Butuh bantuan? Chat dengan kami via WhatsApp

About Us

Sentral Sistem Consulting was founded in 1999. Until now, Sentral Sistem has continued to develop into a consultant that focuses on increasing PERFORMANCE through HUMAN RESOURCES CAPACITY IMPROVEMENT and BUSINESS PROCESS AUTOMATION in the fields of business, quality, OHS, and the environment, to help companies achieve sustainable development.

The measure of the success of a training and consulting project is not the implementation of the program, but the ACHIEVEMENT OF THE TARGET OF COMPANY PERFORMANCE IMPROVEMENT.

Milestone

After 20th we still continue providing more solution for you
to meet the future's challenge

900
Clients

Sentral Sistem Consulting has served and worked together with more than and 1.800 Projects in very vary regions of Indonesia with very vary industry background within 29 different cities.

and 900+ Clients more

Achievement

After 20th we still continue providing more solution for you
to meet the future's challenge

Otomation Business Process

Develop automation business process to more than 10 companies

100% Excellent Achieve Excellent Grade on SMK3

Our clients are 100% Successfully Achieve "Excellent" grade (GOLD). For implementing SMK3 (Indonesia's Health and safety Management System)

Transforming Organization

Successfully Helping 5 Clients Implementing "Turn Around" Program during the "Crisis"

Level Up Leaders

Train to more than 100 members to level up leadership capability

Sentral Sistem Calibration

Calibrate more than 100.000 equipments within 4 years established

Bring your organization into the new level of quality Healthy safety and environment

- Level up proper performance

- Reduce defect and improve productivity up to 30%

News

Peran Perusahaan Dalam Pencapaian NDC Pemerintah Indonesia Menuju Net Zero 2060

Peran Perusahaan Dalam Pencapaian NDC Pemerintah Indonesia Menuju Net Zero 2060 Oleh: Sya'bani Abdullah Amir   Indonesia turut berkontribusi dalam pencapain Net Zero tahun 2060 dengan menetapkan target kontribusi yang ditetapkan secara nasional atau Nationally Determined Contribution (NDC) dan pengendalian emisi gas rumah kaca sebesar 29% (dua puluh sembilan persen) sampai dengan 41% (empat puluh satu persen) pada tahun 2030 dalam pembangunan Nasional. Kebijakan tersebut ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon untuk Pencapaian Target Kontribusi yang Ditetapkan secara Nasional dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dalam Pembangunan Nasional. Guna memastikan kebijakan tersebut diimplementasikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menetapkan Tata Laksana yang disampaikan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 21 Tahun 2022 tentang Tata Laksana Penerapan Nilai Ekonomi Karbon. Pelaksanaan upaya pencapaian target NDC dilakukan melalui penyelenggaraan Mitigasi Perubahan Iklim dan Adaptasi Perubahan lklim. Mitigasi Perubahan Iklim adalah usaha pengendalian untuk mengurangi risiko akibat perubahan iklim melalui kegiatan yang dapat menurunkan emisi atau meningkatkan penyerapan GRK dan penyimpanan/penguatan cadangan karbon dari berbagai sumber emisi. Adaptasi Perubahan Iklim adalah upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan iklim, termasuk keragaman iklim dan kejadian ekstrim sehingga potensi kerusakan akibat perubahan iklim berkurang, peluang yang ditimbulkan oleh perubahan iklim dapat dimanfaatkan, dan konsekuensi yang timbul akibat perubahan iklim dapat diatasi. Perusahaan / Pelaku Usaha diwajibkan untuk dapat berkontribusi dalam pelaksanaan mitigasi perubahan Iklim. Pelaksanaan mitigasi perubahan iklim dilakukan dengan menetapkan dan melaksanakan ketentuan sesuai Gambar Berikut:     Gambar 1. Tahapan Pelaksanaan Mitigasi Perubahan Iklim     Target perusahaan dalam pengurangan GRK dapat disesuaikan dengan NDC pemerintah Indonesia yaitu dengan menetapkan di Tahun 2030 tercapai pengurangan emisi GRK 29 – 41 %. Selain mengacu kepada ketentuan regulasi, pendekatan implementasi yang dilakukan oleh perusahaan juga dapat mengadopsi dari standar PAS 2060:2014 Tentang Spesifikasi Untuk Menunjukan Netralitas Karbon. Standar PAS 2060 menunjukan metode implementasi yang hampir sama dengan pendekatan implementasi yang ditetapkan pemerintah Indonesia. Adapun tahapan utama implementasi PAS 2060 dapat dilihat pada gambar berikut:       Konrtribusi perusahaan dalam pencapaian NDC pemerintah Indonesia terkait Net Zero juga dapat digunakan untuk meningkatkan indeks ESG perusahaan dan sejalan untuk kebutuhan pengungkapan perusahaan dalam laporan keberlanjutan dan penilaian PROPER. Ingin tahu lebih banyak tentang Carbon Neutral dan Program Improvement Lingkungan lainnya, segera hubungi Sentral Sistem Consulting. Kami siap membantu Anda untuk terus menjaga kelestarian lingkungan dengan terus melakukan peningkatan berkelanjutan dalam optimalisasi Program Lingkungan Anda. Lingkungan, bukan hanya untuk Perusahaan, untuk SAYA dan ANAK CUCU  

