Penulis: Muhammad Zuhdi Aiman Anka
Peran top manajemen (manajemen puncak) sangat penting dalam penerapan ISO 9001:2015, karena mereka merupakan pemimpin dan pengarah utama dalam membangun serta menjaga Sistem Manajemen Mutu (SMM). Oleh karena itu, manajemen harus terlibat secara langsung dalam implementasi ISO 9001:2015 agar proses penerapannya dapat berjalan efektif dan memperoleh dukungan penuh dari top manajemen.
Dalam ISO 9001:2015, Top manajemen diwajibkan berpartisipasi dalam 5 klausa khusus, yaitu :
5.1.1 – Leadership and Commitment
Dalam klausa ini, manajemen dituntut untuk menunjukkan kepemimpinan dan komitmen terhadap implementasi sasaran mutu. Implementasi tersebut dijabarkan menjadi 10 poin yang dijelaskan dalam klausa ISO 9001:2015 pada poin A hingga J.
Apa saja yang dibahas dalam 10 poin tersebut? Salah satunya adalah mempromosikan kepedulian terhadap pendekatan proses dan pemikiran berbasis risiko, atau dengan kata lain memastikan siklus PDCA berjalan dalam implementasi ISO 9001:2015. Selain itu, penerapan continuous improvement juga harus selaras dengan ketentuan pada klausa 10.3. Manajemen wajib mempromosikan, mendukung, serta memastikan setiap bentuk improvement dalam organisasi dapat berjalan secara efektif dan berkesinambungan.
5.1.2 – Customer Focus
Manajemen harus menjadi contoh dalam penerapan fokus terhadap pelanggan. Selain itu, manajemen harus memastikan bahwa seluruh proses yang dijalankan dalam organisasi tidak melanggar peraturan pemerintah, perundang-undangan, maupun persyaratan pelanggan.
Selain memenuhi seluruh ketentuan tersebut, manajemen juga dituntut untuk melakukan analisis peluang dan risiko yang dapat memengaruhi kepuasan pelanggan. Manajemen harus berperan aktif dalam menjaga hasil serta memastikan peningkatan kepuasan pelanggan secara berkelanjutan.
5.2.1 – Establishing The Quality Policy
Pada klausul ini, ISO 9001:2015 menegaskan bahwa manajemen puncak harus memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan mutu yang telah ditetapkan. Terdapat empat poin utama yang harus dipenuhi oleh manajemen puncak, yaitu:
5.3 – Organizational Roles, Responsibility, and Authorities
Manajemen harus melakukan penunjukan terhadap pemegang kewenangan dan tanggung jawab untuk memastikan bahwa lima poin implementasi berjalan dengan baik, yaitu dengan cara:
9.3.1 – Management Review
Manajemen harus meninjau atau melakukan review terhadap hasil Manajemen Review yang telah dilakukan oleh organisasi. Untuk hal ini, sebenarnya manajemen tidak diwajibkan hadir pada saat Manajemen Review berlangsung. Pada klausa 9.3.1, manajemen diminta untuk melakukan tinjauan terhadap sistem manajemen mutu sesuai dengan arah strategis organisasi. Namun, sebaiknya manajemen tetap hadir dalam agenda Manajemen Review agar setiap bentuk feedback atau masukan dapat disampaikan secara langsung kepada para pengguna (user) yang membuat laporan.
Untuk panduan terkait Manajemen Review yang efektif, dapat melihat artikel berikut: Manajemen Review yang Efektif
Tanpa keterlibatan aktif dan nyata dari manajemen puncak, sistem ISO 9001:2015 tidak akan berjalan secara efektif. ISO 9001:2015 menekankan bahwa kepemimpinan merupakan fondasi utama keberhasilan sistem manajemen mutu bukan sekadar urusan dokumentasi, tetapi juga tentang arah, integrasi, serta komitmen langsung dari top management.
***
Divisi Quality Sentral Sistem Consulting siap melayani Anda untuk memberikan konsultasi Quality Improvement System untuk industri otomotif (IATF 16949:2016) atau Quality Management System yang digunakan untuk berbagai organisasi dan membantu melayani Sertifikasi \& Pelatihan ISO, antara lain ISO 9001, ISO 14064, ISO 14001, ISO 45001, ISO 37001, ISO 27001, ISO 50001, ISO 37301.
Info lebih lanjut, silahkan langsung menghubungi:
Marketing Sentral Sistem Consulting
Hotline: 0821 2121 9252
Email: info@sentralsistem.com
Intragram : @sentralsistem
Facebook: Sentral Sistem Consulting
Linkedln: Sentral Sistem Consulting
Youtube: @SentralSistem
BACA ARTIKEL TERKAIT MANAJEMEN MUTU:
What did you think of this post?