Butuh bantuan? Chat dengan kami via WhatsApp

About Us

Sentral Sistem Consulting was founded in 1999. Until now, Sentral Sistem has continued to develop into a consultant that focuses on increasing Performance through Human Resources Capacity Improvement and Business Process Automation.

Our Services

After 20th we still continue to providing more solution for you to meet the future's challenge

Why Us

Tailor Made

We never use same standard for each company. Every company is unique. Then, we always develop custom method.

Five Pillars of Transformation

We blend five basic foundations of transformation: Knowledge, Mindset, automation, people development, and Management improvement

No Success, No Pay

you only pay if we success improve your company

Delivered and Taught by Experts

Our consultant not only expert in knowledge, but also have intensive experience in practical

Free Consultation Program

Your benefit is more than your expense! And it's proven by exact agress calculation

What's new on sentral sistem?

Peran Perusahaan Dalam Pencapaian NDC Pemerintah Indonesia Menuju Net Zero 2060

Peran Perusahaan Dalam Pencapaian NDC Pemerintah Indonesia Menuju Net Zero 2060 Oleh: Sya'bani Abdullah Amir   Indonesia turut berkontribusi dalam pencapain Net Zero tahun 2060 dengan menetapkan target kontribusi yang ditetapkan secara nasional atau Nationally Determined Contribution (NDC) dan pengendalian emisi gas rumah kaca sebesar 29% (dua puluh sembilan persen) sampai dengan 41% (empat puluh satu persen) pada tahun 2030 dalam pembangunan Nasional. Kebijakan tersebut ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon untuk Pencapaian Target Kontribusi yang Ditetapkan secara Nasional dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dalam Pembangunan Nasional. Guna memastikan kebijakan tersebut diimplementasikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menetapkan Tata Laksana yang disampaikan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 21 Tahun 2022 tentang Tata Laksana Penerapan Nilai Ekonomi Karbon. Pelaksanaan upaya pencapaian target NDC dilakukan melalui penyelenggaraan Mitigasi Perubahan Iklim dan Adaptasi Perubahan lklim. Mitigasi Perubahan Iklim adalah usaha pengendalian untuk mengurangi risiko akibat perubahan iklim melalui kegiatan yang dapat menurunkan emisi atau meningkatkan penyerapan GRK dan penyimpanan/penguatan cadangan karbon dari berbagai sumber emisi. Adaptasi Perubahan Iklim adalah upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan iklim, termasuk keragaman iklim dan kejadian ekstrim sehingga potensi kerusakan akibat perubahan iklim berkurang, peluang yang ditimbulkan oleh perubahan iklim dapat dimanfaatkan, dan konsekuensi yang timbul akibat perubahan iklim dapat diatasi. Perusahaan / Pelaku Usaha diwajibkan untuk dapat berkontribusi dalam pelaksanaan mitigasi perubahan Iklim. Pelaksanaan mitigasi perubahan iklim dilakukan dengan menetapkan dan melaksanakan ketentuan sesuai Gambar Berikut:     Gambar 1. Tahapan Pelaksanaan Mitigasi Perubahan Iklim     Target perusahaan dalam pengurangan GRK dapat disesuaikan dengan NDC pemerintah Indonesia yaitu dengan menetapkan di Tahun 2030 tercapai pengurangan emisi GRK 29 – 41 %. Selain mengacu kepada ketentuan regulasi, pendekatan implementasi yang dilakukan oleh perusahaan juga dapat mengadopsi dari standar PAS 2060:2014 Tentang Spesifikasi Untuk Menunjukan Netralitas Karbon. Standar PAS 2060 menunjukan metode implementasi yang hampir sama dengan pendekatan implementasi yang ditetapkan pemerintah Indonesia. Adapun tahapan utama implementasi PAS 2060 dapat dilihat pada gambar berikut:       Konrtribusi perusahaan dalam pencapaian NDC pemerintah Indonesia terkait Net Zero juga dapat digunakan untuk meningkatkan indeks ESG perusahaan dan sejalan untuk kebutuhan pengungkapan perusahaan dalam laporan keberlanjutan dan penilaian PROPER. Ingin tahu lebih banyak tentang Carbon Neutral dan Program Improvement Lingkungan lainnya, segera hubungi Sentral Sistem Consulting. Kami siap membantu Anda untuk terus menjaga kelestarian lingkungan dengan terus melakukan peningkatan berkelanjutan dalam optimalisasi Program Lingkungan Anda. Lingkungan, bukan hanya untuk Perusahaan, untuk SAYA dan ANAK CUCU  