Tiga Ilmu Dasar yang Harus Dimiliki oleh Individu atau Perusahaan untuk Berkembang

Tiga Ilmu Dasar yang Harus Dimiliki oleh Individu atau Perusahaan untuk Berkembang Oleh: Imanuel Iman CEO Sentral Sistem Consulting Penulis Buku Transforming Organization   Ada tiga ilmu dasar yang harus dimiliki oleh individu atau perusahaan untuk berkembang, di antaranya; ilmu tindakan perbaikan, tindakan pencegahan, tindakan peningkatan.   TINDAKAN PERBAIKAN Ketika terjadi masalah, kita perlu menggunakan ilmu TINDAKAN PERBAIKAN untuk mengatasi masalah HINGGA KE AKAR PENYEBAB supaya masalah tidak terulang. Dengan menerapkan ilmu ini, masalah cukup terjadi satu kali saja, sehingga kita tidak terjebak di manajemen pemadam kebakaran, yang sibuk memadamkan kebakaran yang terus berulang. Namun seiring berjalannya waktu, ilmu berkembang dari fokus tindakan perbaikan ke fokus pencegahan, kita kemudian mengenal ilmu pencegahan.   TINDAKAN PENCEGAHAN TINDAKAN PENCEGAHAN dilakukan di awal, yaitu di tahap perencanaan untuk mencegah masalah! Suatu tindakan yang dilakukan terhadap potensi masalah atau tindakan yang dilakukan untuk mengendalikan penyebab masalah. Tindakan pencegahan memang lebih baik, namun saat tindakan pencegahan tersebut gagal, maka perusahaan tetap memerlukan Tindakan Perbaikan supaya masalah tidak terulang. Namun, apakah menerapkan tindakan pencegahan dan tindakan perbaikan sudah cukup? Ternyata jawabannya adalah: BELUM! Baik tindakan pencegahan maupun perbaikan masih terkait dengan masalah. Selain mencegah dan melakukan tindakan perbaikan terhadap masalah, perusahaan juga perlu melakukan peningkatan, untuk menaikkan level perusahaan. Untuk itulah perusahaan juga perlu melakukan TINDAKAN PENINGKATAN.   TINDAKAN PENINGKATAN Tindakan Peningkatan (Improvement) tidak terkait dengan masalah, tapi melakukan tindakan inovasi untuk menaikkan level perusahaan. Sudahkah Anda atau perusahaan Anda melakukan ketiga hal ini? Tindakan Pencegahan, Perbaikan, dan Peningkatan ? Yuk kita terapkan 3 ilmu ini di perusahaan, juga di kehidupan kita sehari-hari.   Salam Improvement There is Always Room for Improvement.

