Insight Perubahan FMEA (AIAG & VDA)

07 Aug 2019   Manajemen Mutu
Penulis : Imanuel Iman   dilihat 265 kali

Failure Mode Effect Analysis (FMEA) adalah ALAT PENCEGAHAN SEBELUM KEJADIAN. 


Berbeda dengan corrective action yang melakukan analisa setelah kejadian, FMEA yang merupakan salah satu Core Tools Analysis untuk melakukan analisa sebelum kejadian. Oleh karena itu FMEA harus dilakukan pada tahap perencanaan. FMEA harus sudah selesai sebelum design produk di release untuk produksi (Design FMEA) atau sebelum proses produksi masal dimulai (Proses FMEA).  Keberhasilan FMEA adalah keberhasilan team dalam mengidentifikasi semua potensi kegagalan dan melakukan tindakan untuk menghilangkan atau mengurangi risiko dari kegagalan tersebut.

Namun apakah tujuan akhir dari FMEA tersebut tercapai? Berdasarkan pengalaman kami sebagai Konsultan IATF di lebih dari 100 perusahaan di industri otomotif dan manufaktur yang sudah menerapkan FMEA, banyak Team FMEA yang menerapkan FMEA baru sebatas kelengkapan dokumen. Sehingga FMEA belum berfungsi secara optimal. Mengapa hal tersebut terjadi? salah satu penyebabnya adalah cara memahami FMEA yang terfokus pada definisi dan cara mengisi kolom pada FMEA.

  • Terkadang team tidak memahami tuntutan produk secara utuh, apa fungsi produk? Dimana produk dipasang?
  • Tidak lengkap atau masih normative dalam melakukan identifikasi potensi kegagalan, misalnya: dimensi tidak sesuai, part tidak bisa dipasang,
  • Tidak detail atau masih normative dalam melakukan analisa penyebab masalah, seperti: salah setting, human error, dan sebagainya.      

FMEA edisi baru, kerjasama antara AIAG (Amerika) dan VDA (German) sebagai bagian dari Core Tools IATF, mengulas FMEA secara bertahap, detail dan terstruktur.

  • Memberi pemahaman detail mengenai analisa struktur proses yang terdiri dari Item proses, tahapan proses dan elemen proses kerja
  • Memberi pemahaman detail mengenai analisa fungsi, yang menjadi landasan untuk memahami tuntutan proses dan membantu mengarahkan team untuk mengidentifikasi potensi kegagalan
  • Pemahaman detail mengenai analisa potensi kegagalan yang terkait dengan pemahaman fungsi yang telah ditetapkan pada tahapan sebelumnya, analisa potensi penyebab kegagalan secara lebih mendetail, dan menganalisa potensi penyebab kegagalan yang bisa berasal dari 4M-1E (Ishikawa model)
  • Melakukan analisa risiko dan optimalisasi FMEA untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari penerapan FMEA sebagai alat pencegahan terhadap potensi kegagalan, bukan hanya dokumentasi untuk memenuhi permintaan customer yang sudah menerapkan IATF.  

Sama seperti QCC (Quality Control Circle/ Gugus Kendali Mutu) yang memberi penjelasan teknik analisa secara lebih terstruktur melalui analisa 8 tahap, atau menggunakan metode analisa lain seperti Six Sigma dengan sistem analisa 5 tahap, yang bertujuan untuk memberi pemahaman secara lebih detail, fokus dan terarah pada tiap tahapan. FMEA edisi baru membagi tahapan pembuatan FMEA ke dalam 7 tahapan seperti ilustrasi berikut ini :

Ingin mengetahui lebih lanjut mengenai New FMEA (AIAG - VDA)?
Ikuti Sharing Knowledge New FMEA (AIAG - VDA)
Tanggal  27 Agustus 2019, di Hotel Santika Cikarang.

 

Sentral Sistem Consulting merupakan konsultan strategi manajemen yang fokus pada peningkatan kinerja perusahaanHubungi kami DISINI untuk pelaksanaan Training dan Konsultasi Peningkatan kinerja perusahaan.

 

Untuk informasi public training dan seminar, klik SCHEDULE 



Mendapat manfaat dari artikel ini? Klik like & share



Let's share this article



What do you think? Leave your comment here...

  • Training Problem Solving and Decision Making Surabaya
    Surabaya, 29 Oct 2019 - 30 Oct 2019
  • Training Problem Solving and Decision Making Semarang
    Semarang, 22 Oct 2019 - 23 Oct 2019
  • Training Problem Solving and Decision Making Tangerang
    Tangerang, 15 Oct 2019 - 16 Oct 2019
  • Training Problem Solving and Decision Making Cikarang
    Cikarang, 08 Oct 2019 - 09 Oct 2019
  • Training Problem Solving and Decision Making Jakarta
    Jakarta, 01 Oct 2019 - 02 Oct 2019