Butuh bantuan? Chat dengan kami via WhatsApp
whatsapp-logo

Upaya Kesehatan Kerja yang Terintegrasi dengan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Penulis: Sya'bani Abdullah Amir, S.Pi., M.Si.

Pemerintah Republik Indonesia telah mengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan. Salah satu perubahan yang signifikan adalah terkait dengan kesehatan kerja. Dalam Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009, secara prinsip kesehatan kerja telah menjadi perhatian yang dijelaskan dalam BAB XII Pasal 164, 165, dan 166.

Penjelasan UU No. 36 Tahun 2009

Dalam Pasal 164 Ayat 6, dijelaskan bahwa "Pengelola tempat kerja wajib menaati standar Kesehatan Kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dan menjamin lingkungan kerja yang sehat serta bertanggung jawab atas terjadinya kecelakaan kerja." Dalam Pasal 165 ayat (1) juga menjelaskan bahwa "Pengelola tempat kerja wajib melakukan segala bentuk upaya kesehatan melalui upaya pencegahan, peningkatan, pengobatan, dan pemulihan bagi tenaga kerja."

Dilihat dari Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009, terdapat bentuk Upaya Kesehatan Kerja yang diwajibkan untuk pengelola tempat kerja, yaitu upaya pencegahan, peningkatan, pengobatan, dan pemulihan bagi tenaga kerja. Kedua ayat yang dijelaskan di atas secara prinsip juga dijelaskan kembali dalam Undang-Undang No. 17 Tahun 2023, yang disampaikan dalam Pasal 99 Ayat (6) dan Pasal 100 Ayat (1).

Penjelasan UU No. 17 Tahun 2023

Pembeda antara Undang-Undang No. 17 Tahun 2023 dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 adalah penekanan pada "Pelaksanaan Upaya Kesehatan Kerja yang terintegrasi dengan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja," sebagaimana dijelaskan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Pasal 98 Ayat (1). Hal ini perlu menjadi perhatian bagi pengurus dan pengelola tempat kerja bahwa secara tidak langsung terdapat tanggung jawab bagi semua pengurus dan pengelola tempat kerja untuk menerapkan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja di tempat kerja mereka.

Upaya Kesehatan Kerja yang dilakukan adalah dengan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan dalam menjalani perilaku hidup sehat serta mencegah terjadinya penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja. Para pemberi kerja diwajibkan memberikan pelatihan terkait kesehatan kerja kepada seluruh pekerja dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan mereka terkait kesehatan kerja.

Perusahaan juga harus mempertimbangkan aspek Kesehatan Kerja dalam setiap elemen sistemnya, dengan memperhatikan faktor-faktor manusia, metode, material, mesin, dan environmental (4M1E). Perusahaan menyiapkan pekerja yang kompeten dan sadar akan pentingnya Kesehatan Kerja. Perusahaan mempertimbangkan metode dalam prosedur atau instruksi kerja yang aman untuk kesehatan pekerja. Perusahaan menggunakan material yang aman untuk kesehatan kerja. Perusahaan menggunakan mesin yang tidak berpengaruh buruk terhadap kesehatan pekerja. Perusahaan memberikan lingkungan kerja yang baik untuk kesehatan pekerja.

 


