Sentral Approach Consultation

Tantangan dalam mengadopsi sistem baru, baik sistem Manajemen Bisnis, Mutu, K3 (Kesehatan-Keselamatan-Kerja), Lingkungan dan sistem lainnya adalah mengubah kebiasaan. Sudah menjadi sifat manusia untuk memiliki kecenderungan mempertahankan kebiasaan lama atau sulit keluar dari zona nyaman.

Oleh karena itu Sentral Sistem mengembangkan sistem konsultasi yang tidak hanya memberikan informasi terkait sistem yang akan diadopsi, namun Sentral Sistem masuk lebih jauh dalam memberikan landasan Pola Pikir, Reason Behind dari adanya suatu sistem. Reason behind yang terkait dengan kinerja perusahaan, kinerja Bisnis (meningkatkan daya saing) – Mutu - K3 – Lingkungan - Energi - Tanggung jawab legalitas, sosial dan kinerja lainnya.

Dalam menjalankan program konsultasi, Sentral Sistem menerapkan sistem 5 Pilar Transformasi, metode orisinil Sentral Sistem yang digunakan dalam menjalankan proses Transformasi pada perusahaan.

PIlar 1: Pengetahuan
Pengetahuan memberi landasan pijakan baru bagi manusia. Pengetahuan setiap tahun berubah mengikuti temuan-temuan baru. Metode yang digunakan Sentral Sistem dalam meningkatkan pengetahuan adalah metode Fun-Education. Peserta harus menikmati proses pembelajaran yang mudah dan praktis (tidak teoritis), membuat belajar menjadi mudah dan menyenangkan.

Pilar 2: Pola Pikir
Dalam setiap pembelajaran yang dilakukan, Sentral Sistem selalu menetapkan POLA PIKIR baru yang akan ditanamkan kepada peserta. Dengan adanya POLA PIKIR baru, maka peserta memiliki motivasi untuk berubah, mengikuti perubahan POLA PIKIR yang terus berubah sesuai perkembangan penemuan-penemuan baru.

Pilar 3: Motivasi untuk berubah

Perubahan Pola Pikir akan mendorong motivasi manusia untuk berubah. Sesuai dengan penanaman Pola Pikir baru, Sentral Sistem terus mendorong manusia untuk berubah.

“Anda tidak bisa hanya fokus pada rutinitas, perkembangan dunia saat ini menuntut Anda untuk terus menerus melakukan Improvement. Jika ini tidak dilakukan maka Perusahaan tidak akan mampu bertahan. Pilihan kita saat ini hanya ada 2, Improve or Die”

Pilar 4 : Standarisasi
Tugas pemimpin adalah menciptakan sistem yang lebih baik untuk generasi berikutnya. Setiap permasalahan yang muncul harus dianalisa untuk kemudian dijadikan pembelajaran bagi generasi berikutnya. “There is no mistake only lesson (Tidak ada kesalahan yang ada adalah pembelajaran)” menjadi basic pola pikir yang harus ditanamkan pada seorang Pemimpin. Pemimpin bukan seorang problem solver, yang mampu menyelesaikan masalah saat ini. Seorang Pemimpin harus mampu menciptakan fondasi yang kuat untuk mampu membuat perusahaan bertahan untuk masa depan.

Pilar 5: Dorongan
Tidak semua orang dapat dengan mudah diajak untuk berubah. Beberapa orang “mungkin” perlu didorong atau ditarik untuk keluar dari zona nyamannya. Perusahaan tidak boleh kalah oleh segelintir orang yang tidak mau berubah.

Sangatlah baik jika Perusahaan juga memiliki sistem untuk mendorong orang-orang yang sulit berubah untuk harus mau mengikuti perubahan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Awalnya terpaksa-kemudian terbiasa-hingga akhirnya menjadi budaya. Pilar dorongan adalah Pilar terakhir. Saat manusia yang sulit berubah sudah menjadi manusia yang mau berubah, perusahaan harus mengganti Pilar dorongan ke arah Pilar Motivasi.