Penulis: Achmadsyam Ramadhani
Dalam era persaingan bisnis yang semakin ketat, produktivitas menjadi faktor penentu keberhasilan organisasi dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berubah. Salah satu peran yang merasakan tekanan produktivitas paling nyata adalah Business Analyst (BA) terutama ketika harus menyusun dokumen desain sistem ERP yang kompleks dan mendetail.
Proses ini biasanya memakan waktu yang tidak sedikit. BA harus mengumpulkan informasi secara menyeluruh, mulai dari flow process, identifikasi risiko, hingga kebutuhan integrasi antar modul lalu merapikannya ke dalam dokumen yang jelas dan dapat dipahami oleh tim programmer. Dengan hadirnya AI seperti ChatGPT, Claude, Kiro, dan platform lainnya, proses yang sebelumnya memakan berjam-jam kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit.
Sebelum memahami peran AI, penting untuk memetakan tantangan nyata yang dihadapi BA dalam pekerjaan sehari-hari:
Tanpa bantuan teknologi, BA umumnya membutuhkan waktu berjam-jam hingga berhari-hari hanya untuk menyiapkan draft awal sebuah dokumen ERP.
Dengan memanfaatkan AI secara tepat, BA dapat mengubah cara kerja mereka secara signifikan:
Bayangkan seorang BA di perusahaan manufaktur diminta menyusun dokumen desain untuk modul persediaan (inventory module) dalam sistem ERP.
Tanpa AI, proses konvensional:
BA harus menulis secara manual seluruh alur permintaan barang, proses persetujuan, mekanisme integrasi dengan modul pembelian, serta mengidentifikasi risiko dan edge case satu per satu. Proses ini bisa memakan waktu satu hingga dua hari kerja hanya untuk draft awal.
Dengan AI, proses yang dipercepat:
BA cukup memasukkan poin-poin kebutuhan utama ke dalam AI. Dalam hitungan menit, sistem menghasilkan draft dokumen yang sudah terstruktur lengkap mencakup:
BA kemudian hanya perlu melakukan validasi dan penyesuaian sesuai konteks spesifik perusahaan sebelum dokumen diserahkan ke tim programmer.
Hasilnya: Waktu pengerjaan berkurang drastis dari yang sebelumnya memakan berjam-jam menjadi selesai dalam hitungan menit.
Penerapan AI dalam pekerjaan BA memberikan manfaat yang terukur di berbagai dimensi:
.jpeg)
Baca Juga
Penggunaan AI seperti ChatGPT, Claude, atau Kiro dalam pekerjaan Business Analyst bukan sekadar mengikuti tren teknologi. Ini adalah transformasi cara kerja yang nyata dan terukur.
BA dapat bekerja lebih cepat, lebih efisien, dan lebih terfokus pada kontribusi strategis yang sesungguhnya. Bagi perusahaan, ini berarti proyek implementasi ERP dapat berjalan lebih lancar, dengan dokumen yang lebih berkualitas dan hasil akhir yang lebih sesuai dengan kebutuhan bisnis secara keseluruhan.
Ingin mengoptimalkan peran Business Analyst dalam proyek ERP perusahaan Anda dengan dukungan teknologi AI? Tim Sentral Sistem Consulting siap membantu dari perencanaan sistem, pendampingan BA, hingga implementasi ERP yang efektif dan terstruktur.
Kami membantu organisasi bertransformasi menuju kinerja yang lebih efektif, efisien, dan terukur. Melalui implementasi ERP, perancangan ulang proses bisnis (Business Re-Engineering), Business Process Management, hingga program Continuous Improvement yang berkelanjutan. kami memastikan setiap langkah perubahan menghasilkan nilai nyata bagi bisnis Anda.
Info lebih lanjut, silahkan langsung menghubungi:
What did you think of this post?