News
News

iso-pas-45007-2026-panduan-k3-risiko-perubahan-iklim

ISO/PAS 45007:2026: Panduan K3 Menghadapi Risiko Perubahan Iklim

Selama ini, banyak organisasi memperlakukan kejadian terkait iklim banjir, gelombang panas, kabut asap kebakaran hutan sebagai gangguan operasional yang bersifat sesekali, dicatat sebagai risiko berdampak besar namun register risiko perusahaan masih rendah. Cara pandang tersebut kini tidak lagi memadai. Frekuensi dan intensitas kejadian iklim ekstrem yang terus meningkat menuntut organisasi mengubah pendekatannya: dari sekadar merespons ketika masalah terjadi, menjadi merancang sistem kerja yang secara sistematis memperhitungkan faktor iklim sejak awal. Di titik inilah ISO/PAS 45007:2026 hadir sebagai panduan yang membantu organisasi menyusun pendekatan yang lebih terstruktur dalam menghadapi risiko tersebut.   Memahami ISO/PAS 45007:2026 ISO/PAS 45007:2026 adalah dokumen panduan berstatus Publicly Available Specification (PAS), bukan persyaratan (requirements) yang dijadikan kriteria audit sertifikasi pihak ketiga. Berbeda dengan ISO 45001, ISO/PAS 45007:2026 tidak dapat disertifikasi.  Dokumen ini dikembangkan oleh komite teknis K3 internasional, bekerja sama dengan komite teknis manajemen lingkungan mengingat topiknya menyangkut dua bidang sekaligus: keselamatan kerja dan perubahan iklim.  Standar ini memberikan panduan bagi organisasi dalam merencanakan dan menangani risiko keselamatan dan kesehatan kerja yang timbul akibat perubahan iklim, mencakup tiga kategori utama: risiko yang muncul dari perubahan iklim itu sendiri seperti gelombang panas, banjir, dan penurunan kualitas udara; risiko dari upaya adaptasi organisasi, seperti perubahan proses kerja atau relokasi fasilitas; serta risiko dari tindakan mitigasi, seperti penerapan teknologi rendah karbon atau infrastruktur energi terbarukan baru. Standar ini turut mengidentifikasi peluang perbaikan keselamatan kerja yang dapat muncul dari langkah-langkah adaptasi dan mitigasi tersebut. Salah satu poin penting ISO/PAS 45007:2026 adalah fleksibilitasnya. Dokumen ini dapat digunakan oleh organisasi dengan atau tanpa sistem manajemen K3 ISO 45001. Bagi organisasi yang telah menerapkan ISO 45001, panduan ini selaras dengan pendekatan siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA), sehingga dapat diintegrasikan secara langsung ke dalam proses identifikasi bahaya dan pengendalian risiko yang sudah berjalan.   Mengapa Standar Ini Menjadi Penting Dampak perubahan iklim terhadap keselamatan kerja seringkali luput dari perhatian karena sifatnya yang bertahap dan tersebar di berbagai sektor. Pekerja lapangan yang terpapar panas berkepanjangan, pekerja konstruksi yang menghadapi cuaca ekstrem tak terduga, hingga pekerja di fasilitas yang terdampak banjir semuanya menghadapi risiko nyata yang jarang dikelola secara terstruktur dalam sistem manajemen K3 konvensional. Selain itu, ISO/PAS 45007:2026 juga menyoroti risiko yang muncul justru dari langkah-langkah yang diambil organisasi untuk merespons perubahan iklim. Relokasi fasilitas produksi, penerapan teknologi rendah karbon, hingga instalasi infrastruktur energi terbarukan seperti penyimpanan hidrogen, seluruhnya berpotensi menghadirkan bahaya kerja baru yang belum tentu telah diantisipasi dalam prosedur keselamatan yang ada.   