Rumus Matematika untuk Terhindar dari Krisis dan Tumbuh Lebih Cepat

Rumus Matematika untuk Terhindar dari Krisis dan Tumbuh Lebih Cepat Oleh: Imanuel Iman CEO Sentral Sistem Consulting Penulis Buku Transforming Organization     Kesiapan + Krisis = BertahanKesiapan + Peluang = Tumbuh Lebih Cepat Bagaimana cara kita menerapkan rumus matematika tersebut dalam perusahaan? Kita perlu jeli mengamati situasi saat ini yang bisa mempengaruhi masa depan! Baik itu pengaruh negatif ataupun positif, kemudian melakukan tindakan untuk MEMPERSIAPKAN DIRI menghadapi krisis atau menangkap peluang, sehingga rumus matematikanya bekerja. Contoh Penerapan Rumus Matematika 1 (KESIAPAN + KRISIS = BERTAHAN) 1. Sebagai perusahaan konsultan, kemunculan covid tentu sangat membuat resah. Semua perusahaan fokus menangani covid. Kami, Sentral Sistem Consulting menyadari itu dan segera melakukan persiapan untuk mencari peluang di tengah krisis dan bersiap menghadapi penurunan penjualan. Bersyukur, akhirnya Sentral Sistem Consulting berhasil melewati krisis tanpa ada pengurangan karyawan dan pengurangan benefit! Bahkan kami masih bisa membayarkan uang pensiun ke driver kami yang sudah mengabdi belasan tahun sebanyak 110 juta! 2. Contoh lain adalah keberhasilan Indonesia menghadapi covid. Kunci utama keberhasilan Indonesia bukanlah terletak pada pelaksanaan vaksinasi melainkan KESIAPAN untuk melaksanakan vaksin. Saat itu pemerintah bekerja cepat memesan ratusan juta vaksin dari berbagai negara, sehingga bisa mendapatkan vaksin yang cukup untuk 270 juta penduduk Indonesia (Negara no 4 terpadat di dunia). Coba Anda bayangkan jika Indonesia terlambat memesan, maka akan terjadi kelangkaan vaksin yang akan membuat Indonesia krisis besar. Setelah membahas contoh aktual penerapan rumus 1, sekarang kita bahas contoh aktual penerapan rumus matematika 2 (Kesiapan + Peluang = Tumbuh Lebih Cepat) Contoh Penerapan Rumus Matematika 2 (KESIAPAN + PELUANG = TUMBUH LEBIH CEPAT) Sekarang ini dunia bisnis terus bergerak lebih cepat, bergerak secara eksponensial akibat percepatan pertumbuhan teknologi. Oleh karena itu perusahaan harus mulai membuat persiapan untuk bisa menjalankan bisnis di masa depan. Perusahaan perlu mempersiapkan diri untuk bisa mengadopsi sistem digital, sistem otomasi, sistem digital marketing, dan teknologi lainnya untuk bisa menangkap peluang yang akan tercipta di masa depan. Jika terlambat, maka peluang itu akan lenyap begitu saja diambil oleh kompetitor atau pemain baru yang lebih siap. Demikian juga dengan kami, Sentral Sistem terus berbenah untuk menciptakan digital sistem, mulai dari sistem berbasis digital, hingga training berbasis digital. Kami pun mengembangkan sistem pembelajaran yang mengikuti perkembangan zaman, yaitu sistem pembelajaran “Problem Based Learning” seperti yang sudah kami publish di Youtube Sentral Sistem. Susah? Tentu saja susah. Kita ini seperti bekerja untuk sesuatu yang belum ada hasilnya. Dorongan untuk berhenti sangat besar karena hasilnya belum terasa, tapi biaya terus keluar, apalagi sekarang ini masih dalam fase penyembuhan. Tapi hal ini penting untuk menangkap peluang di masa depan. Oleh karena itu, siapkan budget untuk pengembangan, perlakukan ini sebagai bagian dari intangible asset. Pembelian asset yang di depresiasikan seperti asset fisik lain sehingga tetap ada tolok ukurnya. Jadi, tidak ada kata krisis jika kita memiliki kesiapan. Krisis hanya terjadi untuk mereka yang tidak siap! Salam ImprovementThere is always room for improvement !

PDCA (PART 1) : MANAGEMENT PENINGKATAN KINERJA

 Langkah mencapai target memperbaiki permasalahan perusahaan dengan konsep PDCA ( Plan Do Check Action)

PDCA (PART 2) : BAGAIMANA MENGATASI KERUGIAN

Bagaimana Cara perusahaan menganalisis penyebab kerugian dan cara mengatasinya melalui PDCA

PUBLIC TRAINING CALIBRATION ALL PACKAGE (DECEMBER BATCH)

    REGISTER HERE!   Public Training Kalibrasi Sistem manajemen mutu men-syaratkan perusahaan untuk melakukan kalibrasi peralatan ukur yang dipakai selama proses produksi. Selain untuk persyaratan admnistrasi, manfaat kalibrasi sesungguhnya banyak sekali. Salah satunya, untuk menghindari cacat produk serta untuk meminimalisir kecelakaan kerja ketika proses produksi. Oleh karena itu, alangkah lebih baik jika sebuah perusahaan memiliki kalibrator internal untuk mengkalibrasi alat ukur secara rutin.   Tujuan Training Kalibrasi Memiliki kemampuan melakukan kalibrasi alat ukur dengan metode dan prosedur yang berlaku secara internasional. Dan mengetahui Teknik kalibrasi / verifikasi alat ukur / alat pantau besaran Dimensi dan Volume. Mampu melakukan kalibrasi internal secara tepat. Mengerti mengenai standar dari masing-masing konsep kalibrasi / verifikasi dan manajemen kalibrasi, sesuai dengan standar acuan yang sudah dibakukan. Peserta mampu melaksanakan kalibrasi alat ukur serta Analisa perhitungan ketidakpastian dari data kalibrasi dengan memahami ketidakpastian dan perhitungannya. Dengan kalibrasi mengetahui seberapa jauh kesalahan (penyimpangan) alat ukur tersebut, sehingga ketelitian alat ukur tersebut dapat diketahui. Mampu dan mengerti membaca atau membuat laporan hasil kalibrasi / sertifikat kalibrasi.   Nilai Tambah Training Kalibrasi bersama Sentral Sistem Training dengan konsep ROTI (Return On Training Investment). Peserta diwajibkan menerapkan ilmu yang sudah diberikan. Menerapkan “Implementation Challenge” Menyusun satu rencana perbaikan yang disepakati oleh Management Menyusun program kerja untuk mencapai target Melaksanakan program kerja, evaluasi dan perbaikan Presentasi hasil, menyampaikan ide dan gagasan Fokus pada perubahan pola piker Training dengan pendekatan logika Training yang bersifat “Fun” Sentral Sistem memiliki Laboratorium Kalibrasi sendiri yang telah terakreditasi KAN. Trainer Sentral Sistem memiliki banyak pengalaman menyelesaikan permasalahan teknis di lapangan seputar kalibrasi alat.   REGISTER HERE!

