Pencapaian Target by Accident vs by Design

15 Mar 2018   Strategi Bisnis Perusahaan
Penulis : Marketing Sentral Sistem Consulting   dilihat 264 kali

Dalam satu kesempatan saya diminta untuk ikut bergabung dalam salah satu meeting pencapaian kinerja di salah satu perusahaan. Mereka meminta pendapat saya mengenai efektifitas sistem review pencapaian kinerja yang mereka lakukan. Sistem yang mereka terapkan adalah sebagai berikut:

  • Masing-masing departemen mempresentasikan pencapaian target, dan menjelaskan secara lisan, alasan target tidak tercapai, misalnya : Overtime tinggi karena banyaknya order yang masuk, Penjualan tidak tercapai karena pasar sedang lesu, tagihan macet tinggi karena Customer sedang kesulitan uang, dll.
  • Saat target tidak tercapai, manajemen kritis bertanya "kenapa tidak tercapai?" dan dijawab secara lisan. Ketika manajemen tidak puas dengan jawaban yang diberikan, Manajemen kemudian memberi masukan dan beberapa wejangan seperti: “Analisanya harus lebih baik, Anda harus lebih kontrol, dll”. 
  • Untuk yang targetnya tercapai, jarang ada pertanyaan, yang ada hanya apresiasi atas pencapaian target.

Sampai di akhir sesi saya tidak melihat adanya pembahasan mengenai program kerja. Akhirnya saya bertanya, apakah review hanya membahas pencapaian target tanpa ada program kerja ? Dan mereka menjawab bahwa seperti inilah meeting yang biasa mereka lakukan.

Saya kemudian mencoba melihat detail laporan dari masing-masing departemen.

  • Ada beberapa departemen yang mendapat pujian karena berhasil mencapai target
  • Departemen HRD berhasil meningkatkan performa ketepatan waktu. Dari pencapaian sebelumnya yang hanya 60%, meningkat menjadi 100%. Namun saat saya bertanya : strategi apa yang dilakukan departemen HRD hingga berhasil menaikkan kinerja ? HRD tidak bisa menjawab secara spesifik, mereka hanya menjawab bahwa sekarang mereka melakukan monitor dengan lebih baik
  • Departemen sales berhasil melebihi target penjualan. Kepala departemen memberi jawaban yang umum, menyatakan bahwa sekarang team sudah lebih solid sehingga bisa mencapai target yang telah ditetapkan, namun saat ditanya mengenai program yang dilakukan untuk membuat team lebih solid, kepala departemen hanya mengatakan sekarang mereka sudah lebih berpengalaman.

Berkaca pada konsep “target tercapai by accident atau by program ?” saya jadi penasaran, kok ngga ada program kerja tapi targetnya tercapai ?? apakah ini tercapai karena accident atau sebenarnya mereka punya program kerja namun tidak tertulis ?

Oleh karena itu saya kemudian melakukan investigasi data dan fakta.

  • Proses recruitment : terjadi penurunan jumlah recruitment yang cukup signifikan, dari sebelumnya ada 50 recruitment karena masa kontrak habis, menjadi hanya 3 recruitment saja. Saya kemudian berdiskusi dengan team recruitment dan mereka mengakui bahwa tercapainya target 100% karena permintaan hanya 3 jadi mereka bisa memenuhinya.
  • Proses sales : hasil investigasi menyajikan adanya kenaikan penjualan yang cukup besar pada product A untuk Customer XYZ. Hasil investigasi lebih lanjut menyatakan bahwa Customer XYZ (Customer yang sudah berbisnis dengan perusahaan lebih dari 5 tahun), penjualannya naik cukup tinggi. Karena penjualan Customer XYZ sedang naik, maka secara otomatis penjualan product A jadi ikut naik.

Dari hasil investigasi tersebut, saya kemudian memberi masukan sebagai berikut :

  1. Target harus dikuti dengan dengan program kerja. Target dan program kerja adalah pasangan yang tidak terpisahkan. Target memberi arah tujuan, sedangkan program kerja menjelaskan cara untuk mencapai tujuan.
  2. Pencapaian target oleh Departemen HRD dan Sales, lebih karena accident (faktor kebetulan), ada faktor eksternal yang mendukung mereka mencapai target.
  3. Perusahaan selain menuntut target, juga harus menuntut program kerja.
  4. Perusahaan selain mereview target,
  5. juga perlu mereview pelaksanaan program kerja.
  6. Dengan dilaksanakannya program kerja, maka target secara otomatis akan tercapai. Jika program kerja sudah dijalankan namun target masih belum tercapai, lakukan koreksi pada program kerja.

 

Perusahaan perlu membangun Pola Pikir bahwa target harus disertai dengan program kerja. Target dan program kerja adalah pasangan yang tidak terpisahkan. Target memberi arah tujuan, sedangkan program kerja menjelaskan cara untuk mencapai tujuan. Perusahaan selain mereview target juga perlu mereview kualitas dan mengontrol pelaksanaan program kerja. Jadikan hal berikut ini menjadi salah satu Dasar Pola Pikir PemimpinCapailah Target Anda by Design melalui pelaksanaan program kerja”

 

 



Mendapat manfaat dari artikel ini? Klik like & share



Let's share this article

What do you think? Leave your comment here...

  • Training Kalibrasi Dimensi, Massa, Suhu dan Tekanan
    Bekasi, 23 Jul 2018 - 27 Jul 2018
  • Seminar Risk Management VS Crisis Management Jakarta
    Jakarta, 19 Jul 2018
  • Seminar Risk Management VS Crisis Management Karawang
    Karawang, 17 Jul 2018
  • Training Awareness & Workshop ISO 9001:2015 Sentral Sistem Consulting Juli 2018
    Bekasi, 10 Jul 2018 - 11 Jul 2018
  • Training IATF 16949:2016 Sentral Sistem Consulting
    Bekasi, 26 Jun 2018 - 27 Jun 2018