Train The Trainer

01 Oct 2019   Organisasi dan SDM
Penulis : Imanuel Iman   dilihat 25 kali

Train the Trainer

 

Train the trainer bukan ilmu public speaking, tetapi ilmu penyampaian pesan, supaya peserta mampu menyerap ilmu yang disampaikan hingga ke taraf awal perubahan mindset. Belajar Train the trainer bukan belajar bagaimana menguasai peserta, membuat peserta tertawa, tidak mengantuk selama training, tetapi bagaimana seorang trainer bisa memberi pencerahan kepada peserta hingga mampu merubah pola pikir sesuai ilmu yang disampaikan.   

 

Berkaca pada 4 level pengukuran efektifitas training,

  1. Level 1 pengukuran reaktif, umpan balik dari peserta
  2. Level 2 pengukuran penyerapan ilmu oleh peserta, yang sering dilakukan dengan cara melaksanakan pre dan post test
  3. Level 3 pengukuran perubahan perilaku
  4. Level 4 penerapan ilmu hingga mampu mampu memberikan pengembalian investasi atas training yang dilakukan,

 

Maka program Train the Trainer seharusnya difokuskan untuk mendidik seorang trainer untuk bisa menyampaikan pesan hingga mampu merubah pola pikir sesuai ilmu yang disampaikan. Program Train the trainer harus mampu mendorong tercapainya keefektifan training minimal sampai ke level 3.    

 

Untuk mendapatkan hasil optimal, dimana trainer harus didorong untuk memiliki kemampuan menyampaikan pesan hingga ke tingkat perubahan mindset, maka trainer harus menjalankan tahapan sebagai berikut:

  1. Persiapan

Dimulai dari memahami topik dan pesan yang ingin disampaikan, memahami kondisi psikologis peserta, membuat modul pelatihan yang edutainment (edukasi dan entertainment) serta membuat workshop untuk meningkatkan pemahaman peserta.

  1. Pelaksanaan training
    1. Trainer harus memahami bahwa gelombang pembelajaran yang terbaik adalah gelombang alfa, dimana otak berada dalam kondisi relax, namun siap menerima informasi. Trainer harus terus memantau kondisi peserta untuk selalu berada dalam gelombang alfa, paling tidak lebih dari 70% peserta berada dalam gelombang alfa. Cara terbaik untuk membawa peserta ke dalam gelombang alfa, adalah membuat training yang bersifat edutainment (edukasi dan entertainment).
    2. 10 menit awal adalah kunci untuk masuk ke pelaksanaan training yang efektif. Oleh karena itu trainer harus mampu membuat pembukaan yang hebat, untuk mendapat respect dari peserta dan membawa peserta masuk ke gelombang alfa.
    3. Pelaksanaan training. Banyak orang yang berpikir bahwa pelaksanaan training adalah jantungnya program Train the trainer, itulah sebabnya banyak program Train the trainer terfokus pada penjelasaan saat pelaksanaan training. Namun menurut saya, jantungnya Train the trainer adalah persiapan dan pembukaan.
      1. Modul yang baik, modul yang keren, akan sangat membantu trainer yang kaku sekalipun untuk dapat terlihat baik. Disisi lain, modul yang jelek, persiapan yang kurang, akan membuat trainer yang baik menjadi terlihat jelek J
      2. Pembukaan adalah kunci untuk masuk ke program training, Pembukaan yang baik bisa membawa peserta masuk ke dalam suasana training dan juga akan menjadi energi yang sangat baik untuk trainer masuk ke pertunjukan utamanya.

Pelaksanaan training adalah panggung dari seorang Trainer. Trainer akan bisa tampil dengan baik, jika memiliki persiapan dan pembukaan yang baik. Dengan memiliki kedua hal tersebut, maka panggung Training akan menjadi milik Trainer dan peserta siap menerima pertunjukan training dengan sukacita.

Selama pelaksanaan Training, Trainer harus mampu menjaga suasana training tetap berada dalam gelombang alfa. Oleh karena itu trainer harus terus memantau situasi dan melakukan tindakan sesuai kondisi yang terjadi selama training. Trainer juga harus mampu membuat suasana training menjadi training yang interaktif 2 arah, membangun suasana training yang lebih ke arah diskusi untuk menarik keterlibatan peserta masuk kedalam dunia ilmu yang disampaikan.

 

 

 

 

 

 

  1. Tahapan terakhir dari program Train the trainer adalah melakukan evaluasi pelaksanaan training. Evaluasi perlu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan Trainer untuk bisa membuat program training yang lebih baik. Evaluasi perlu dilakukan oleh semua trainer. Trainer yang sudah berpengalaman puluhan tahun juga tetap melakukan evaluasi untuk terus berkembang menjadi trainer yang up to date dan trainer yang lebih hebat dan lebih hebat lagi. There is no limit for perfection.

 

Semoga tulisan ini bisa memberi inspirasi untuk membangun program Train of Trainer.

 

 

Imanuel Iman

Penulis buku Transforming Organization.



Mendapat manfaat dari artikel ini? Klik like & share



Let's share this article



What do you think? Leave your comment here...

  • Public Training Sistem Informasi Pelaporan Elektronik Lingkungan Hidup (SIMPEL)
    Cikarang, 17 Dec 2019 - 18 Dec 2019
  • Public Training Internal Audit Based Risk & Performance based on ISO 19011:2018
    Cikarang, 17 Dec 2019 - 18 Dec 2019
  • Public Training Problem Solving & Decision Making
    Cikarang, 17 Dec 2019 - 18 Dec 2019
  • Core Tools Training (New FMEA, SPC, MSA, APQP - PPAP)
    Cikarang, 10 Dec 2019 - 13 Dec 2019
  • Cara Baca Sertifikat dan Validasi Alat Ukur
    Kota Bekasi, 10 Dec 2019