PUBLIC TRAINING SISTEM INFORMASI PELAPORAN ELEKTRONIK LINGKUNGAN HIDUP (SIMPEL)

    REGISTER HERE!   Kewajiban pelaporan lingkungan hidup diberlakukan mulai tahun 1986, saat peraturan pemerintah mengenai AMDAL berlaku. Selama ini, mekanisme pelaporan kinerja lingkungan oleh perusahaan bersifat manual (harcopy) dan dinilai menyusahkan. Perusahaan melapor kondisi lingkungan baik analisis dampak lingkungan, pencemaran udara, air, hingga limbah bahan beracun berbahaya (B3) memerlukan waktu lama. Sistem kurang efisien berimbas biaya tambahan tak sedikit bagi perusahaan.   Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan meluncurkan Sistem Pelaporan Elektronik Lingkungan (Simpel). Dengan sistem ini, diharapkan mekanisme pelaporan lingkungan perusahaan bisa berjalan lebih cepat, efisien dan akuntabel.   Sistem Pelaporan Elektronik Perizinan Bidang Lingkungan Hidup Bagi Usaha dan/atau Kegiatan (SIMPEL) adalah aplikasi pelaporan online pengganti pelaporan cetak yang selama ini dikirim ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dengan SIMPEL, perusahaan tidak perlu lagi mengirim laporan berbentuk hardcopy, cukup lapor online disertai file attachment pendukung   Pertanyaannya, apakah sosialisasi mengenai kewajiban pelaporan dan sistem pelaporan kinerja lingkungan sudah efektif dilakukan ? Sistem Pelaporan ekeltronik (SIMPEL) yang sudah diterapkan oleh KLHK, selama ini masih terlihat kurang efektif karena masih banyak perusahaan yang belum memahami sistem pelaporannya, dimungkinkan karena proses sosialisasi belum bisa dilakukan ke semua perusahaan, walaupun KLHK sudah menerbitkan panduan mengenai pengisisan SIMPEL.   Agenda : Apa itu SIMPEL Apa manfaat SIMPEL bagi perusahaan? Bagaimana cara registrasi akun SIMPEL Bagaimana teknis pengisian SIMPEL Seperti apa tanda terima pelaporan SIMPEL Workshop : Teknis pendaftaran akun SIMPEL Teknis pengisian SIMPEL Teknis pencetakan tanda terima elektronik TUJUAN TRAINING: Memberikan pengetahuan dasar mengenai pelaporan Dokumen Lingkungan Memberikan pengetahuan yang bersifat spesifik dan teknis dalam penerapan sistem pelaporan elektronik (SIMPEL) KLHK. MANFAAT: Meningkatkan kemampuan teknis dan keterampilan untuk menyusun pelaporan dokumen lingkungan bagi suatu kegiatan/usaha yang direncanakan. Meningkatkan kemampuan teknis dan keterampilan untuk penerapan sistem pelaporan elektronik (SIMPEL) NILAI TAMBAH TRAINING SENTRAL SISTEM : Materi training Aplikasi improvement untuk mengendalikan dampak lingkungan SASARAN PESERTA : Health, Safety, & Environmental Management Representative (HSE MR) Manager Koordinator ISO / Document Control     REGISTER HERE!