Rumus Matematika untuk Terhindar dari Krisis dan Tumbuh Lebih Cepat

Rumus Matematika untuk Terhindar dari Krisis dan Tumbuh Lebih Cepat Oleh: Imanuel Iman CEO Sentral Sistem Consulting Penulis Buku Transforming Organization     Kesiapan + Krisis = BertahanKesiapan + Peluang = Tumbuh Lebih Cepat Bagaimana cara kita menerapkan rumus matematika tersebut dalam perusahaan? Kita perlu jeli mengamati situasi saat ini yang bisa mempengaruhi masa depan! Baik itu pengaruh negatif ataupun positif, kemudian melakukan tindakan untuk MEMPERSIAPKAN DIRI menghadapi krisis atau menangkap peluang, sehingga rumus matematikanya bekerja. Contoh Penerapan Rumus Matematika 1 (KESIAPAN + KRISIS = BERTAHAN) 1. Sebagai perusahaan konsultan, kemunculan covid tentu sangat membuat resah. Semua perusahaan fokus menangani covid. Kami, Sentral Sistem Consulting menyadari itu dan segera melakukan persiapan untuk mencari peluang di tengah krisis dan bersiap menghadapi penurunan penjualan. Bersyukur, akhirnya Sentral Sistem Consulting berhasil melewati krisis tanpa ada pengurangan karyawan dan pengurangan benefit! Bahkan kami masih bisa membayarkan uang pensiun ke driver kami yang sudah mengabdi belasan tahun sebanyak 110 juta! 2. Contoh lain adalah keberhasilan Indonesia menghadapi covid. Kunci utama keberhasilan Indonesia bukanlah terletak pada pelaksanaan vaksinasi melainkan KESIAPAN untuk melaksanakan vaksin. Saat itu pemerintah bekerja cepat memesan ratusan juta vaksin dari berbagai negara, sehingga bisa mendapatkan vaksin yang cukup untuk 270 juta penduduk Indonesia (Negara no 4 terpadat di dunia). Coba Anda bayangkan jika Indonesia terlambat memesan, maka akan terjadi kelangkaan vaksin yang akan membuat Indonesia krisis besar. Setelah membahas contoh aktual penerapan rumus 1, sekarang kita bahas contoh aktual penerapan rumus matematika 2 (Kesiapan + Peluang = Tumbuh Lebih Cepat) Contoh Penerapan Rumus Matematika 2 (KESIAPAN + PELUANG = TUMBUH LEBIH CEPAT) Sekarang ini dunia bisnis terus bergerak lebih cepat, bergerak secara eksponensial akibat percepatan pertumbuhan teknologi. Oleh karena itu perusahaan harus mulai membuat persiapan untuk bisa menjalankan bisnis di masa depan. Perusahaan perlu mempersiapkan diri untuk bisa mengadopsi sistem digital, sistem otomasi, sistem digital marketing, dan teknologi lainnya untuk bisa menangkap peluang yang akan tercipta di masa depan. Jika terlambat, maka peluang itu akan lenyap begitu saja diambil oleh kompetitor atau pemain baru yang lebih siap. Demikian juga dengan kami, Sentral Sistem terus berbenah untuk menciptakan digital sistem, mulai dari sistem berbasis digital, hingga training berbasis digital. Kami pun mengembangkan sistem pembelajaran yang mengikuti perkembangan zaman, yaitu sistem pembelajaran “Problem Based Learning” seperti yang sudah kami publish di Youtube Sentral Sistem. Susah? Tentu saja susah. Kita ini seperti bekerja untuk sesuatu yang belum ada hasilnya. Dorongan untuk berhenti sangat besar karena hasilnya belum terasa, tapi biaya terus keluar, apalagi sekarang ini masih dalam fase penyembuhan. Tapi hal ini penting untuk menangkap peluang di masa depan. Oleh karena itu, siapkan budget untuk pengembangan, perlakukan ini sebagai bagian dari intangible asset. Pembelian asset yang di depresiasikan seperti asset fisik lain sehingga tetap ada tolok ukurnya. Jadi, tidak ada kata krisis jika kita memiliki kesiapan. Krisis hanya terjadi untuk mereka yang tidak siap! Salam ImprovementThere is always room for improvement !

FIXED MINDSET VS GROWTH MINDSET

FIXED MINDSET VS GROWTH MINDSET Oleh: Imanuel Iman CEO Sentral Sistem Consulting Penulis Buku Transforming Organization Sobat Improvement, Jika Sobat ingat, pada jaman dahulu pendidik seringkali melakukan tindakan “kekerasan” dalam proses mendidik siswa untuk menjadi disiplin. Hal seperti memukul tangan dengan penggaris kayu, mencubit, bahkan menampar dianggap wajar pada masa itu. Bahkan saya pun pernah ditampar oleh guru saya pada saat saya sekolah dahulu, tapi saya tidak sakit hati juga tidak melawan. Saya mengakui kesalahan saya. Saya juga tidak melapor ke orang tua, karena kalau melapor, bisa-bisa saya malah tambah dimarahi. Tapi itu masa lalu, di masa sekarang hal tersebut sudah tidak bisa dilakukan. Zaman sudah berubah, ilmu sudah berkembang, sehingga proses mendidik dengan “kekerasan” sudah dianggap proses pendidikan yang tidak benar dan tidak boleh dilakukan. Oleh karena itu, guru pun harus bertransformasi melupakan cara lama dan mengantinya dengan cara baru sesuai perkembangan zaman. Cerita tentang perubahan zaman, perubahan cara, dan perubahan teknologi merupakan topik hangat akhir-akhir ini. Kita saat ini hidup di jaman eksponensial, di mana perubahan terjadi sangat cepat. Namun seringkali kita lupa dan masih sering menggunakan pola pikir lama. padahal zaman sudah berubah. Kita tidak ada bedanya dengan gajah yang kakinya diikat tali, punya kekuatan untuk memberontak, tapi tidak berontak. Biasanya, gajah-gajah yang dikurung akan diikat dengan rantai yang sangat kokoh saat pertama kali diikat. Gajah awalnya pasti berontak, tapi tidak mampu karena rantai baja itu sangat kuat. Akhirnya, gajah pun berpikir bahwa "percuma saya berontak”. Mindset itu terus tertanam di otak gajah. Hingga suatu hari, rantai kokoh itu diganti dengan tali kecil, gajah tetap saja tidak berontak karena masih memiliki mindset lama “percuma saya berontak”. Mindset yang dimiliki gajah ini terus bertahan di pemikiran gajah bahkan saat terjadi kondisi kritis sekalipun. Contohnya, saat terjadi kebakaran di penangkaran gajah di Thailand, ditemukan beberapa gajah yang mati di tempat dengan kaki terikat tali kecil! Sungguh ironis mengingat sejatinya gajah memiliki kemampuan berontak, tetapi dia tidak berontak karena masih terkurung oleh mindset lama. Begitupun dengan kita, secara tidak disadari seringkali terkungkung dengan mindset lama. Kita masih berpikir menggunakan pola pikir lama, kita percaya dengan pengalaman sukses kita, kita yakin dengan ilmu yang kita miliki, kita merasa hebat dengan gelar pendidikan tinggi kita, padahal jaman sudah berubah. Jadi, yuk kita terus upgrade pola pikir dan pengetahuan kita sesuai perkembangan jaman. Jangan miliki mindset gajah! Salam Improvement

