PROGRAM MANAJEMEN ENERGI MENGADOPSI ISO 50001

18 Nov 2020   Kabar Sentral Sistem
Penulis : Marketing Sentral Sistem Consulting   dilihat 35 kali

Hemat Energi Yuk! Kita Terapkan Sistem Manajemen Energi 

PROGRAM MANAJEMEN ENERGI MENGADOPSI ISO 50001

 

DEFINISI: Manajemen Energi adalah Kegiatan terpadu dalam upaya mengendalikan konsumsi energi agar tercapai pemanfaatan energi yang efektif dan efisien untuk menghasilkan keluaran (output) yang maksimal melalui tindakan teknis secara terstruktur dan ekonomis, untuk mengoptimalkan pemanfaatan energi, termasuk energi untuk proses produksi dan disertai tindakan mengoptimalkan konsumsi bahan baku dan bahan pendukung.

 

Bahkan selama ini di Indonesia, telah tercantum regulasi yang bahkan bersifat mandatory terkait Program Manajemen Energi ini, termaktub dalam Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2009 tentang Konservasi Energi. Dijabarkan detail di dalam nya bagi pengguna energi hingga 6.000 TOE (Ton Oil Equivalent) ke atas per tahun, DIWAJIBKAN untuk menerapkan program manajemen energi.

 

Lewat upaya ini, tercatat sejak regulasi ini digulirkan, sebanyak 80 perusahaan/organisasi telah menerapakan Sistem Manajemen Energi (SME) secara menyeluruh melalui sertifikasi ISO 50001. Di samping itu, secara total akumulatif sebanyak 148 perusahaan/organisasi secara regular melakukan pelaporan manajemen energi nya kepada Dirjen EBTKE. Lebih jauh lagi tercatat pencapaian positif lainnya, berupa penghematan energi sebesar 25,18 TWh atau setara dengan Rp. 26,1 T yang dapat diklaim sebagai pencapaian dari penerapan regulasi pemerintah di atas.

 

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, melalui Dirjen EBTKE kembali berupaya mempertajam upaya terkait dengan Program Manajemen Energi, melalui revisi Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2009. Target penyelesaian revisi diperkirakan akhir tahun 2020 ini. Tujuan dari revisi PP tersebut, guna mendorong pengguna listrik untuk melaksanakan mandatori manajemen energi dari Kementerian ESDM lebih konsisten dengan cakupan bidang yang lebih luas lagi.

 

Revisi ini fokusnya tentang batas wajib pelaksanaan Manajemen Energi. Di PP 70, sebelumnya tertera pengguna energi senilai 6000 TOE (Ton Oil Equivalent) per tahun, WAJIB melaksanakan Manajemen Energi. Sementara poin di revisi nanti, lebih dipertajam lagi, dengan batasan mulai dari 4000 TOE itu sudah dikenai kewajiban mengadopsi Program Manajemen Energi.

Diproyeksikan dari revisi terhadap PP No 70 tahun 2009 tersebut diprediksi dapat menambahkan sekitar 20% pihak yang melaksanakan Manajemen Energi. Sasaran revisi tersebut  pada sektor industri dan transportasi.

 

ISO 50001 – Sistem Manajemen Energi

Mengapa diperlukan sebuah Sistem Manajemen Energi? Karena factual, baik dari berbagai studi yang dilakukan baik oleh lembaga resmi pemerintah di berbagai negara, maupun organisasi organisasi-organisasi energi, didapatkan konklusi:

Sebagian besar keberhasilan efisiensi energi diperoleh dari perubahan “cara mengelola energi” dibandingkan instalasi teknologi baru.

Disepakati pula oleh berbagai Lembaga-lembaga energi, baik pemerintah mau pun swasta/independent, bahwa Platform Internasional di dalam ISO 50001 menyediakan kerangka kerja dan metode terbaik dalam mengintegrasikan Efisiensi Energi ke dalam budaya perusahaan dan pengendalian proses sehari-hari.

Diperkenalkan sejak tahun 2011, Standar Internasional ISO 50001 – Sistem Manajemen Energi,  yang bertujuan untuk mendukung organisasi dalam upaya menetapkan sistem dan proses yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja energi dan konsumsi energinya. Platform system manajemen ini, menetapkan persyaratan EnMS (Energy Management System) untuk suatu Organisasi/Perusahaan. Secara fundamental, keberhasilan dalam penerapan EnMS akan mendukung budaya peningkatan kinerja energi yang bergantung pada komitmen dari semua tingkatan organisasi, terutama Manajemen Puncak.

 

Apa saja Keuntungan mengadopsi ISO 50001 ???