SEMINAR BEDAH CORE TOOLS 3

REGISTER NOW! Seminar Bedah Core Tools 3   ISO/TS 16949 saat ini telah di-release oleh International Automotive Task Force (IATF) final edisi ke 4 pada tanggal 1 Oktober 2016 yang lalu, dan dinamai IATF 16949. Meskipun sudah tidak bernaung pada organisasi ISO lagi, namun penerapan IATF 16949 tidak berdiri sendiri, tetap mengacu standard ISO 9001:2015 dan Customer Specific Requirements(CSR’s). Untuk memenuhi kriteria sesuai standard IATF 16949, banyak tools yang diperlukan dalam prosesnya. Beberapa tools tersebut di antaranya APQP, PPAP, FMEA, MSA, dan SPC. Masing-masing tools tersebut digunakan untuk kondisi dan masalah yang berbeda-beda. Oleh karena itu dibutuhkan pengetahuan khusus untuk dapat mengaplikasikannya dengan tepat. Agenda Seminar Bedah Core Tools 3 Cara mudah memahami Core Tools Penggunaan Core Tools untuk analisa Pembahasan penerapan Core Tools APQP-PPAP, rahasia sukses untuk produksi massal FMEA, fondasi membangun sistem produksi berbasis pencegahan SPC, validasi proses produksi dan menjaga kestabilan proses MSA, validasi sistem pengukuran Keterkaitan APQP, PPAP, FMEA, MSA, SPC Nilai Tambah Training Kalibrasi bersama Sentral Sistem Training dengan konsep ROTI (Return On Training Investment). Peserta diwajibkan menerapkan ilmu yang sudah diberikan. Menerapkan “Implementation Challenge” Menyusun satu rencana perbaikan yang disepakati oleh Management Menyusun program kerja untuk mencapai target Melaksanakan program kerja, evaluasi dan perbaikan Presentasi hasil, menyampaikan ide dan gagasan Fokus pada perubahan pola pikir Training dengan pendekatan logika Training yang bersifat “Fun” Sentral Sistem memiliki Laboratorium Kalibrasi sendiri yang telah terakreditasi KAN. Trainer Sentral Sistem memiliki banyak pengalaman menyelesaikan permasalahan teknis di lapangan seputar kalibrasi alat.  REGISTER NOW!  

FREE WEBINAR CARBON NEUTRAL PAS 2060:2014

      DAFTAR SEKARANG! LIMITED SEAT!   Salah satu isu lingkungan yang berkembang di dunia saat ini yaitu terkait pemanasan global atau meningkatnya suhu permukaan bumi. Hal tersebut terjadi karena adanya efek rumah kaca atau terjadinya peningkatan gas rumah kaca di atmosfer. Peningkatan gas rumah kaca terjadi karena banyaknya kegiatan yang menghasilkan gas rumah kaca atau emisi baik pada sektor industri, transportasi, pertanian ataupun usaha lainnya. Pemanasan global memberikan dampak negatif untuk keberlanjutan kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya. Adapun dampak negatifnya dapat berupa meningkatnya suhu bumi, meningkatnya permukaan air laut, kepunahan biota dan mahluk hidup, serta dapat menyebabkan kelangkaan air bersih. Kegiatan atau usaha yang menghasilkan emisi atau gas rumah memiliki tanggung jawab untuk mengendalikan emisi yang dihasilkan bahkan pengendalian yang diharapkan bagaimana cara agar organisasi mampu menyeimbangkan antara emisi yang dihasilkan dengan yang diserap atau dihilangkan. Terdapat standar yang dapat di adopsi untuk merencanakan proses tersebut secara sistematis yaitu dengan menggunakan standar PAS 2060:2014 terkait Carbon Neutral. Carbon Neutral adalah istilah yang digunakan dalam upaya menyeimbangkan antara jumlah karbon dioksida atau gas rumah kaca yang dilepaskan ke atmosfer dengan cara mengurangi emisi gas rumah kaca dalam suatu kegiatan atau mengeliminasi secara total emisi gas rumah kaca. Misalnya suatu perusahaan menanam pohon untuk mengurangi jumlah gas rumah kaca yang dikeluarkan dalam proses produksi perusahaan tersebut, kegiatan ini bisa juga disebut sebagai Carbon offset. Agenda : Isu Efek Rumah Kaca dan Pemanasan Global. Kebijakan terkait Emisi di Indonesia Dasar PAS 2060:2016 Penetapan Lingkup Carbon Neutral Pengukuran Emisi Pengurangan Emisi Penyeimbangan Emisi Dokumentasi dan Verifikasi   TUJUAN TRAINING: Peserta memahami dasar penerapan Carbon Neutral berdasarkan standar PAS 2060:2014. Peserta memahami teknis untuk mengurangi, mengganti atau mengiliminasi emisi yang dihasilkan oleh perusahaan. Meningkatnya kepedulian peserta terhadap lingkungan hidup.   MANFAAT: Dapat melakukan perhitungan emisi karbon yang dihasilkan atau dikeluarkan perusahaan. Dapat menetapkan strategi atau program kerja untuk mengurangi emisi karbon yang dihasilkan Dapat menetapkan strategi offset karbon Membantu negara dalam pencapaian carbon neutral dan pembangunan berkelanjutan   NILAI TAMBAH TRAINING SENTRAL SISTEM : Materi training Aplikasi improvement untuk mengendalikan dampak lingkungan   PELAKSANAAN TRAINING : Tanggal              : 21 JULY 2022 pukul 9:00 - 12:00 WIB Tempat               : ZOOM Speaker              : Sya'banni Abdul Amir (HSE Consultant & Trainer Sentral Sistem Consulting)   DAFTAR SEKARANG! LIMITED SEAT!   Info lebih lanjut hubungi :  0821-2121-9252 (Marketing) (021) 290-67201-3 info@sentralsistem.com Instagram : @sentral.sistem Facebook : Sentral Sistem Consulting   BACA JUGA ARTIKEL MENARIK LAINNYA:  Apa itu PROPER? Mengapa Harus PROPER? Apa Saja Kriteria Penilaian PROPER Biru? Dasar Hukum RKL RPL Rinci untuk Perusahaan dalam Kawasan Industri Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup (DELH) atau Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH)

