Penulis: Muhammad Zuhdi Aiman Anka
Audit supplier memiliki banyak manfaat bagi perusahaan, terutama dalam memastikan kualitas, efisiensi, dan kepatuhan dari pemasok. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari audit supplier:
- Memastikan pemasok memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
- Mengurangi risiko produk cacat atau tidak sesuai spesifikasi.
- Mengidentifikasi potensi masalah sebelum terjadi gangguan pasokan.
- Mengurangi risiko keterlambatan pengiriman atau kegagalan pemasok dalam memenuhi permintaan.
- Memastikan pemasok mematuhi regulasi industri, hukum, dan standar keselamatan.
- Menghindari sanksi atau denda akibat ketidakpatuhan pemasok.
- Mengidentifikasi peluang untuk mengurangi biaya tanpa mengorbankan kualitas.
- Mengoptimalkan proses rantai pasok dan meningkatkan efisiensi operasional.
- Mendorong kerja sama yang lebih erat dan transparan.
- Membantu pemasok meningkatkan kinerja mereka melalui umpan balik yang konstruktif.
- Memastikan pemasok menerapkan praktik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
- Menghindari keterlibatan dengan pemasok yang tidak memiliki etika bisnis yang baik.
- Mengidentifikasi adanya penyimpangan atau praktik tidak etis dalam rantai pasok.
- Memastikan integritas dalam hubungan bisnis dengan pemasok.
Dengan melakukan audit supplier secara berkala, perusahaan dapat memastikan bahwa pemasoknya tidak hanya memenuhi persyaratan kontraktual tetapi juga berkontribusi pada kesuksesan jangka panjang bisnis. Dari beberapa manfaat tersebut, maka pentingnya implementasi audit terhadap supplier.
Baca Juga: Temuan Internal Audit | Tips Menjual Temuan Audit Internal
Beberapa cara untuk menerapkan audit supplier, berikut 3 cara sebaiknya melakukan audit supplier dilakukan :
1. Seleksi Supplier
Saat melakukan seleksi supplier adalah salah satu cara yang tepat untuk melakukan audit supplier, terutama untuk core supplier atau supplier utama sebuah Perusahaan.
Karena, tujuan dari seleksi supplier adalah :
Maka dari itu audit supplier sangat cocok untuk dikaitkan dengan proses seleksi supplier untuk memastikan kualitas produk yang dihasilkan terjamin, memastikan konsistensi produk yang dihasilkan dan juga memastikan segala resiko yang akan terjadi ketika dalam kondisi abnormal.
2. Membuat Jadwal Reguler
Cara terbaik selanjutnya adalah membuatkan jadwal regular untuk melakukan audit ke supplier.
Sebelum menentukan jadwal reguler, sebaiknya menentukan dahulu scope supplier apa yang akan diaudit. Supplier yang diaudit biasanya supplier yang memiliki critical point terhadap kualitas produk. Contohnya :
Selanjutnya setelah menentukan siapa saja yang akan dilakukan audit, baru menentukan jadwal auditnya.
Implementasi jadwal audit bisa dilakukan setiap :
Biasanya kegiatan ini dibentuk sesuai dengan program supplier program competition atau supplier development.
3. Setelah Melakukan Evaluasi Supplier
Audit supplier bisa diterapkan juga setelah organisasi melakukan evaluasi supplier. Ketika evaluasi supplier ditemukan supplier yang dinilai kurang baik, maka bisa dilanjutkan ke proses audit supplier sebagai salah satu program untuk supplier quality management system development (8.4.2.3, IATF 16949:2016).
Audit dilakukan fokus ke area yang dinilai kurang baik sebagai tindakan follow up dari hasil evaluasi yang sudah dilakukan.
***
Info lebih lanjut hubungi:
WA/Telp: 0821-2121-9252
Email: info@sentralsistem.com
Instagram: @sentral.sistem
Linkedln: Sentral Sistem Consulting
Facebook: Sentral Sistem Consulting
What did you think of this post?