Penulis: Hasiholan Simanjuntak

Memasuki era 4 dari evolusi mutu, yaitu era prevention, setiap organisasi diminta untuk dapat menjalankan proses yang efektif, efisien, dan memiliki daya saing yang besar. Untuk mencapai tujuan besar tersebut, salah satu penerapan metode yang dipakai adalah TQM.
Total Quality Management (TQM) dalah suatu pendekatan manajemen yang berfokus pada pencapaian kualitas total dalam semua aspek operasi organisasi. TQM melibatkan semua anggota organisasi, dari pihak top manajemen hingga karyawan, dalam upaya terus-menerus meningkatkan produk, layanan, proses, dan budaya organisasi. Secara garis besar, Total Quality Management (TQM) memiliki kesamaan dengan 7 Prinsip Manajemen Mutu yang tercantum dalam ISO 9001.
Berikut adalah beberapa prinsip dan karakteristik utama dari Total Quality Management (TQM):
1. Orientasi Pelanggan (Customer Focus):
Pelanggan merupakan target utama dalam proses produksi produk/jasa.
2. Pencegahan daripada Perbaikan (Prevention Over Inspection):
3. Partisipasi Penuh (Full Participation):
4. Manajemen Berdasarkan Fakta (Management by Fact):
Untuk mengetahui seberapa baik kinerja suatu organisasi, diperlukan data mengenai ukuran kinerja, mengurangi penggunaan asumsi atau perkiraan.
5. Pendekatan Sistem (System Approach):
6. Pengembangan Karyawan (Employee Involvement and Development):
7. Pendekatan Proses (Process Approach):
Memperhatikan pelaksanaan tiap proses mulai dari menerima input dari supplier hingga mengubahnya menjadi output.
8. Perbaikan Berkelanjutan (Continuous Improvement):
Baca juga: Salah Satu Cara Untuk Melakukan Identifikasi Bottleneck
Tahapan untuk memulai TQM dapat bervariasi tergantung pada kebutuhan dan konteks organisasi, namun umumnya seperti berikut:
1. Pemahaman Pemimpin Organisasi:
2. Pelibatan Karyawan:
3. Penyusunan Tim TQM:
4. Penilaian Awal (Assessment):
5. Penyusunan Visi dan Misi TQM:
6. Pengembangan Sistem Manajemen Kualitas:
7. Pelatihan dan Pendidikan:
8. Penerapan Metode-Metode Perbaikan:
9. Pengukuran dan Pemantauan Kinerja:
10. Perbaikan Berkelanjutan:
11. Komunikasi dan Keterlibatan Stakeholder:
12. Evaluasi dan Penyesuaian:
Total Quality Management (TQM) bukanlah suatu proyek instan, melainkan suatu perubahan budaya dan filosofi manajemen yang berkelanjutan. Top manajemen perlu secara aktif mendukung dan terlibat dalam perubahan menuju Total Quality Management (TQM), termasuk mau memberikan penghargaan dan pengakuan kepada individu dan tim yang berhasil mencapai tujuan peningkatan kualitas atau memberikan kontribusi yang signifikan dalam implementasi Total Quality Management (TQM). Diharapkan melalui penerapan prinsip-prinsip Total Quality Management (TQM) ini, organisasi dapat mencapai efisiensi operasional dan keunggulan kompetitif dalam pasar.
***
Ada pertanyaan seputar implementasi Sistem Manajemen IATF 16949:2016, persiapan sertifikasi, persiapan surveillance, persiapan renewal IATF 16949:2016, atau ingin memerluas scope IATF 16949:2017? Bingung menerapkan Core Tools harus mulai dari mana? Ingin memperbaiki Core Tools supaya benar-benar menjadi teknologi analisis bagi perusahaan Anda? Langsung hubungi Marketing Sentral Sistem Consulting di sini:
WA/Telp: 0821-2121-9252 (Marketing) | Email: marketing@sentralsistem.com
Instagram: @sentral.sistem | LinkedIn: Sentral Sistem Consulting | Facebook: Sentral Sistem Consulting
What did you think of this post?