PUBLIC TRAINING AWARENESS & INTERNAL AUDIT IATF 16949:2016

  ISO/TS 16949 yang terbaru telah di publikasikan oleh IATF (International Automotive Task Force) pada bulan Oktober 2016. Salah satu hal yang menarik adalah perubahan nama depan dari ISO TS 16949 menjadi IATF 16949:2016. Hal ini menegaskan bahwa standar internasional yang di peruntukkan industri otomotif tersebut ditetapkan oleh IATF bukan dari ISO (International Standard Organization). Meskipun berganti nama menjadi IATF, standar ini masih terkait dengan ISO 9001 versi 2015.  Perubahan ISO/TS 16949:2009 menjadi IATF 16949:2016, pastinya akan berdampak pada pendekatan internal audit yang akan dilakukan.   Tahukah Anda bahwa sesuai belum tentu efektif? Jika pelaksanaan internal audit hanya berdasarkan acuan prosedur, maka ketidakefektifan sistem akan sulit diketahui. Oleh karena itulah pada persyaratan versi terbaru IATF 16949:2016 mensyaratkan untuk melakukan audit berdasarkan resiko (risk based audit approach), dengan melakukan audit berdasarkan potensi resiko  berujung pada pencapaian kinerja perusahaan.   Kelebihan Risk Based Audit Approach Bagi Perusahaan : Mampu mengindentifikasi potensi permasalahan dan permasalahan yang terjadi pada perusahaan. Membantu menemukan kelemahan sistem yang mengakibatkan performa tidak tercapai. Mampu memberikan inputan bagi keefektifan sistem manajemen perusahaan.   TUJUAN TRAINING: Peserta mampu memahami struktur terbaru IATF 16949:2016 Peserta dapat menerapkan system berbasis pencegahan di setiap proses dengan penerapan Risk Based Thinking Peserta bisa mengevaluasi kekurangan system manajemen mutu perusahaan dibandingkan dengan persyaratan ISO 9001:2015  dan Persyaratan IATF 16949:2016 Untuk memeriksa apakah sistem manajemen mutu memenuhi persyaratan Customer dengan tujuan meningkatkan kepuasan customer telah sesuai denganstandard mutu IATF 16949 Untuk memverifikasi apakah sistem manajemen mutu dijalankan secara konsisten oleh semua lapisan organisasi. Untuk memverifikasi apakah sistem manajemen mutu dijalankan telah mengcover setiap resiko yang mungkin muncul. Untuk mengevaluasi keefektifan dari sistem manajemen mutu dalam rangka memenuhi persyaratan mutu dan pencapaian target manajemen Untuk mengidentifikasi : Penyimpangan (nonconformity) Peluang Improvement   NILAI TAMBAH TRAINING SENTRAL SISTEM : Pembahasan materi disajikan perproses, sehingga peserta mampu mengetahui penerapan persyaratan disetiap prosesnya Memberikan studi kasus penerapan atau aplikasi terkait identifikasi dan penilaian resiko Memberi kan hard copy persyaratan ISO 9001:2015 dan Persyaratan IATF 16949:2016 Metode audit berdasarkan resiko dengan pendekatan original dari Sentral Sistem Consulting Konsep audit IATF 16949:2016, COP & Turtle Approach Risk Based Audit Approachversi Sentral Sistem Consulting Studi kasus interpretasi audit berdasarkan proses dan performa   SASARAN PESERTA : Quality Management Representative Manager Supervisor Koordinator ISO IATF 16949 : 2016 project team members   DAFTAR SEKARANG!

Got any consulting related question?

