Rahasia Mendapatkan Komitmen Kerja yang Tulus dari Banyak Pihak

17 Oct 2017   Manajemen Perusahaan
Penulis : Imanuel Iman   dilihat 225 kali

Menjalankan program kerja dalam perusahaan diperlukan komitmen dari berbagai pihak, yakni Manajemen (Board of Director) dan Pelaksana (Manager, Supervisor, Staff). Komitmen kerja dari Manajemen dibutuhkan untuk tidak sekadar mendukung tetapi juga ikut terlibat dalam mensukseskan program, sedangkan komitmen kerja dari Pelaksana diperlukan untuk mau mengikuti dan menjalankan program yang telah ditetapkan.

Mendapatkan komitmen kerja yang tulus dari banyak pihak pastinya tidak mudah. Hanya terucap namun tidak terlaksana. Mungkin diantara kita pernah mendengar speech Manajemen ketika pembukaan program “Kami sangat mendukung dan berkomitmen untuk melaksanakan program ini. Program harus jalan, semua harus support!”. Kenyataannya, Manajemen tidak memantau proses dan progres pelaksanaan program dengan baik dan hanya menunggu hasil akhir.

Lain Manajemen, lain pula staff atau Pelaksana harian,  “Iya saya setuju sekali dengan program ini. Kita memang harus berubah. Saya merupakan orang yang sangat terbuka dan akan mendukung program ini 100%. Lets We do it!“. Semangat terucap dari mulut namun kenyataannya saat terjadi proses perubahan pada departemen mereka, muncul berbagai alasan. “Itu bagus, tapi nggak akan bisa jalan kalau yang lain atau Manajemen tidak support” atau “saya sangat mendukung, tapi saya juga dituntut untuk menyelesaikan pekerjaan lain, jadi saya harus menyelesaikan yang mana dulu?”

Sounds familiar? :)

Akibat dari hal di atas sudah diduga, program jalan di tempat. Secara perlahan program menguap hingga akhirnya dilupakan, terkalahkan dengan kesibukan sehari-hari.

Lalu dimana letak kesalahan komitmen kerja tersebut?

Berdasarkan pengalaman kami, komitmen di atas sebenarnya hanya merupakan komitmen lip service. Dalam lubuk hati Manajemen maupun Pelaksana, mereka sebenarnya tidak terlalu peduli dengan program yang dijalankan. Mengapa tidak peduli? karena program belum tentu sejalan dengan goal (tujuan) dan juga keinginan banyak pihak. Sejauh program tidak sesuai dengan goal berbagai pihak, maka akan sulit diperoleh komitmen kerja yang tulus dari Manajemen ataupun Pelaksana. Sebaliknya jika program sejalan dengan goal pihak-pihak yang berkepentingan, maka komitmen tulus akan muncul dengan sendirinya.

Oleh karena itu, sangatlah penting untuk menyamakan tujuan sebelum memulai suatu program. Jika perlu perdebatkan dulu goal-nya sampai kita mendapat kesamaan. Setelah tercapai kesepakatan tujuan, baru kemudian kita menyusun program kerja. Program kerja yang menuju ke pencapaian goal.

Goal yang saya maksud di sini adalah goal turunan dari goal besar yang terkait langsung dengan kepentingan dari masing-masing pihak yang terlibat. Goal yang sexy dan menarik buat pihak yang bersangkutan. 

Bagi Direktur, goal yang sexy adalah uang, efisiensi, kesehatan perusahaan. Dalam share holder meeting, Direktur selalu ditanyakan mengenai kinerja keuangan “Bagaimana perkiraan profit tahun ini? naik ya? tidak terjadi penurunan kan?“. Karena selalu ditanyakan mengenai uang (pemasukan) dan efisiensi, maka Direktur terpola untuk selalu berpikir uang, berpikir efisiensi. Program apapun asal bisa mendatangkan efisiensi, keuntungan, meningkatkan kesehatan perusahaan, akan didukung habis-habisan oleh Direktur, karena sejalan dengan goal dari Direktur.