Baca juga artikel lainnya: Transformasi Regulasi P2K3: Pencabutan Permenaker No. 4 Tahun 1987 dan Pemberlakuan Permenaker No. 13 Tahun 2025 Menciptakan Budaya Keselamatan Kerja dengan Komunikasi K3 Pentingnya Pengawasan K3 dalam Bekerja   Kerangka Penerapan yang Ditawarkan ISO/PAS 45007:2026 memberikan pendekatan berbasis risiko yang mengadaptasi konsep-konsep ilmu iklim ke dalam konteks identifikasi, penilaian, dan pengendalian risiko K3. Secara garis besar, kerangka ini mencakup: penilaian eksposur organisasi terhadap bahaya iklim spesifik sesuai lokasi dan jenis operasionalnya; identifikasi risiko turunan dari langkah adaptasi maupun mitigasi yang diambil organisasi; penerapan langkah pengendalian yang sifatnya berkelanjutan, bukan sekadar respons darurat sesaat; serta menjadikan upaya adaptasi dan mitigasi iklim ini sebagai kesempatan untuk sekaligus memperkuat efisiensi, inovasi, dan kesejahteraan pekerja secara keseluruhan.   Relevansi bagi Organisasi di Indonesia Sebagai negara kepulauan tropis yang menghadapi risiko iklim tinggi mulai dari gelombang panas, banjir, hingga kualitas udara yang memburuk akibat kebakaran lahan organisasi di Indonesia berada pada posisi yang sangat relevan untuk mengadopsi panduan ini lebih awal. Bagi sektor dengan aktivitas kerja lapangan intensif, seperti konstruksi, pertanian, dan distribusi alat berat, kesiapsiagaan terhadap risiko iklim bukan lagi sekadar wacana keberlanjutan, melainkan kebutuhan operasional yang mendesak. ISO/PAS 45007:2026 menunjukkan bahwa cara pandang dunia industri terhadap keselamatan kerja mulai berubah dari sekadar menangani bahaya yang sudah dikenal, menjadi lebih siap menghadapi risiko baru yang terus berkembang seiring perubahan iklim. Organisasi yang mengintegrasikan panduan ini sejak dini akan memiliki posisi yang lebih kuat, baik dalam melindungi pekerjanya maupun dalam menjaga keberlangsungan operasionalnya di tengah dunia yang kondisi iklimnya semakin sulit diprediksi. Ingin memulai integrasi ISO/PAS 45007:2026 ke dalam sistem manajemen K3 organisasi Anda? Tim Sentral Sistem Consulting siap membantu dari asesmen risiko iklim, penyusunan panduan pengendalian, hingga integrasi dengan ISO 45001 yang sudah berjalan. There is Always Room For Improvement Divisi Environmental Improvement yang siap melayani Anda untuk memberikan konsultasi lingkungan dan membantu Penyusunan Dokumen AMDAL, UKL-UPL, SPPLH, SIMPEL, Program Safe and Save (Program Improvement Lingkungan untuk Safe untuk lingkungan dan Save dari pengeluaran biaya lingkungan), membantu Anda untuk Audit Proper Lingkungan.  Info lebih lanjut, silahkan langsung menghubungi: Marketing Sentral Sustainability Consulting Hotline: 0821 2121 9252 Email: info@sentralsistem.com Intragram : @sentralsustainability  Facebook: Sentral Sistem Consulting  Linkedln: Sentral Sistem Consulting  Youtube: @SentralSistem