News

Peran Perusahaan Dalam Pencapaian NDC Pemerintah Indonesia Menuju Net Zero 2060

Peran Perusahaan Dalam Pencapaian NDC Pemerintah Indonesia Menuju Net Zero 2060 Oleh: Sya'bani Abdullah Amir   Indonesia turut berkontribusi dalam pencapain Net Zero tahun 2060 dengan menetapkan target kontribusi yang ditetapkan secara nasional atau Nationally Determined Contribution (NDC) dan pengendalian emisi gas rumah kaca sebesar 29% (dua puluh sembilan persen) sampai dengan 41% (empat puluh satu persen) pada tahun 2030 dalam pembangunan Nasional. Kebijakan tersebut ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon untuk Pencapaian Target Kontribusi yang Ditetapkan secara Nasional dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dalam Pembangunan Nasional. Guna memastikan kebijakan tersebut diimplementasikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menetapkan Tata Laksana yang disampaikan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 21 Tahun 2022 tentang Tata Laksana Penerapan Nilai Ekonomi Karbon. Pelaksanaan upaya pencapaian target NDC dilakukan melalui penyelenggaraan Mitigasi Perubahan Iklim dan Adaptasi Perubahan lklim. Mitigasi Perubahan Iklim adalah usaha pengendalian untuk mengurangi risiko akibat perubahan iklim melalui kegiatan yang dapat menurunkan emisi atau meningkatkan penyerapan GRK dan penyimpanan/penguatan cadangan karbon dari berbagai sumber emisi. Adaptasi Perubahan Iklim adalah upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan iklim, termasuk keragaman iklim dan kejadian ekstrim sehingga potensi kerusakan akibat perubahan iklim berkurang, peluang yang ditimbulkan oleh perubahan iklim dapat dimanfaatkan, dan konsekuensi yang timbul akibat perubahan iklim dapat diatasi. Perusahaan / Pelaku Usaha diwajibkan untuk dapat berkontribusi dalam pelaksanaan mitigasi perubahan Iklim. Pelaksanaan mitigasi perubahan iklim dilakukan dengan menetapkan dan melaksanakan ketentuan sesuai Gambar Berikut:     Gambar 1. Tahapan Pelaksanaan Mitigasi Perubahan Iklim     Target perusahaan dalam pengurangan GRK dapat disesuaikan dengan NDC pemerintah Indonesia yaitu dengan menetapkan di Tahun 2030 tercapai pengurangan emisi GRK 29 – 41 %. Selain mengacu kepada ketentuan regulasi, pendekatan implementasi yang dilakukan oleh perusahaan juga dapat mengadopsi dari standar PAS 2060:2014 Tentang Spesifikasi Untuk Menunjukan Netralitas Karbon. Standar PAS 2060 menunjukan metode implementasi yang hampir sama dengan pendekatan implementasi yang ditetapkan pemerintah Indonesia. Adapun tahapan utama implementasi PAS 2060 dapat dilihat pada gambar berikut:       Konrtribusi perusahaan dalam pencapaian NDC pemerintah Indonesia terkait Net Zero juga dapat digunakan untuk meningkatkan indeks ESG perusahaan dan sejalan untuk kebutuhan pengungkapan perusahaan dalam laporan keberlanjutan dan penilaian PROPER. Ingin tahu lebih banyak tentang Carbon Neutral dan Program Improvement Lingkungan lainnya, segera hubungi Sentral Sistem Consulting. Kami siap membantu Anda untuk terus menjaga kelestarian lingkungan dengan terus melakukan peningkatan berkelanjutan dalam optimalisasi Program Lingkungan Anda. Lingkungan, bukan hanya untuk Perusahaan, untuk SAYA dan ANAK CUCU  

Tiga Ilmu Dasar yang Harus Dimiliki oleh Individu atau Perusahaan untuk Berkembang

Tiga Ilmu Dasar yang Harus Dimiliki oleh Individu atau Perusahaan untuk Berkembang Oleh: Imanuel Iman CEO Sentral Sistem Consulting Penulis Buku Transforming Organization   Ada tiga ilmu dasar yang harus dimiliki oleh individu atau perusahaan untuk berkembang, di antaranya; ilmu tindakan perbaikan, tindakan pencegahan, tindakan peningkatan.   TINDAKAN PERBAIKAN Ketika terjadi masalah, kita perlu menggunakan ilmu TINDAKAN PERBAIKAN untuk mengatasi masalah HINGGA KE AKAR PENYEBAB supaya masalah tidak terulang. Dengan menerapkan ilmu ini, masalah cukup terjadi satu kali saja, sehingga kita tidak terjebak di manajemen pemadam kebakaran, yang sibuk memadamkan kebakaran yang terus berulang. Namun seiring berjalannya waktu, ilmu berkembang dari fokus tindakan perbaikan ke fokus pencegahan, kita kemudian mengenal ilmu pencegahan.   TINDAKAN PENCEGAHAN TINDAKAN PENCEGAHAN dilakukan di awal, yaitu di tahap perencanaan untuk mencegah masalah! Suatu tindakan yang dilakukan terhadap potensi masalah atau tindakan yang dilakukan untuk mengendalikan penyebab masalah. Tindakan pencegahan memang lebih baik, namun saat tindakan pencegahan tersebut gagal, maka perusahaan tetap memerlukan Tindakan Perbaikan supaya masalah tidak terulang. Namun, apakah menerapkan tindakan pencegahan dan tindakan perbaikan sudah cukup? Ternyata jawabannya adalah: BELUM! Baik tindakan pencegahan maupun perbaikan masih terkait dengan masalah. Selain mencegah dan melakukan tindakan perbaikan terhadap masalah, perusahaan juga perlu melakukan peningkatan, untuk menaikkan level perusahaan. Untuk itulah perusahaan juga perlu melakukan TINDAKAN PENINGKATAN.   TINDAKAN PENINGKATAN Tindakan Peningkatan (Improvement) tidak terkait dengan masalah, tapi melakukan tindakan inovasi untuk menaikkan level perusahaan. Sudahkah Anda atau perusahaan Anda melakukan ketiga hal ini? Tindakan Pencegahan, Perbaikan, dan Peningkatan ? Yuk kita terapkan 3 ilmu ini di perusahaan, juga di kehidupan kita sehari-hari.   Salam Improvement There is Always Room for Improvement.