Sebagai contoh, ?Perusahaan ingin menerapkan ISO 9001, kemudian ditetapkan goal mendapatkan sertifikat ISO 9001. Goal ini mungkin tidak menarik buat beberapa Direktur. Namun jika kita ubah goal-nya kearah uang, misalnya goal program ISO 9001 adalah untuk meningkatkan efisiensi, maka tentu hal ini akan menarik bagi Direktur.

“Bos, saya punya usul untuk menerapkan program A sehingga kita bisa menurunkan reject dari 5% menjadi 2%. Namun untuk menjalankan program ini kita perlu dana sebesar Rp 200 juta”. Ketika kita bicara seperti ini, kira-kira apa reaksi Manajemen? “Ide kamu bagus banget, tapi kita tidak ada budget tahun ini”. Namun jika kita mengubah goal, mengubah cara penyampaian ke arah uang, mungkin hasilnya akan berbeda. “Bos, biaya inefisiensi setahun yang diakibatkan oleh reject adalah 1 Milyar. Dengan kita menerapkan program A, kita menargetkan bisa mengurangi biaya inefisiensi menjadi 500 juta. Cost untuk menerapkan program adalah 200 juta”.

Menurut Anda, kira-kira bagaimana reaksi Manajemen mendengar program ini??

Bagi Pelaksana, goal yang sexy adalah meringankan pekerjaan, mengurangi masalah karena ini akan mengurangi tingkat stress dalam bekerja, atau goal yang terkait dengan peningkatan kinerja, Key Performance Indicator (KPI). Jika kita bisa membuat hubungan antara program dengan goal mereka, maka tentunya pihak Pelaksana akan senang dan melakukan support dengan tulus. Namun jika suatu program malah membuat pelaksana jadi repot, tentunya program ini tidak akan didukung.

Sebagai contoh, program pembuatan sistem/ prosedur/ SOP, goalnya adalah membuat sistem untuk menjadi acuan kerja. Jika goalnya seperti itu, apakah ini menarik untuk karyawan level staff sampai manajer? Pada kenyataannya, banyak juga pola pikir yang menyatakan bahwa sistem akan membatasi ruang gerak, membuat kerja menjadi lebih birokratis. Ketika pola pikir pelaksana seperti ini, apakah kita bisa mengharapkan komitmen dari mereka??

Dengan mengubah goal sesuai dengan harapan pelaksana, bahwa kita ingin membuat sistem yang bisa membuat karyawan bekerja dengan lebih efisien, mengurangi masalah, membantu pelaksana mencapai KPI yang telah ditetapkan, pembuatan sistem akan menjadi sesuatu yang menarik bagi pelaksana.

Dengan memiliki program yang berorientasi pada goal yang sejalan dengan goal dari masing-masing pihak, maka komitmen akan muncul dengan sendirinya. Anda tidak perlu memaksa Manajemen atau Pelaksana untuk berkomitmen terhadap program. Komitmen tidak bisa dipaksakan, komitmen harus tumbuh dari dalam. Komitmen yang tumbuh karena program sejalan dengan goal dari pihak yang bersangkutan.

——

Untuk mengetahui rahasia mendapatkan komitmen kerja yang tulus dari berbagai pihak, ikuti Seminar "How To Make Your System Simple & Sexy" dari Sentral Sistem Consulting. Klik untuk mendaftar sekarang!Hubungi kami di sini atau For More Information Please Contact Novi & Ayu (0821-1133-2010)  marketingssc@sentral-sistem.com Tlp : (021) 29067201-3 Fax : (021) 29067204



Mendapat manfaat dari artikel ini? Klik like & share



Let's share this article



What do you think? Leave your comment here...

  • Training Awareness & Workshop ISO 9001:2015 Sentral Sistem Consulting Desember 2017
    Bekasi, 19 Dec 2017 - 20 Dec 2017
  • Seminar How To Make Your System Simple and Sexy
    Bekasi, 12 Dec 2017
  • Training Awareness & Workshop ISO 14001:2015 Sentral Sistem Consulting September 2017
    Bekasi, 18 Oct 2017 - 19 Oct 2017
  • Training IATF 16949:2016 Sentral Sistem Consulting September 2017
    Bekasi, 27 Sep 2017 - 28 Sep 2017
  • Seminar Manajemen Risikio dalam ISO 9001:2015 Sentral Sistem Consulting
    Bekasi, 26 Sep 2017