persiapan-transisi-iso-9001-2026-gap-analysis-action-plan

Persiapan Transisi ISO 9001:2026: Gap Analysis & Action Plan | Sentral Sistem

Apa saja yang harus disiapkan menuju ISO 9001:2026? Persiapan yang baik dalam menghadapi ISO 9001:2026 merupakan langkah strategis bagi organisasi untuk memastikan sistem manajemen mutu tetap relevan, efektif, dan sesuai dengan perkembangan lingkungan bisnis. Revisi standar ini diperkirakan akan semakin menekankan aspek manajemen risiko, pemanfaatan teknologi digital, keberlanjutan, serta kemampuan organisasi dalam beradaptasi terhadap perubahan yang cepat. Dengan melakukan persiapan sejak dini, perusahaan memiliki waktu yang cukup untuk memahami perubahan persyaratan, melakukan analisis kesenjangan (gap analysis), serta menyusun rencana implementasi yang terstruktur. Persiapan yang matang juga membantu organisasi mengurangi risiko ketidaksesuaian saat audit sertifikasi maupun audit pengawasan. Selain itu, keterlibatan top management dan seluruh fungsi terkait menjadi faktor penting dalam memastikan transisi berjalan efektif. Pelatihan, peningkatan kompetensi karyawan, serta peninjauan ulang proses bisnis perlu dilakukan agar seluruh pihak memahami arah perubahan standar yang akan diterapkan. Jadi, apa saja yang harus dipersiapkan oleh organisasi dalam implementasinya? Ketika organisasi telah menerapkan ISO 9001:2015, proses implementasi menuju standar ISO 9001:2026 akan menjadi lebih mudah. Tentunya, tidak akan terlalu banyak hal yang harus dipersiapkan. Hal yang perlu dipersiapkan adalah mempelajari Draft International Standard (DIS) dan Final Draft International Standard (FDIS) sambil menunggu penerbitan resmi ISO 9001:2026. Dengan mempelajari draft tersebut, organisasi dapat melakukan gap analysis terhadap perubahan apa saja yang telah diimplementasikan pada ISO 9001:2015 dibandingkan dengan ISO 9001:2026. Bandingkan sistem ISO 9001:2015 Anda dengan isu-isu yang kemungkinan akan diperkuat pada ISO 9001:2026, seperti: Risk-based thinking yang lebih strategis Integrasi sustainability dan climate change Digitalisasi proses dan data governance Manajemen perubahan (change management) Supply chain resilience Output yang harus ada: Hasil dan kesimpulan gap analysis Risk assessment terkait perubahan standar Action plan transisi Dari beberapa poin tersebut, organisasi dapat melakukan perbaikan terlebih dahulu sambil menunggu Final Draft International Standard (FDIS) ISO 9001:2026. Setelah mengetahui kesenjangan terhadap standar mutu yang baru, organisasi dapat bersiap untuk menambahkan requirement atau persyaratan ISO 9001:2026 sehingga ketika standar baru dirilis pada September 2026, organisasi telah siap mengikuti perubahan tersebut. Kapan Sebaiknya Organisasi Melakukan Update ke ISO 9001:2026? Secara umum, semakin cepat organisasi melakukan transisi ke ISO 9001:2026, semakin baik proses implementasinya. Hal ini karena setelah organisasi menerapkan standar yang baru, setiap surveillance audit tahunan dapat menjadi kesempatan untuk terus menyempurnakan penerapan ISO 9001:2026. Namun, ISO telah menetapkan masa transisi selama ±3 tahun, atau hingga September 2029. Berdasarkan timeline matriks implementasi ISO 9001:2026, implementasinya adalah sebagai berikut: Kesimpulan Perubahan dari ISO 9001:2015 menuju ISO 9001:2026 bukan sekadar pembaruan dokumen, tetapi juga kesempatan bagi organisasi untuk meningkatkan efektivitas sistem manajemen mutu. Dengan melakukan persiapan sejak awal, organisasi dapat mengidentifikasi kesenjangan, menyusun strategi implementasi, serta memastikan seluruh proses tetap selaras dengan perkembangan standar internasional. Meskipun masa transisi masih tersedia hingga 2029, persiapan yang dilakukan lebih awal akan memberikan waktu yang lebih cukup untuk melakukan penyesuaian, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta menyempurnakan sistem secara berkelanjutan. Dengan demikian, organisasi tidak hanya siap memenuhi persyaratan ISO 9001:2026, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing dan kinerja bisnis secara berkelanjutan. There is Always Room For Improvement Divisi Quality Sentral Sistem Consulting siap melayani Anda untuk memberikan konsultasi Quality Improvement System untuk industri otomotif (IATF 16949:2016) atau Quality Management System yang digunakan untuk berbagai organisasi dan membantu melayani Sertifikasi \& Pelatihan ISO, antara lain ISO 9001, ISO 14064, ISO 14001, ISO 45001, ISO 37001, ISO 27001, ISO 50001, ISO 37301. Info lebih lanjut, silahkan langsung menghubungi: Marketing Sentral Sistem Consulting Hotline: 0821 2121 9252 Email: info@sentralsistem.com Intragram : @sentralsistem  Facebook: Sentral Sistem Consulting  Linkedln: Sentral Sistem Consulting  Youtube: @SentralSistem

