Penulis: Tri Amdani Kumbasari, S.KM
Dapat kita bayangkan, betapa banyak aktivitas sehari-hari yang berkontribusi terhadap pelepasan karbon dioksida (CO?) ke atmosfer, mulai dari aktivitas langsung seperti berkendara ke kantor, menggunakan gas LPG, atau membakar sampah, hingga aktivitas tidak langsung seperti menggunakan listrik, berbelanja daring (distribusi), dan mengonsumsi produk sekali pakai.
Inilah peran dekarbonisasi, langkah strategis untuk mengurangi, bahkan menghilangkan, emisi karbon dioksida yang dihasilkan dari aktivitas manusia, khususnya dari sektor industri. Mengapa sektor industri? Karena sektor inilah yang menjadi penyumbang emisi karbon terbesar kedua setelah sektor energi.
Bagi sektor industri, jika hal ini tidak dikelola dengan baik, dampaknya tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga terhadap daya saing perusahaan yang kini semakin bergantung pada kemampuan menghasilkan produk ramah lingkungan. Oleh karena itu, dekarbonisasi bukan sekadar tren bagi dunia industri, melainkan sebuah kebutuhan strategis. Dekarbonisasi merupakan langkah utama menuju tercapainya industri rendah karbon.
Apa saja upaya dekarbonisasi untuk menuju industri rendah karbon?
1. Penerapan Teknologi Hijau
Teknologi hijau dapat dilakukan mulai dari beralih ke energi terbarukan seperti tenaga surya, meningkatkan efisiensi energi di pabrik melalui pemakaian lampu LED dan lampu sensor gerak; penggunaan AC inverter, elektrifikasi proses industri hingga menggunakan sistem carbon capture & storage (CCS) untuk menangkap emisi sebelum dilepas ke udara bagi industri yang sulit mengganti energi terbarukan (misalnya semen, baja, petrokimia). Prinsipnya, teknologi hijau diterapkan melalui efisiensi energi, prinsip ramah lingkungan, pemanfaatan sumber daya terbarukan, mendukung daur ulang dan ekonomi sirkular.
2. Audit Energi
Audit energi tidak hanya ditujukan bagi sektor energi atau perusahaan yang menggunakan energi lebih dari 6.000 ton setara minyak (TOE) saja, melainkan baik untuk diterapkan pada sektor industri yang berfokus untuk mengevaluasi titik boros energi, meningkatkan efisiensi, dan meminimalkan pemborosan melalui pengelolaan energi berbasis data.
3. Integrasi Energi Baru Terbarukan (EBT)
Integrasi EBT ini berfokus pada pemanfaatan sumber energi ramah lingkungan seperti tenaga surya, angin, atau biomassa ke dalam sistem operasional industri. Contoh penerapannya yaitu pemasangan panel surya, penggunaan biodiesel dan biogas.
4. Target Net-Zero dan Carbon Offset
Perusahaan perlu menetapkan target pengurangan emisi jangka pendek dan jangka panjang dengan menggunakan kerangka acuan Science Based Target Initiative (SBTi). Perusahaan juga dapat melakukan Carbon offset untuk emisi yang tidak bisa dihindari dan untuk mempercepat tercapainya target Net Zero Emission (NZE). Carbon offset dapat dilakukan dengan penanaman bakau di kawasan mangrove, dan program penghijauan.
Untuk dapat mengetahui berapa emisi karbon yang ditanggung dan bagaimana mengelolanya, Perusahaan dapat melakukan carbon accounting.
Baca juga Memahami Carbon Accounting Sebagai Langkah Awal Dekarbonisasi.
Dengan dekarbonisasi, industri tidak hanya berkontribusi terhadap target pengurangan emisi nasional, tetapi juga memperoleh manfaat lain seperti efisiensi biaya operasional, citra perusahaan yang lebih hijau, hingga peluang masuk ke pasar global yang semakin selektif terhadap aspek lingkungan.
Divisi HSE (Health, Safety, Environment) Sentral Sistem Consulting Siap mendampingi perusahaan Anda dalam meningkatkan kinerja lingkungan melalui layanan konsultasi yang komprehensif. Kami melayani penyusunan Dokumen Persetujuan Lingkungan, pengurusan SIMPEL, KLHK, serta Persetujuan Teknis Lingkungan. Kami juga membantu perusahaan dalam pelaporan dan strategi peningkatan PROPER, serta menyediakan Program Safe and Save, program unggulan kami untuk mendorong lingkungan yang lebih aman sekaligus efisiensi biaya pengelolaan lingkungan Anda.
Info lebih lanjut hubungi:
WA/Telp: 0821-2121-9252
Email: info@sentralsistem.com
Instagram: @sentral.sistem
Linkedln: Sentral Sistem Consulting
Facebook: Sentral Sistem Consulting
Youtube: @SentralSistem
What did you think of this post?