Penulis: Tri Amdani Kumbasari, S.KM
Setiap tempat kerja pasti memiliki risiko terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Perusahaan perlu menerapkan sistem K3 semaksimal mungkin untuk mewujudkan operasi yang aman dan efisien agar target Perusahaan tercapai. Salah satu penerapan sistem keselamatan kerja adalah dengan menerapkan Contractor Safety Management System (CSMS) pada rantai pemasok penyedia barang / jasa.
Apa Itu CSMS?
Contractor Safety Management System (CSMS) merupakan sistem yang dikelola perusahaan untuk memastikan bahwa kontraktor yang akan bermitra dengan perusahaan telah memiliki sistem manajemen K3 dan telah memenuhi standar persyaratan keselamatan kerja perusahaan. Sistem ini mencakup 6 tahapan proses yaitu risk assessment, pra kualifikasi, seleksi, pre job activity, work in progress activities, dan evaluasi kinerja kontraktor.
Tujuan dan Manfaat Penerapan CSMS
Adapun tujuan dari penerapan CSMS diantaranya adalah sebagai berikut :
Manfaat penerapan CSMS bagi Perusahaan adalah :
Tonton Video berikut: Pahami Tahapan Risk Assessment dan Pra Kualifikasi dalam CSMS
Tahapan Proses CSMS
Perusahaan melakukan penilaian risiko pekerjaan yang akan dikontrakkan, penilaian risiko ini dilakukan oleh User dan bagian K3. Perusahaan akan menetapkan ruang lingkup pekerjaan dan melakukan penilaian risiko apakah pekerjaan memiliki risiko rendah, sedang, atau tinggi. Risk assessment dapat dilakukan menggunakan HIRADC dengan menggunakan risiko awal (sebelum dilakukan pengendalian).
2. Pra-Kualifikasi Kontraktor
Penilaian awal untuk memastikan kontraktor memiliki kemampuan, catatan keselamatan yang baik, dan kapabilitas dalam mengelola kinerja K3 sesuai dengan pekerjaan yang akan dilakukan. Pada tahap ini Perusahaan melakukan verifikasi dokumen, seperti sertifikat CSMS, sertifikasi keselamatan, izin kerja, dan verifikasi lapangan untuk pekerjaan risiko tinggi dan ekstrim.
3. Seleksi
Dalam tahap ini perusahaan memilih kontraktor sesuai jenis risiko pekerjaan yang akan dilakukan. Perusahaan akan meminta dan mengevaluasi kelengkapan persyaratan dokumen yang dibutuhkan seperti rencana K3/ HSE plan dan sertifikat kualifikasi CSMS pada tahap sebelumnya. Perusahaan akan menetapkan kontraktor terpilih yang akan bermitra dengan perusahaan
4. Pre Job Activity
Tahapan ini dilakukan untuk membuka komunikasi awal dengan petugas lapangan kontraktor untuk memastikan kontraktor telah memenuhi aspek K3 sebelum pelaksanaan pekerjaan. Tim pelaksana pre job activity mencakup pengawas pekerjaan, pengawas K3, dan bagian K3.
Berikut tahapan yang ada di proses pre job activity :
Apabila hasil penilaian pre job activity tidak memenuhi standar, maka pekerjaan tidak dapat dilakukan dan dapat dilakukan perbaikan untuk dilakukan evaluasi ulang.
5. Work in Progress Activities
Pemantauan yang dilakukan oleh perusahaan untuk memastikan konsistensi pelaksanaan K3 saat pekerjaan berlangsung sesuai standar keselamatan. Pada tahapan ini dilakukan inspeksi lapangan dan audit keselamatan. Tim pengawas menerapkan program keselamatan kerja seperti safety meeting, safety inspection, safety promotion, safety communication, emergency drills, dan investigasi insiden. Jika ditemukan kondisi/ tindakan tidak aman, pengawas dapat melakukan Stop Working Authority (SWA).
6. Evaluasi Kinerja Kontraktor
Evaluasi akhir ini merupakan hasil penilaian kinerja K3 kontraktor selama pra kualifikasi dan pekerjaan berlangsung. Hasil evaluasi akan disimpan di bank data dan akan menjadi bahan pertimbangan apakah kontraktor tersebut layak untuk mendapatkan pekerjaan yang akan datang.

Sumber : Jurnal Indonesia Sosial Teknologi:p–ISSN: 2723 – 6609 e-ISSN :2745-5254
Tantangan dalam Implementasi CSMS
Terdapat beberapa tantangan dalam implementasi CSMS yang dapat berpengaruh terhadap efektifitas sistem CSMS di perusahaan, diantaranya :
CSMS merupakan kerangka penting untuk memastikan keselamatan kerja di lingkungan perusahaan. Dengan menerapkan CSMS, perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, efisien, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Meskipun terdapat tantangan dalam implementasinya, manfaat jangka panjang dari sistem ini sangat signifikan, baik bagi perusahaan maupun para kontraktor.
What did you think of this post?