mobile-erp-standar-bisnis-modern-tidak-terikat-meja-kerja

Mobile ERP: Kelola Bisnis dari Mana Saja, Kapan Saja | Sentral Sistem

Bayangkan seorang manajer operasional yang sedang dalam perjalanan dinas ke Surabaya. Di dalam taksi menuju bandara, ia menerima notifikasi: stok bahan baku di gudang Jakarta hampir habis. Lima tahun lalu, ia harus terburu-buru menelepon tim, menunggu laporan dikirim via email, lalu membuat keputusan dengan informasi yang tidak lengkap. Hari ini? Ia membuka aplikasi di smartphone-nya, melihat data stok secara real-time, menyetujui purchase order, dan mengirimkan notifikasi ke tim logistik semua dalam waktu kurang dari tiga menit, sebelum pesawatnya lepas landas. Inilah realitas Mobile ERP: sistem manajemen bisnis yang kini dapat diakses kapan saja, di mana saja, dari perangkat apa pun. Mobile ERP adalah versi Enterprise Resource Planning yang dioptimalkan untuk perangkat mobile smartphone dan tablet. Ini bukan sekadar tampilan website yang diperkecil layarnya, melainkan aplikasi yang dirancang khusus untuk pengalaman pengguna di layar sentuh, dengan fitur-fitur yang disesuaikan untuk pengambilan keputusan cepat di lapangan. Berbeda dengan ERP tradisional yang mengikat pengguna pada komputer desktop di kantor, Mobile ERP memutus keterbatasan fisik tersebut. Data mengalir mengikuti ke mana pengguna berada bukan sebaliknya. Baca Juga: Peran ERP Real-Time dalam Pengambilan Keputusan Bisnis yang Cepat dan Akurat   Mengapa Mobile ERP Menjadi Kebutuhan, Bukan Sekadar Tren? 1. Dunia Kerja Telah Berubah Secara Fundamental Pandemi COVID-19 mempercepat transformasi cara kerja yang sesungguhnya sudah lama berjalan. Remote work, tim yang tersebar di berbagai kota, dan model kerja hybrid kini bukan lagi pengecualian melainkan norma baru. Sistem ERP yang mengharuskan karyawan duduk di depan komputer kantor telah menjadi hambatan nyata bagi produktivitas dan kelincahan bisnis. Berbagai survei industri menunjukkan bahwa lebih dari 60% keputusan bisnis operasional kini diambil di luar ruang kantor formal di lapangan, dalam perjalanan, atau dari rumah. 2. Kecepatan Respons adalah Keunggulan Kompetitif Di era bisnis yang bergerak secepat sekarang, keterlambatan informasi setara dengan kehilangan peluang. Mobile ERP memungkinkan: Approval real-time — Dokumen pembelian, pengeluaran, atau kontrak dapat disetujui dalam hitungan menit, bukan hari. Monitoring langsung — Manajer dapat memantau KPI tim, status produksi, atau pergerakan stok kapan saja dan dari mana saja. Respons krisis yang cepat — Masalah di lini produksi atau distribusi dapat ditangani segera sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar. 3. Tenaga Kerja Generasi Baru Menuntutnya Generasi Millennial dan Gen Z yang kini mendominasi angkatan kerja tumbuh dengan smartphone sebagai alat utama dalam kehidupan sehari-hari. Mereka mengharapkan alat kerja yang intuitif, seamless, dan mobile-first**. ERP yang rumit dan hanya dapat diakses melalui desktop terasa seperti sistem dari era yang sudah lewat.   