Penulis: Tri Amdani Kumbasari, S.KM

Dunia kerja sering dikaitkan dengan kasus insiden dan angka kecelakaan kerja. Sebagai indikator keberhasilan penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), zero accident sering kali ditetapkan sebagai target K3 di perusahaan. Namun, bagaimana agar target tersebut dapat tercapai?
Penting bagi perusahaan untuk memahami bagaimana insiden dapat terjadi. Insiden tidak serta merta terjadi begitu saja, insiden dapat diprediksi kapan terjadinya. Seperti bola salju, insiden dapat terjadi akibat perilaku berisiko yang sering diabaikan. Dalam Teori Domino dijelaskan bahwa accident dapat terjadi akibat beberapa faktor, di antaranya:

Gambar 1. Teori Domino
Apabila penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di perusahaan sudah baik, perusahaan sudah menyediakan dokumen kerja, kebijakan, fasilitas, serta perlengkapan K3, namun masih terdapat kecelakaan kerja, maka yang perlu ditingkatkan adalah penerapan pengawasan K3 oleh manajemen. Fungsi manajemen adalah memastikan bahwa pekerja dapat menerapkan K3 di perusahaan dengan baik. Manajemen dapat melakukan penjadwalan untuk melakukan pengawasan K3 di lapangan. Pentingnya peran manajemen di lapangan akan lebih didengar dan diperhatikan oleh pekerja, sehingga dapat meningkatkan kepedulian pekerja dalam berperilaku aman.
Sebagai contoh, ketika terdapat pekerjaan risiko tinggi seperti pengelasan pada mesin produksi, HSE telah menerbitkan izin kerja dan JSA, pengecekan peralatan kerja sudah dilakukan, dan standar Alat Pelindung Diri (APD) telah ditetapkan, namun tidak ada pengawasan K3 terhadap pekerja saat melakukan pekerjaan pengelasan. Hal ini dapat menyebabkan perilaku tidak aman yang dapat dilakukan oleh pekerja, seperti APD yang dipakai tidak sesuai dengan standar dengan alasan tidak nyaman. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya insiden.
Pengawasan K3 dapat dilakukan sebelum dan saat pekerjaan berlangsung untuk memastikan pekerjaan dijalankan sesuai dengan rencana dan potensi bahaya telah dikendalikan. Di sinilah peran penting manajemen untuk memastikan tidak adanya kelalaian sistem dalam bekerja. Pengawasan K3 tidak perlu dilakukan saat pekerjaan dimulai sampai pekerjaan selesai. Pengawasan K3 oleh manajemen dapat dilakukan dengan mengingatkan akan pentingnya bahaya dan risiko K3 dalam bekerja.
Dengan begitu, diharapkan pekerja dapat lebih peduli terhadap bahaya yang ada di area kerja masing-masing dan melakukan pengendalian yang sesuai dengan potensi bahaya yang ada. Penting bagi manajemen untuk memberikan motivasi kerja atau pujian kepada pekerja, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan pekerja terhadap perusahaan.
***
Bila ada pertanyaan seputar implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L), Identifikasi Bahaya Risiko, Aspek Dampak Lingkungan dalam Penerapan Sistem Manajemen K3L, Penetapan Potensi Bahaya Besar dan Menengah di Perusahaan, Audit Risiko dan Kinerja K3L, Membangun Perilaku K3, Safety Maturity, Audit Risiko dan Kinerja Lingkungan, Sistem Informasi Elektronik Lingkungan Hidup (SIMPEL), yuk langsung hubungi Marketing Sentral Sistem Consulting!
WA/Telp: 0821-2121-9252 (Marketing) | Email: marketing@sentralsistem.com
Instagram: @sentral.sistem | LinkedIn: Sentral Sistem Consulting | Facebook: Sentral Sistem Consulting
What did you think of this post?