Mengenal APQP (Advanced Product Quality Planning)

10 Jun 2020   Manajemen Mutu
Penulis : Hasiholan Simanjuntak   dilihat 208 kali

Ketika kita berbicara tentang APQP (Advance Product Quality Planning), dapat di katakan bahwa kita sedang MENDENGARKAN SUARA PELANGGAN, untuk memastikan bahwa harapan pelanggan terhadap produknya dapat terpenuhi. Proses produksi manufacture seringkali memiliki risiko yang tinggi, seperti kegagalan proses pembuatan produk. Menjalankan proses APQP dengan baik dan benar dapat membantu meminimalkan risiko kegagalan tersebut.

Apa itu APQP

APQP adalah pendekatan terstruktur untuk desain produk dan proses. Kerangka kerja ini adalah seperangkat persyaratan kualitas standar yang memungkinkan supplier merancang produk yang memuaskan pelanggan. APQP memastikan bahwa Suara Pelanggan dipahami dengan jelas, diterjemahkan ke dalam persyaratan, spesifikasi teknis, dan karakteristik khusus. APQP menggunakan TOOLS dan METODE untuk mengurangi risiko yang terkait dengan pengembagan maupun perubahan terhadap produk atau proses baru.

Bagaimana Menerapkan APQP

APQP terdiri dari lima fase pengembangan produk dan sering digambarkan dalam siklus Plan Do Study Act (PDSA). Setiap fase sejalan dengan TOOLS dan METODE Analisa identifikasi penemuan risiko. Menemukan risiko dalam pengembangan produk dan proses lebih diinginkan daripada menemukan kegagalan setelah MASSPRO berjalan.

FASE 1: Merencanakan dan Menentukan (Plan and Define)

Menghubungkan harapan, kebutuhan, dan keinginan pelanggan dengan persyaratan. Plan Development akan memastikan output dari bagian ini memenuhi tuntutan kualitas produk. Perencanaan sumber daya, proses dan asumsi produk dibuat. Daftar karakteristik khusus awal dan tujuan desain / keandalan juga ditetapkan.

 

FASE 2: Desain dan Pengembangan Produk (Product Design and Development)

Fokus pada desain dan pengembangan produk. Dimensi, fitur desain, detail, toleransi, dan penyempurnaan karakteristik khusus, semuanya ditinjau dalam Tinjauan Desain formal. Verifikasi desain melalui prototipe dan pengujian juga merupakan bagian dari fase ini. TOOLS yang digunakan  di fase ini adalah DFM / A, DFMEA dan Design Verification Plan and Report (DVP&R).

 

FASE 3: Desain dan Pengembangan Proses (Process Design and Development)

Mengeksplorasi teknik pembuatan dan metode pengukuran yang akan digunakan untuk mewujudkan visi perancang desain. Process Flow Charts, PFMEA dan Control Plan Methodology adalah contoh TOOLS yang digunakan dalam FASE ini.

 

FASE 4: Validasi Produk dan Proses (Product and Process Validation)

Validasi kualitas proses dan kemampuan volume produksi adalah fokus dari FASE 4. Statistik Proses Kontrol (SPC), Analisis Sistem Pengukuran (MSA) dan Process Capability Studies diperkenalkan pada fase ini. Product Part Approval Process (PPAP) siap untuk diserahkan dan produksi dapat dimulai setelah disetujui oleh customer

 

FASE 5: Penilaian Umpan Balik dan Tindakan Korektif  (Feedback Assessment and Corrective Action)

Mengeksplor identifikasi dari proses manufaktur yang sedang berlangsung, aktifitas bagaimana mengurangi nilai RPN, tindakan korektif (baik internal maupun eksternal), Di fase ini mulai melakukan perbaikan yang konstruktif untuk menciptakan pembuatan produk menuju ZERO DEFECT

 

Apa hubungan APQP terhadap PPAP

Secara garis besar (PPAP) adalah bukti atau dokumen yang dikumpulkan dari aktifitas APQP.

PPAP dan APQP tidak dapat dipisahkan, karena dokumen PPAP adalah hasil dari APQP. PPAP memberikan bukti bahwa APQP telah berhasil dilakukan. Jika PPAP atau sampel mengalami penolakan oleh customer maka dapat dikatakan bahwa pelaksanaan APQP buruk. Hasil kerja dalam PPAP adalah ekstensi dari Perencanaan APQP.

 

Bagaimana dengan perusahaan anda, apakah sudah Menerapkan 5 fase dari APQP ??

 

 

Sebagai konsultan lingkungan, Sentral Sistem Consulting concern berkontribusi untuk selalu berbagi edukasi untuk menjaga, merawat, memelihara lingkungan kepada masyarakat, salah satunya ke berbagai industri, supaya industri baik manufaktur, jasa dan sektor lainnya sebagai bagian dari masyarakat selalu beraktivitas menghasilkan produk atau jasa yang ramah lingkungan, meningkatkan kinerja lingkungan, hemat energi dan bertanggung jawab menjaga lingkungan untuk anak cucu atau generasi mendatang.

Ingin berdiskusi lebih lanjut, silakan menghubungi

 

Silakan langsung menghubungi:

Marketing Sentral Sistem Consulting

Hotline : 0821 2121 9252

Instagram : @ssc.jkt

Facebook : Sentral Sistem Consulting



Mendapat manfaat dari artikel ini? Klik like & share



Let's share this article



What do you think? Leave your comment here...

  • Public Training - Calibration All Package
    Cikarang, 13 Jul 2020 - 17 Jul 2020
  • Virtual Training - Penyusunan Dokumen Lingkungan & Izin Lingkungan
    Jakarta, 11 Jun 2020
  • Virtual Training - Identifikasi Aspek Dampak Lingkungan
    Jakarta, 29 May 2020
  • OPEN DISCUSSION - QCC 7 TOOLS
    Jakarta, 14 May 2020
  • OPEN DISCUSSION - RISK MANAGEMENT
    Jakarta, 12 May 2020