Fitur Unggulan Mobile ERP Modern Dashboard Eksekutif AdaptifTampilan yang menyesuaikan diri dengan ukuran layar secara otomatis, menyajikan metrik paling krusial di bagian atas pendapatan hari ini, status order mendesak, alert stok, dan performa tim secara ringkas namun komprehensif. Approval Workflow Berbasis NotifikasiSistem mengirimkan push notification ketika ada item yang memerlukan persetujuan. Manajer dapat menyetujui atau menolak langsung dari notifikasi, tanpa perlu membuka aplikasi secara penuh. Input Data OfflineKoneksi internet tidak selalu tersedia terutama di gudang, lokasi konstruksi, atau daerah terpencil. Mobile ERP modern menyimpan data secara lokal dan menyinkronkannya secara otomatis begitu koneksi kembali tersedia. Scan Barcode & QR CodePetugas gudang dapat memperbarui data inventaris hanya dengan memindai kode produk menggunakan kamera smartphone tanpa memerlukan terminal khusus atau perangkat terpisah. Integrasi dengan AI dan AnalitikERP mobile terkini dilengkapi asisten AI yang dapat menjawab pertanyaan bisnis dalam bahasa natural. Cukup ketik: "Berapa total penjualan cabang Bandung bulan ini?"  dan sistem langsung menampilkan jawabannya secara akurat.   Mobile ERP di Indonesia: Peluang yang Terlalu Besar untuk Diabaikan Indonesia memiliki konteks yang unik dan membuat Mobile ERP sangat relevan untuk diadopsi: Geografi kepulauan — Bisnis yang beroperasi di berbagai pulau sangat terbantu oleh visibilitas terpusat yang dapat diakses melalui perangkat mobile. Penetrasi smartphone yang tinggi — Lebih dari 167 juta pengguna smartphone di Indonesia pada 2025, infrastruktur adopsi teknologi sudah tersedia secara luas. UMKM yang berkembang pesat — Model SaaS berbasis cloud membuat teknologi ERP tingkat enterprise kini terjangkau bahkan bagi usaha skala menengah. Ekonomi digital yang terus tumbuh — Integrasi dengan platform e-commerce, marketplace, dan layanan pembayaran digital semakin mudah dan terjangkau. Rekomendasi Artikel Lainnya: Digitalisasi Bukan Hanya Tentang Software, Melainkan Tentang Metode Custom ERP vs Standard ERP, Apa Perbedaannya?   Kesimpulan Bisnis yang masih mengikat seluruh operasionalnya pada meja kerja fisik sedang berkompetisi dengan kedua kaki terikat. Sementara kompetitor mengambil keputusan dalam hitungan menit dari mana saja, mereka masih menunggu laporan pagi hari di kantor. Mobile ERP bukan tentang teknologi demi teknologi. Ini tentang memastikan bahwa orang yang paling dekat dengan masalah — manajer lapangan, kepala gudang, sales di luar kota memiliki informasi dan kewenangan untuk bertindak saat itu juga. Di tahun 2025, pertanyaannya bukan lagi: "Apakah bisnis kita perlu Mobile ERP?" Pertanyaan yang lebih tepat adalah: "Seberapa lama kita masih mampu bersaing tanpanya?" Ingin mengimplementasikan Mobile ERP yang tepat untuk skala dan kebutuhan bisnis Anda? Tim Sentral Sistem Consulting siap membantu dari asesmen kebutuhan, pemilihan sistem, hingga pendampingan implementasi penuh. There is Always Room for Improvement Kami membantu organisasi bertransformasi menuju kinerja yang lebih efektif, efisien, dan terukur. Melalui implementasi ERP, perancangan ulang proses bisnis (Business Re-Engineering), Business Process Management, hingga program Continuous Improvement yang berkelanjutan. kami memastikan setiap langkah perubahan menghasilkan nilai nyata bagi bisnis Anda. Info lebih lanjut, silahkan langsung menghubungi: Marketing Sentral Sistem Consulting Hotline: 0821 2121 9252 Email: info@sentralsistem.com Intragram : @sentralsistem  Facebook: Sentral Sistem Consulting  Linkedln: Sentral Sistem Consulting  Youtube: @SentralSistem

