dari eksternal, jadi eksternal yang harus berpikir, bukan kita.

Untuk tidak terjebak dalam kondisi ini, kita perlu menanamkan suatu pola pikir bahwa "masalah berasal dari saya". Ketika pola pikir seperti ini sudah terbentuk, maka otak kreatif kita akan terpacu untuk mencari jalan keluar mencari solusi.  

  • Manajemen tidak support mungkin karena Manajemen tidak paham pentingnya hal ini
  • Saya harus mengubah cara bicara saya disesuaikan dengan bahasa Manajemen (bahasa untung-rugi, bahasa benefit)  
  • Anak buah saya kurang qualified, maka saya perlu mengubah cara penyampaian saya. Tidak bisa hanya memerintahkan, tetapi harus membimbing. Saya harus lebih berperan sebagai coach yang melatih anak buah saya supaya anak buah saya bisa menjadi lebih hebat.  

Kedua pola pikir tersebut “Satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah adalah dengan melakukan perubahan” dan “Masalah berasal dari saya” akan mampu mendorong seorang pemimpin untuk terus melakukan perubahan yang dimulai dari saya.  

Bagi kita orang awam yang ingin menilai pemimpin yang berhasil, kita tidak perlu menunggu hasil akhir yang sudah terlambat untuk bisa mengetahui kualitas seorang pemimpin. Lihatlah rencana perubahan dan perubahan yang sudah dilakukan.

Ketika seorang pemimpin sibuk dengan rutinitas, tidak melakukan perubahan, maka bisa dipastikan hasilnya pasti tidak akan tercapai. Ingat, mengerjakan sehari-hari akan mendapatkan hasil sehari-hari.

Baik juga untuk dibaca:

---

Sentral Sistem merupakan Konsultan Strategi Manajemen yang fokus pada Peningkatan Kinerja Perusahaan, yakni Kinerja Bisnis, Mutu, Produktivitas, Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) dan Lingkungan. Servis lainnya berupa konsultasi dan training untuk ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, IATF 16949, ISO 17025, ISO 13485, ISO 27001, ISO 50001, ISO 22000, GMP, AS 9100, AS 9120, dll. Hubungi kami di sini atau telepon 021-29067201-3.



Mendapat manfaat dari artikel ini? Klik like & share



Let's share this article



What do you think? Leave your comment here...

  • Training Awareness & Workshop ISO 9001:2015 Sentral Sistem Consulting Desember 2017
    Bekasi, 19 Dec 2017 - 20 Dec 2017
  • Seminar How To Make Your System Simple and Sexy
    Bekasi, 12 Dec 2017
  • Training Awareness & Workshop ISO 14001:2015 Sentral Sistem Consulting September 2017
    Bekasi, 18 Oct 2017 - 19 Oct 2017
  • Training IATF 16949:2016 Sentral Sistem Consulting September 2017
    Bekasi, 27 Sep 2017 - 28 Sep 2017
  • Seminar Manajemen Risikio dalam ISO 9001:2015 Sentral Sistem Consulting
    Bekasi, 26 Sep 2017