Rumus Matematika untuk Terhindar dari Krisis dan Tumbuh Lebih Cepat

Rumus Matematika untuk Terhindar dari Krisis dan Tumbuh Lebih Cepat Oleh: Imanuel Iman CEO Sentral Sistem Consulting Penulis Buku Transforming Organization     Kesiapan + Krisis = BertahanKesiapan + Peluang = Tumbuh Lebih Cepat Bagaimana cara kita menerapkan rumus matematika tersebut dalam perusahaan? Kita perlu jeli mengamati situasi saat ini yang bisa mempengaruhi masa depan! Baik itu pengaruh negatif ataupun positif, kemudian melakukan tindakan untuk MEMPERSIAPKAN DIRI menghadapi krisis atau menangkap peluang, sehingga rumus matematikanya bekerja. Contoh Penerapan Rumus Matematika 1 (KESIAPAN + KRISIS = BERTAHAN) 1. Sebagai perusahaan konsultan, kemunculan covid tentu sangat membuat resah. Semua perusahaan fokus menangani covid. Kami, Sentral Sistem Consulting menyadari itu dan segera melakukan persiapan untuk mencari peluang di tengah krisis dan bersiap menghadapi penurunan penjualan. Bersyukur, akhirnya Sentral Sistem Consulting berhasil melewati krisis tanpa ada pengurangan karyawan dan pengurangan benefit! Bahkan kami masih bisa membayarkan uang pensiun ke driver kami yang sudah mengabdi belasan tahun sebanyak 110 juta! 2. Contoh lain adalah keberhasilan Indonesia menghadapi covid. Kunci utama keberhasilan Indonesia bukanlah terletak pada pelaksanaan vaksinasi melainkan KESIAPAN untuk melaksanakan vaksin. Saat itu pemerintah bekerja cepat memesan ratusan juta vaksin dari berbagai negara, sehingga bisa mendapatkan vaksin yang cukup untuk 270 juta penduduk Indonesia (Negara no 4 terpadat di dunia). Coba Anda bayangkan jika Indonesia terlambat memesan, maka akan terjadi kelangkaan vaksin yang akan membuat Indonesia krisis besar. Setelah membahas contoh aktual penerapan rumus 1, sekarang kita bahas contoh aktual penerapan rumus matematika 2 (Kesiapan + Peluang = Tumbuh Lebih Cepat) Contoh Penerapan Rumus Matematika 2 (KESIAPAN + PELUANG = TUMBUH LEBIH CEPAT) Sekarang ini dunia bisnis terus bergerak lebih cepat, bergerak secara eksponensial akibat percepatan pertumbuhan teknologi. Oleh karena itu perusahaan harus mulai membuat persiapan untuk bisa menjalankan bisnis di masa depan. Perusahaan perlu mempersiapkan diri untuk bisa mengadopsi sistem digital, sistem otomasi, sistem digital marketing, dan teknologi lainnya untuk bisa menangkap peluang yang akan tercipta di masa depan. Jika terlambat, maka peluang itu akan lenyap begitu saja diambil oleh kompetitor atau pemain baru yang lebih siap. Demikian juga dengan kami, Sentral Sistem terus berbenah untuk menciptakan digital sistem, mulai dari sistem berbasis digital, hingga training berbasis digital. Kami pun mengembangkan sistem pembelajaran yang mengikuti perkembangan zaman, yaitu sistem pembelajaran “Problem Based Learning” seperti yang sudah kami publish di Youtube Sentral Sistem. Susah? Tentu saja susah. Kita ini seperti bekerja untuk sesuatu yang belum ada hasilnya. Dorongan untuk berhenti sangat besar karena hasilnya belum terasa, tapi biaya terus keluar, apalagi sekarang ini masih dalam fase penyembuhan. Tapi hal ini penting untuk menangkap peluang di masa depan. Oleh karena itu, siapkan budget untuk pengembangan, perlakukan ini sebagai bagian dari intangible asset. Pembelian asset yang di depresiasikan seperti asset fisik lain sehingga tetap ada tolok ukurnya. Jadi, tidak ada kata krisis jika kita memiliki kesiapan. Krisis hanya terjadi untuk mereka yang tidak siap! Salam ImprovementThere is always room for improvement !