Penerapan Sistem Manajemen eEnergi dalam implementasinya, mendorong perubahan yang bersifat sederhana dalam organisasi untuk menghasilkan penghematan energi yang signifikan, dengan tanpa HARUS (selalu)  diiringi dengan investasi yang besar. Sebagian contoh konkrit, bagaimana perangkat dalam ISO 50001 dapat mewujudkannya, antara lain:

  • Aliran energi dan penggunaan nya menjadi lebih transparan
  • Perbaikan berkesinambungan dari kinerja energi melalui pengawasan terus-menerus dari aliran energi
  • Evaluasi desain dan kegiatan pengadaan yang berhubungan dengan kinerja energi
  • Identifikasi potensi penghematan energi melalui analisa data
  • Pengurangan biaya energi dan emisi gas rumah kaca
  • Proses yang kuat dan efektif memberikan keuntungan yang kompetitif
  • Kesadaran karyawan
  • Ketaatan pada persyaratan hukum
  • Stimulus untuk modernisasi

 

Besarnya potensi “cost saving” yang signifikan yang bisa didapatkan Perusahaan/Organisas dengan upaya penerapan ISO 50001, BUKAN menjadi motif “tertinggi” dari berbagai Perusahaan/Organisasi mengadopsi Sistem Manajemen Energi tersebut. Ternyata, masih ada 2 faktor yang lebih tinggi dan lebih dominan lagi. yakni: (1) Tindakan antsipatif terhadap regulasi pemerintah yang biasanya bersifat memaksa (mandatory), biasanya diiringi dengan kompensasi berupa berbagai  insentif khusus, serta fasilitas kebijakan fiskal khusus. (2) Citra – Company Image, yang diharapakan berimbas terhadap nilai “competitive advantage”.

Semua informasi di atas, berdasar pada sebuah study yang dilakukan oleh The Clean Energy Ministerial’s Energy Management Working Group (EMWG) terhadap 204 fasilitas Perusahaan/Organisasi yang telah mengimplementasikan EnMS – ISO 50001, dalam kurun waktu 2 tahun terakhir, terkait dengan tema: Identification of drivers, benefits, and challenges of ISO 50001 through case study content analysis. Dari keseluruhan 204 fasilitas tersebut, telah tercatat secara kumulatif angka penghematan dari sisi energi sebesar 53 trilliun Btus (56 PJ) setara dengan nominal 227 juta dollar US. Paralel terjadi pengurangan gas buang (CO2) sebesar 6.7 juta TON kubik.

Terlepas dari semua motivasi dan tujuan berbagai perusahaan/organisasi dalam mengadopsi ISO 50001, terdapat benefit “khas” yang akhirnya hampir selalu didapatkan (benefits achieved) pada saat perusahaan/organisasi telah tersertifikasi ISO 50001 dan konsisten dalam pelaksanaan penerapannya, yaitu: signifikan cost saving yang dirasakan oleh perusahaan/organisasi yang menerapkannya. Disusul dengan benefit “khas” lainnya, berupa terbangunnya budaya kesadaran akan perilaku hemat energi (Strong Energy-Aware Company Culture) yang disertai dengan peningkatan produktifitas perusahaan/organisasi.

Menariknya, tanpa pernah melihat data dan studi di atas, kebanyakan para pihak pemangku kepentingan, (stakeholder) secara seragam, selalu memakai variable “cost saving” sebagai argumen utama dalam mendorong/encourage perusahaan/organisasi untuk mengadopsi Program Manajemen Energi nya. Nyatanya, memang argumen tersebut tidaklah meleset jauh dari data dan hasil studi yang obyektif.

Di dalam artikel berikutnya, sebagai penyambung dari ulasan spesifik mengenai Program Manajemen Energi pada perusahaan/organisasi, kami akan coba paparkan sebuah studi kasus: Implementasi pada Mastelone Hnos.SA, sebuah perusahaan produsen dairy (produk susu beserta seluruh derivative nya) yang berkedudukan di Argentina, Amerika Selatan. Sebagai gambaran awal, berikut rangkuman studi kasus, sebagai penutup.

 

Ada pertanyaan seputar Review Peraturan, Dokumen-dokumen, Implementasi Program Sistem Manajemen Energi ISO 50001…? Kendala-kendala yang Dihadapi Dalam Implementasi ISO 50001…? Masih Bingung Cara Menghitung Penggunaan Energi….? Bagaimana Memahami Konservasi Energi… ,dll terkait Sistem Manajemen Energi Langsung hubungi Marketing Sentral Sistem Consulting.

 

PT Sentral Tehnologi Managemen (Sentral Sistem Consulting) mempunyai Divisi Environmental Improvement yang siap melayani Anda untuk memberikan konsultasi lingkungan dan membantu Penyusunan Dokumen AMDAL, UKL-UPL, SPPLH, SIMPEL, Program Safe and Save (Program Improvement Lingkungan untuk Safe untuk lingkungan dan Save dari pengeluaran biaya lingkungan), membantu Anda untuk Audit Proper Lingkungan. Untuk informasi lebih lanjut segera hubungi:

 

Silakan langsung menghubungi:

Marketing Sentral Sistem Consulting

Hotline : 0821 2121 9252

Instagram : @ssc.jkt

Facebook : Sentral Sistem Consulting

 



Mendapat manfaat dari artikel ini? Klik like & share



Let's share this article



What do you think? Leave your comment here...

  • Public Training Sistem Informasi Pelaporan Elektronik Lingkungan Hidup (SIMPEL)
    Cikarang, 19 Oct 2020 - 20 Oct 2020
  • Public Training - Calibration All Package
    Cikarang, 19 Oct 2020 - 23 Oct 2020
  • Virtual Training - Penyusunan Dokumen Lingkungan & Izin Lingkungan
    Jakarta, 11 Jun 2020
  • Virtual Training - Identifikasi Aspek Dampak Lingkungan
    Jakarta, 29 May 2020
  • OPEN DISCUSSION - QCC 7 TOOLS
    Jakarta, 14 May 2020