Tips untuk Manajer: Mengelola Konflik dalam Organisasi

23 Feb 2017   Organisasi dan SDM
Penulis : Imanuel Iman   dilihat 730 kali

Konflik dalam perusahaan tak melulu hal yang buruk. Adanya konflik artinya ada proses kontrol, berjalannya proses koreksi atas suatu praktek yang dianggap tidak sesuai oleh pihak yang berseberangan. Ketika konflik tersebut dikelola dengan baik, dalam artian di bahas hingga tuntas, akan muncul pemahaman baru, aturan baru, keseimbangan baru.

Sebaliknya ketiadaan konflik justru menimbulkan suatu pertanyaan besar. Apakah praktek tersebut sudah sempurna sehingga tidak ada celah untuk dikoreksi? atau orang bersifat apatis? Biarkan saja deh ngapain ambil pusing? atau terjadi konspirasi untuk menyepakati penyimpangan atau pun kelemahan yang terjadi.

Merujuk pada kasus di atas, Pemimpin atau Manajer perusahaan perlu merasa senang dengan adanya konflik. Namun konflik harus dikelola dengan baik untuk tidak berubah menjadi suatu hal yang negatif, merusak harmonisasi, hubungan kerja antar bagian. Oleh karena itu Pemimpin perlu memiliki kemampuan untuk mampu mengendalikan konflik, membuat konflik sebagai bagian dari proses kontrol, bagian dari proses untuk menciptakan hasil yang lebih baik.
Untuk dapat mengelola konflik menjadi suatu berkah, perusahaan perlu melakukan beberapa hal sebagai berikut

1. Mengubah budaya, pola pikir: Masalah diangkat untuk diselesaikan, bukan untuk mendiskreditkan orang.

Kita tidak bisa mengubah masa lalu. Masalah sudah terjadi, we can not undo the story. Masalah diangkat untuk menciptakan solusi, menciptakan masa depan yang lebih baik.

  • Pemimpin perlu menekankan pentingnya seseorang untuk berani bicara. Berani bicara artinya peduli, tidak bicara artinya tidak peduli. Hal ini perlu ditekankan karena kita belum terbiasa untuk bicara dengan alasan klasik “tidak enak, takut menyinggung perasaan teman”. Namun pemimpin juga perlu cermat dalam melihat ketulusan seseorang dalam mengangkat suatu masalah.
  • Pemimpin juga perlu melatih seseorang untuk lebih berpikir positif, tidak merasa disalahkan, tidak terlalu defensif saat masalahnya diangkat. Pemimpin harus mengarahkan supaya diskusi tidak difokuskan ke Why, tetapi fokus ke HOW, menetapkan solusi atas permasalahan yang terjadi.
  • Awal dimulainya proses keterbukaan pastinya akan mendatangkan turbulensi karena kita tidak terbiasa. Pemimpin harus terus mendorong terciptanya budaya ini, jangan mundur, maju terus, hingga akhirnya perusahaan terbiasa dengan keterbukaan.

2. Mempersiapkan Pemimpin untuk berani dan terbiasa dengan konflik.

Tugas pemimpin adalah melakukan perubahan untuk menciptakan kondisi yang lebih baik. Dalam setiap perubahan terdapat potensi konflik yang terjadi karena keengganan orang untuk berubah. Semakin besar perubahan yang dilakukan, semakin besar hasil yang bisa dicapai, namun semakin besar pula potensi konflik yang mungkin timbul. Oleh karena itu Pemimpin harus siap dan berani dalam menghadapi konflik.

3. Konflik harus diselesaikan hingga tuntas, tidak sekadar hanya dibicarakan.

Konflik yang tidak diselesaikan akan menjadi api dalam sekam, yang setiap saat bisa meledak. Pemimpin perlu fokus untuk menjadi mediator hingga tercipta solusi atas konflik yang terjadi. Jangan berhenti sebelum tercapai solusi atas konflik.

Perusahaan yang baik akan melihat konflik sebagai bagian dari proses kontrol, proses demokrasi, bukan bagian dari proses perpecahan, sehingga tidak menjadi over reaktif dengan adanya perbedaan, yang sering kali dianggap sebagai bentuk dari ketidakharmonisan tim.

Baca juga:

——

Sentral Sistem merupakan Konsultan Strategi Manajemen yang fokus pada Peningkatan Kinerja Perusahaan, yakni Kinerja Bisnis, Mutu, Produktivitas, Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) dan Lingkungan. Servis lainnya berupa konsultasi dan training ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, IATF 16949, ISO 17025, ISO 13485, ISO 27001, ISO 50001, ISO 22000, GMP, AS 9100, AS 9120, dll. Hubungi kami di sini atau telepon 021-29067201-3.



Mendapat manfaat dari artikel ini? Klik like & share



Let's share this article



What do you think? Leave your comment here...

  • Seminar How To Make Your System Simple and Sexy
    Bekasi, 19 Dec 2017
  • Training Awareness & Workshop ISO 14001:2015 Sentral Sistem Consulting September 2017
    Bekasi, 18 Oct 2017 - 19 Oct 2017
  • Training IATF 16949:2016 Sentral Sistem Consulting September 2017
    Bekasi, 27 Sep 2017 - 28 Sep 2017
  • Seminar Manajemen Risikio dalam ISO 9001:2015 Sentral Sistem Consulting
    Bekasi, 26 Sep 2017
  • Training Awareness & Workshop ISO 14001:2015 Sentral Sistem Consulting September 2017
    Bekasi, 26 Sep 2017 - 27 Oct 2017