Penyusunan Laporan Keberlanjutan Menggunakan Standar GRI

03 Dec 2020   Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Penulis : Marketing Sentral Sistem Consulting   dilihat 1.462 kali

Penyusunan Laporan Keberlanjutan Menggunakan Standar GRI

(Global Reporting Initiative)

Oleh : Sya’bani Abdullah Amir

 

Pelaporan keberlanjutan merupakan praktik pelaporan organisasi secara terbuka mengenai dampak ekonomi, lingkungan, dan/atau sosialnya, dan karena itu juga termasuk kontribusinya  positif atau negatif  terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan. Standar GRI menciptakan satu bahasa yang sama untuk organisasi dan para pemangku kepentingan, sehingga dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial dari organisasi-organisasi itu dapat dikomunikasikan dan dipahami. Standar ini dirancang untuk meningkatkan komparabilitas (keterbandingan) global dan kualitas informasi tentang dampak ini, sehingga memungkinkan transparansi dan akuntabilitas organisasi yang lebih besar.

Dalam penyusunan laporan berkelanjutan sesuai standar GRI, terdapat dua pilihan metode yaitu Comprehensive dan Core bergantung pada sejauh mana pengungkapan yang tercakup dalam laporan. Jika memilih metode comprehensive maka semua yang dipersyaratkan dalam pengungkapan umum (General Disclousure) (GRI 102) dan semua topik spesifik yang material bagi organisasi, misal yang material Energi (GRI 302) maka semua topik spesifik yang ada dalam Energi mulai dari GRI 302-1 Sampai dengan GRI 302-5 harus dilaporkan.  Jika menggunakan metode Core / Inti, maka yang dlaporkan hanya yang berlabel Core dalam pengungkapan umum (General Disclousure) (GRI 102) dan memilih topik spesifik dalam topik yang material bagi organisasi, misal yang material Energi (GRI 302) maka organisasi dapat memilih hanya melaporkan GRI 302-2 saja.

Penyusunan laporan berkelanjutan harus sesuai dengan prinsip prinsip untuk menentukan isi laporan dan kualitas laporan. Prinsip untuk menentukan isi laporan meliputi:

a. Inklusivitas Pemangku Kepentingan

Organisasi pelapor harus mengidentifikasi para pemangku kepentingannya, dan menjelaskan bagaimana organisasi pelapor itu telah menanggapi harapan dan kepentingan yang masuk akal dari para pemangku kepentingan.

b. Konteks Keberlanjutan

Laporan harus menyajikan kinerja organisasi pelapor dalam konteks keberlanjutan yang lebih luas.

c. Materialitas

Laporan harus mencakup topik-topik yang mencerminkan dampak sosial, lingkungan, ekonomi signifikan organisasi pelapor atau secara substansial memengaruhi penilaian dan keputusan dari para pemangku kepentingan.

d. Kelengkapan

Laporan harus menyertakan cakupan topik material dan Batasannya yang cukup untuk mencerminkan dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial yang signifikan, dan untuk memungkinkan para pemangku kepentingan menilai kinerja organisasi pelapor dalam periode pelaporan.

 

Prinsip untuk menentukan kualitas laporan meliputi :

  • Akurasi

Informasi yang dilaporkan harus cukup akurat dan terperinci bagi para pemangku kepentingan untuk menilai kinerja organisasi pelapor.

 

  • Keseimbangan

Informasi yang dilaporkan harus mencerminkan aspek positif dan negatif dari kinerja organisasi pelapor untuk memungkinkan penilaian yang beralasan atas kinerja secara keseluruhan.

 

  • Kejelasan

Organisasi pelapor harus membuat informasi tersedia dengan cara yang dapat dimengerti dan dapat diakses oleh para pemangku kepentingan yang menggunakan informasi tersebut.

 

  • Keterbandingan

Organisasi pelapor harus memilih, menyusun, dan melaporkan informasi secara konsisten. Informasi yang dilaporkan harus disajikan dengan cara yang memungkinkan para pemangku kepentingan untuk menganalisis perubahan kinerja organisasi dari waktu ke waktu, dan yang bisa mendukung analisis relatif terhadap organisasi lainnya.

 

  • Keandalan

Organisasi pelapor harus mengumpulkan, mencatat, menyusun, menganalisis, dan melaporkan informasi serta proses yang digunakan dalam persiapan laporan dengan cara yang dapat diperiksa, serta memiliki kualitas dan materialitas informasi.

 

  • Ketepatan waktu

Organisasi pelapor harus melapor secara rutin sehingga informasi tersedia tepat waktu bagi para pemangku kepentingan untuk membuat keputusan yang terinformasi.

 

Terus update Peraturan-peraturan dan informasi terbaru sebagai wujud kontribusi kita terhadap lingkungan di tanah air kita. Bila ada pertanyaan seputar implementasi Sistem Manajemen Lingkungan, Audit Lingkungan, Audit Proper, Sistem Manajemen Energi, Audit Energi, Konservasi Energi, Perhitungan Konversi Energi dan Program untuk Semakin Meningkatan Kinerja Lingkungan supaya perusahaan semakin efisien dalam beraktivitas dan tetap berkontribusi untuk lingkungan ataupun piha-pihak yang terkait dengan organisasinya, Yuk Langsung hubungi Marketing Sentral Sistem Consulting Hotline:

 

Silakan langsung menghubungi:

Marketing Sentral Sistem Consulting

Hotline : 0821 2121 9252

Instagram : @ssc.jkt

Facebook : Sentral Sistem Consulting



Mendapat manfaat dari artikel ini? Klik like & share



Let's share this article



What do you think? Leave your comment here...

  • FREE WEBINAR: ADAPTASI STRATEGI KEUANGAN DALAM MASA KRISIS
    , 17 Sep 2021
  • Public Training Sistem Informasi Pelaporan Elektronik Lingkungan Hidup (SIMPEL)
    Cikarang, 28 Jun 2021 - 29 Jun 2021
  • Public Training - Calibration All Package
    Cikarang, 28 Jun 2021 - 02 Jul 2021
  • Virtual Training - Penyusunan Dokumen Lingkungan & Izin Lingkungan
    Jakarta, 11 Jun 2020
  • Virtual Training - Identifikasi Aspek Dampak Lingkungan
    Jakarta, 29 May 2020