FIXED MINDSET VS GROWTH MINDSET

FIXED MINDSET VS GROWTH MINDSET Oleh: Imanuel Iman CEO Sentral Sistem Consulting Penulis Buku Transforming Organization Sobat Improvement, Jika Sobat ingat, pada jaman dahulu pendidik seringkali melakukan tindakan “kekerasan” dalam proses mendidik siswa untuk menjadi disiplin. Hal seperti memukul tangan dengan penggaris kayu, mencubit, bahkan menampar dianggap wajar pada masa itu. Bahkan saya pun pernah ditampar oleh guru saya pada saat saya sekolah dahulu, tapi saya tidak sakit hati juga tidak melawan. Saya mengakui kesalahan saya. Saya juga tidak melapor ke orang tua, karena kalau melapor, bisa-bisa saya malah tambah dimarahi. Tapi itu masa lalu, di masa sekarang hal tersebut sudah tidak bisa dilakukan. Zaman sudah berubah, ilmu sudah berkembang, sehingga proses mendidik dengan “kekerasan” sudah dianggap proses pendidikan yang tidak benar dan tidak boleh dilakukan. Oleh karena itu, guru pun harus bertransformasi melupakan cara lama dan mengantinya dengan cara baru sesuai perkembangan zaman. Cerita tentang perubahan zaman, perubahan cara, dan perubahan teknologi merupakan topik hangat akhir-akhir ini. Kita saat ini hidup di jaman eksponensial, di mana perubahan terjadi sangat cepat. Namun seringkali kita lupa dan masih sering menggunakan pola pikir lama. padahal zaman sudah berubah. Kita tidak ada bedanya dengan gajah yang kakinya diikat tali, punya kekuatan untuk memberontak, tapi tidak berontak. Biasanya, gajah-gajah yang dikurung akan diikat dengan rantai yang sangat kokoh saat pertama kali diikat. Gajah awalnya pasti berontak, tapi tidak mampu karena rantai baja itu sangat kuat. Akhirnya, gajah pun berpikir bahwa "percuma saya berontak”. Mindset itu terus tertanam di otak gajah. Hingga suatu hari, rantai kokoh itu diganti dengan tali kecil, gajah tetap saja tidak berontak karena masih memiliki mindset lama “percuma saya berontak”. Mindset yang dimiliki gajah ini terus bertahan di pemikiran gajah bahkan saat terjadi kondisi kritis sekalipun. Contohnya, saat terjadi kebakaran di penangkaran gajah di Thailand, ditemukan beberapa gajah yang mati di tempat dengan kaki terikat tali kecil! Sungguh ironis mengingat sejatinya gajah memiliki kemampuan berontak, tetapi dia tidak berontak karena masih terkurung oleh mindset lama. Begitupun dengan kita, secara tidak disadari seringkali terkungkung dengan mindset lama. Kita masih berpikir menggunakan pola pikir lama, kita percaya dengan pengalaman sukses kita, kita yakin dengan ilmu yang kita miliki, kita merasa hebat dengan gelar pendidikan tinggi kita, padahal jaman sudah berubah. Jadi, yuk kita terus upgrade pola pikir dan pengetahuan kita sesuai perkembangan jaman. Jangan miliki mindset gajah! Salam Improvement

MEMAHAMI PERBEDAAN VISI, MISI, KEBIJAKAN, CORE VALUE, TARGET, PROGRAM KERJA, DAN SOP (PART 4/5: TARGET DAN PROGRAM KERJA)

MEMAHAMI PERBEDAAN VISI, MISI, KEBIJAKAN, CORE VALUE, TARGET, PROGRAM KERJA, DAN SOP (PART 4/5: TARGET DAN PROGRAM KERJA) Oleh: Imanuel Iman CEO Sentral Sistem Consulting Penulis Buku Transforming Organization     Pada part sebelumnya, kita telah belajar mengenai perbedaan visi, misi, kebijakan, dan core value. Selain empat elemen tersebut, ada hal lainnya yang menjadi elemen penting dalam organisasi yaitu target dan program kerja. Target adalah goals atau tujuan. Target adalah hal-hal yang ingin dicapai di masa depan. Sebuah target tentunya harus lebih baik dari sebelumnya dan harus mengerucut menuju visi organisasi. Dalam menetapkan sebuah target, organisasi atau departemen tidak bisa menetapkan target sesuai kemampuan organisasi. Sebuah target harus ditetapkan sesuai kebutuhan kompetisi di masa depan dan merupakan tahapan langkah menuju visi. Setelah target di tetapkan, organisasi kemudian membuat strategi untuk mencapai target, atau yang biasa disebut strategic initiative, program kerja, atau action plan. Dalam membuat sebuah action plan, harus bersesuaian dengan target. Dikarenakan target itu harus lebih baik dari sebelumnya, maka program kerja juga harus yang bersifat terobosan hal baru, unik, dan out of the box. Bukan sesuatu yang sudah rutin dilakukan. Hal yang rutin tersebut bukanlah action plan. Hal yang rutin adalah termasuk ke dalam job desc dan merupakan SOP yang memang wajib dilakukan. Sebuah action plan harus mempertimbangkan risk yang bisa menghambat organisasi dari pencapaian target dan juga opportunity yang bisa mendukung organisasi dalam mencapai target. Sebagai contoh: Salah satu universitas memiliki target memperbaiki jumlah mahasiswa yang turun di 3 tahun terakhir. Dan pada tahun 2020, mereka memiliki target untuk menaikkan jumlah mahasiswa hingga 15%. Team kemudian melakukan analisa berikut: Menganalisa prodi yang jumlah mahasiswanya turun dan melakukan analisa penyebabnya. Apakah jurusan tersebut memang sudah berkurang minatnya atau ada hal lain, misalnya kalah kompetisi dengan perguruan tinggi yang lain. Menganalisa prodi yang jumlah mahasiswanya naik kemudian mencari tahu apa yang bisa kita optimalkan dengan prodi tersebut. Mengidentifikasi risiko terkait target jumlah mahasiswa. Misalnya ada pendirian universitas luar negeri yang berpotensi menarik jumlah mahasiswa program internasional pindah ke universitas tersebut. Mengidentifikasi peluang. Misalnya program Merdeka Belajar, bisa menarik karyawan untuk kuliah dengan minimum tatap muka. Berdasarkan analisa, organisasi kemudian membuat program kerja untuk mencapai target. Menetapkan penanggung jawab pelaksanaan program kerja dan batas waktu, untuk memastikan program kerja tidak sekedar dicatat tapi juga dieksekusi. Jangan lupa untuk selalu menjalankan siklus PDCA. Penjelasan lengkapnya silakan cek  video berikit: https://youtu.be/k5mxvtyboqk