MEMAHAMI PERBEDAAN VISI, MISI, KEBIJAKAN, CORE VALUE, TARGET, PROGRAM KERJA, DAN SOP (PART 4/5: TARGET DAN PROGRAM KERJA)

MEMAHAMI PERBEDAAN VISI, MISI, KEBIJAKAN, CORE VALUE, TARGET, PROGRAM KERJA, DAN SOP (PART 4/5: TARGET DAN PROGRAM KERJA) Oleh: Imanuel Iman CEO Sentral Sistem Consulting Penulis Buku Transforming Organization     Pada part sebelumnya, kita telah belajar mengenai perbedaan visi, misi, kebijakan, dan core value. Selain empat elemen tersebut, ada hal lainnya yang menjadi elemen penting dalam organisasi yaitu target dan program kerja. Target adalah goals atau tujuan. Target adalah hal-hal yang ingin dicapai di masa depan. Sebuah target tentunya harus lebih baik dari sebelumnya dan harus mengerucut menuju visi organisasi. Dalam menetapkan sebuah target, organisasi atau departemen tidak bisa menetapkan target sesuai kemampuan organisasi. Sebuah target harus ditetapkan sesuai kebutuhan kompetisi di masa depan dan merupakan tahapan langkah menuju visi. Setelah target di tetapkan, organisasi kemudian membuat strategi untuk mencapai target, atau yang biasa disebut strategic initiative, program kerja, atau action plan. Dalam membuat sebuah action plan, harus bersesuaian dengan target. Dikarenakan target itu harus lebih baik dari sebelumnya, maka program kerja juga harus yang bersifat terobosan hal baru, unik, dan out of the box. Bukan sesuatu yang sudah rutin dilakukan. Hal yang rutin tersebut bukanlah action plan. Hal yang rutin adalah termasuk ke dalam job desc dan merupakan SOP yang memang wajib dilakukan. Sebuah action plan harus mempertimbangkan risk yang bisa menghambat organisasi dari pencapaian target dan juga opportunity yang bisa mendukung organisasi dalam mencapai target. Sebagai contoh: Salah satu universitas memiliki target memperbaiki jumlah mahasiswa yang turun di 3 tahun terakhir. Dan pada tahun 2020, mereka memiliki target untuk menaikkan jumlah mahasiswa hingga 15%. Team kemudian melakukan analisa berikut: Menganalisa prodi yang jumlah mahasiswanya turun dan melakukan analisa penyebabnya. Apakah jurusan tersebut memang sudah berkurang minatnya atau ada hal lain, misalnya kalah kompetisi dengan perguruan tinggi yang lain. Menganalisa prodi yang jumlah mahasiswanya naik kemudian mencari tahu apa yang bisa kita optimalkan dengan prodi tersebut. Mengidentifikasi risiko terkait target jumlah mahasiswa. Misalnya ada pendirian universitas luar negeri yang berpotensi menarik jumlah mahasiswa program internasional pindah ke universitas tersebut. Mengidentifikasi peluang. Misalnya program Merdeka Belajar, bisa menarik karyawan untuk kuliah dengan minimum tatap muka. Berdasarkan analisa, organisasi kemudian membuat program kerja untuk mencapai target. Menetapkan penanggung jawab pelaksanaan program kerja dan batas waktu, untuk memastikan program kerja tidak sekedar dicatat tapi juga dieksekusi. Jangan lupa untuk selalu menjalankan siklus PDCA. Penjelasan lengkapnya silakan cek  video berikit: https://youtu.be/k5mxvtyboqk