ergonomi-industri-4-0-5-0-human-centric-workplace-manufaktur

Ergonomi Industri 4.0 & 5.0: Human-Centric Workplace yang Produktif | Sentral Sistem

Perkembangan Industri 4.0 dan 5.0 membawa perubahan besar dalam cara manusia bekerja. Integrasi teknologi seperti robotika, otomatisasi, dan sistem digital telah meningkatkan efisiensi proses produksi. Namun, di sisi lain, perkembangan ini juga menuntut perhatian yang lebih besar terhadap aspek ergonomi serta interaksi antara manusia dan mesin. Konsep human-centric workplace menekankan bahwa sistem kerja harus dirancang dengan mempertimbangkan kemampuan, keterbatasan, dan kenyamanan manusia. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya produktif, tetapi juga aman, sehat, dan berkelanjutan.   Statistik Cedera Ergonomi di Industri Berbagai lembaga keselamatan kerja menunjukkan bahwa cedera akibat faktor ergonomi masih menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan kerja di sektor industri. Beberapa data yang menggambarkan kondisi tersebut antara lain: Cedera ergonomi menyumbang sekitar 33% dari seluruh kasus cedera kerja di Amerika Serikat menurut Bureau of Labor Statistics (BLS). Hampir 1 juta pekerja mengalami gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders atau MSDs) setiap tahun. Di sektor manufaktur, prevalensi MSDs mencapai sekitar 29% dari total pekerja. Di Kanada, sekitar 38% kasus cedera kerja berkaitan dengan gangguan muskuloskeletal. Setiap kasus gangguan muskuloskeletal menyebabkan rata-rata kehilangan hari kerja selama 12 hari. Data tersebut menunjukkan bahwa penerapan ergonomi bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan kerja, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap produktivitas, biaya operasional, dan keselamatan pekerja.   Contoh Penerapan Ergonomi di Industri Smelter dan Manufaktur Penerapan prinsip ergonomi pada industri berat, seperti smelter aluminium maupun manufaktur logam, dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan keselamatan dan produktivitas kerja. Beberapa contoh implementasinya meliputi: Perbaikan desain workstation operator furnace maupun area casting untuk mengurangi posisi kerja yang membungkuk. Penggunaan lifting aids atau alat bantu pengangkatan material guna mengurangi beban angkat secara manual. Penyesuaian tinggi meja kerja serta panel kontrol agar sesuai dengan postur operator. Implementasi collaborative robots (cobots) pada proses assembly untuk mengurangi pekerjaan yang bersifat repetitif. Pemanfaatan industrial exoskeleton guna membantu pekerjaan mengangkat beban maupun aktivitas di atas kepala (overhead work). Gambar 1. Alur hubungan Kesehatan metal sebagai peyebab kecelakaan kerja   Manfaat Implementasi Ergonomi Penerapan ergonomi yang baik memberikan berbagai manfaat bagi perusahaan maupun pekerja, di antaranya: Mengurangi risiko gangguan muskuloskeletal (MSDs). Meningkatkan produktivitas serta kualitas pekerjaan. Mengurangi kelelahan fisik pekerja. Mendukung implementasi konsep Industri 5.0 yang berfokus pada manusia (human-centric). Rekomendasi Artikel Lainnya: Prinsip Manajemen dan Jenis Analisis Risiko Keselamatan Kerja Perbedaan Ruang P3K dengan Klinik Perusahaan Referensi Bureau of Labor Statistics (BLS) – Occupational Injuries and Illnesses Data National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) – Musculoskeletal Disorders in Manufacturing International Labour Organization (ILO) – Workplace Stress and Ergonomics Occupational Safety and Health Administration (OSHA) – Ergonomics Guidelines There is Always Room For Improvement Divisi Environmental Improvement yang siap melayani Anda untuk memberikan konsultasi lingkungan dan membantu Penyusunan Dokumen AMDAL, UKL-UPL, SPPLH, SIMPEL, Program Safe and Save (Program Improvement Lingkungan untuk Safe untuk lingkungan dan Save dari pengeluaran biaya lingkungan), membantu Anda untuk Audit Proper Lingkungan.  Info lebih lanjut, silahkan langsung menghubungi: Marketing Sentral Sustainability Consulting Hotline: 0821 2121 9252 Email: info@sentralsistem.com Intragram : @sentralsustainability  Facebook: Sentral Sistem Consulting  Linkedln: Sentral Sistem Consulting  Youtube: @SentralSistem

kewajiban-pelatihan-mitra-bisnis-iso-37001-2025

Pelatihan Mitra Bisnis dalam ISO 37001:2025: Kewajiban & Panduannya | Sentral Sistem

Perubahan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP)  dalam ISO 37001:2025 menegaskan bahwa pencegahan penyuapan tidak hanya menjadi tanggung jawab internal organisasi, tetapi juga harus mencakup mitra bisnis seperti pemasok, kontraktor, konsultan, agen, dan pihak ketiga lainnya. Salah satu penguatan penting dalam versi 2025 adalah penekanan pada kompetensi, kesadaran, dan pelatihan, termasuk bagi mitra bisnis yang berisiko. Dalam praktik penyuapan, banyak kasus terjadi melalui pihak ketiga yang bertindak atas nama atau untuk kepentingan organisasi. Oleh karena itu, ISO 37001:2025 menuntut organisasi untuk memastikan bahwa mitra bisnis: Memahami kebijakan anti-penyuapan organisasi Mengetahui konsekuensi hukum dan sanksi atas penyuapan Memiliki kesadaran untuk menolak, melaporkan, dan mencegah praktik penyuapan (Pelaporan Gratifikasi dan Pelaporan WBS / whistleblowing system). Pelatihan menjadi instrumen utama untuk membangun pemahaman dan kesadaran tersebut secara sistematis. ISO 37001:2025 mengharuskan organisasi menetapkan klausul pelatihan dalam hubungan dengan mitra bisnis, yang dapat dituangkan dalam: Kontrak kerja sama Perjanjian vendor atau supplier Kode etik mitra bisnis (Business Partner Code of Conduct) Pelatihan dapat dilakukan dalam bentuk: Pelatihan tatap muka Pelatihan daring (e-learning) Sosialisasi kebijakan dan pakta integritas Refreshment training secara berkala Materi minimal mencakup: Definisi dan contoh penyuapan Kebijakan anti-penyuapan organisasi Larangan gratifikasi, pelaporan gratifikasi, dan konflik kepentingan Mekanisme pelaporan WBS (whistleblowing) Sanksi atas pelanggaran Baca juga: Perubahan Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001:2016 Menjadi ISO 37001:2025 Kesimpulan ISO 37001:2025 menempatkan pelatihan mitra bisnis bukan sebagai formalitas, melainkan sebagai komponen strategis dalam sistem pencegahan penyuapan yang efektif. Organisasi yang serius dalam menerapkan SMAP harus memastikan bahwa komitmen anti-penyuapan tidak berhenti di pintu masuk kantor, tetapi mengalir ke seluruh ekosistem bisnis termasuk pihak-pihak ketiga yang bertindak atas namanya. Dengan pelatihan yang terstruktur, terdokumentasi, dan dilaksanakan secara berkala, organisasi tidak hanya memenuhi persyaratan standar, tetapi juga membangun budaya integritas yang mengakar di seluruh rantai nilai bisnisnya. Ingin merancang program pelatihan mitra bisnis yang sesuai dengan persyaratan ISO 37001:2025? Tim Sentral Sistem Consulting siap membantu mulai dari penyusunan Business Partner Code of Conduct, desain pelatihan, hingga pendampingan sertifikasi SMAP. There is Always Room For Improvement Divisi Quality Sentral Sistem Consulting siap melayani Anda untuk memberikan konsultasi Quality Improvement System untuk industri otomotif (IATF 16949:2016) atau Quality Management System yang digunakan untuk berbagai organisasi dan membantu melayani Sertifikasi \& Pelatihan ISO, antara lain ISO 9001, ISO 14064, ISO 14001, ISO 45001, ISO 37001, ISO 27001, ISO 50001, ISO 37301. Info lebih lanjut, silahkan langsung menghubungi: Marketing Sentral Sistem Consulting Hotline: 0821 2121 9252 Email: info@sentralsistem.com Intragram : @sentralsistem  Facebook: Sentral Sistem Consulting  Linkedln: Sentral Sistem Consulting  Youtube: @SentralSistem