Penulis: Tri Amdani Kumbasari, S.KM
Selama ini, banyak organisasi memperlakukan kejadian terkait iklim banjir, gelombang panas, kabut asap kebakaran hutan sebagai gangguan operasional yang bersifat sesekali, dicatat sebagai risiko berdampak besar namun register risiko perusahaan masih rendah. Cara pandang tersebut kini tidak lagi memadai. Frekuensi dan intensitas kejadian iklim ekstrem yang terus meningkat menuntut organisasi mengubah pendekatannya: dari sekadar merespons ketika masalah terjadi, menjadi merancang sistem kerja yang secara sistematis memperhitungkan faktor iklim sejak awal. Di titik inilah ISO/PAS 45007:2026 hadir sebagai panduan yang membantu organisasi menyusun pendekatan yang lebih terstruktur dalam menghadapi risiko tersebut.
Memahami ISO/PAS 45007:2026
ISO/PAS 45007:2026 adalah dokumen panduan berstatus Publicly Available Specification (PAS), bukan persyaratan (requirements) yang dijadikan kriteria audit sertifikasi pihak ketiga. Berbeda dengan ISO 45001, ISO/PAS 45007:2026 tidak dapat disertifikasi. Dokumen ini dikembangkan oleh komite teknis K3 internasional, bekerja sama dengan komite teknis manajemen lingkungan mengingat topiknya menyangkut dua bidang sekaligus: keselamatan kerja dan perubahan iklim.
Standar ini memberikan panduan bagi organisasi dalam merencanakan dan menangani risiko keselamatan dan kesehatan kerja yang timbul akibat perubahan iklim, mencakup tiga kategori utama: risiko yang muncul dari perubahan iklim itu sendiri seperti gelombang panas, banjir, dan penurunan kualitas udara; risiko dari upaya adaptasi organisasi, seperti perubahan proses kerja atau relokasi fasilitas; serta risiko dari tindakan mitigasi, seperti penerapan teknologi rendah karbon atau infrastruktur energi terbarukan baru. Standar ini turut mengidentifikasi peluang perbaikan keselamatan kerja yang dapat muncul dari langkah-langkah adaptasi dan mitigasi tersebut.
Salah satu poin penting ISO/PAS 45007:2026 adalah fleksibilitasnya. Dokumen ini dapat digunakan oleh organisasi dengan atau tanpa sistem manajemen K3 ISO 45001. Bagi organisasi yang telah menerapkan ISO 45001, panduan ini selaras dengan pendekatan siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA), sehingga dapat diintegrasikan secara langsung ke dalam proses identifikasi bahaya dan pengendalian risiko yang sudah berjalan.
Mengapa Standar Ini Menjadi Penting
Dampak perubahan iklim terhadap keselamatan kerja seringkali luput dari perhatian karena sifatnya yang bertahap dan tersebar di berbagai sektor. Pekerja lapangan yang terpapar panas berkepanjangan, pekerja konstruksi yang menghadapi cuaca ekstrem tak terduga, hingga pekerja di fasilitas yang terdampak banjir semuanya menghadapi risiko nyata yang jarang dikelola secara terstruktur dalam sistem manajemen K3 konvensional.
Selain itu, ISO/PAS 45007:2026 juga menyoroti risiko yang muncul justru dari langkah-langkah yang diambil organisasi untuk merespons perubahan iklim. Relokasi fasilitas produksi, penerapan teknologi rendah karbon, hingga instalasi infrastruktur energi terbarukan seperti penyimpanan hidrogen, seluruhnya berpotensi menghadirkan bahaya kerja baru yang belum tentu telah diantisipasi dalam prosedur keselamatan yang ada.
Baca juga artikel lainnya:
Kerangka Penerapan yang Ditawarkan
ISO/PAS 45007:2026 memberikan pendekatan berbasis risiko yang mengadaptasi konsep-konsep ilmu iklim ke dalam konteks identifikasi, penilaian, dan pengendalian risiko K3. Secara garis besar, kerangka ini mencakup: penilaian eksposur organisasi terhadap bahaya iklim spesifik sesuai lokasi dan jenis operasionalnya; identifikasi risiko turunan dari langkah adaptasi maupun mitigasi yang diambil organisasi; penerapan langkah pengendalian yang sifatnya berkelanjutan, bukan sekadar respons darurat sesaat; serta menjadikan upaya adaptasi dan mitigasi iklim ini sebagai kesempatan untuk sekaligus memperkuat efisiensi, inovasi, dan kesejahteraan pekerja secara keseluruhan.
Relevansi bagi Organisasi di Indonesia
Sebagai negara kepulauan tropis yang menghadapi risiko iklim tinggi mulai dari gelombang panas, banjir, hingga kualitas udara yang memburuk akibat kebakaran lahan organisasi di Indonesia berada pada posisi yang sangat relevan untuk mengadopsi panduan ini lebih awal. Bagi sektor dengan aktivitas kerja lapangan intensif, seperti konstruksi, pertanian, dan distribusi alat berat, kesiapsiagaan terhadap risiko iklim bukan lagi sekadar wacana keberlanjutan, melainkan kebutuhan operasional yang mendesak.
ISO/PAS 45007:2026 menunjukkan bahwa cara pandang dunia industri terhadap keselamatan kerja mulai berubah dari sekadar menangani bahaya yang sudah dikenal, menjadi lebih siap menghadapi risiko baru yang terus berkembang seiring perubahan iklim. Organisasi yang mengintegrasikan panduan ini sejak dini akan memiliki posisi yang lebih kuat, baik dalam melindungi pekerjanya maupun dalam menjaga keberlangsungan operasionalnya di tengah dunia yang kondisi iklimnya semakin sulit diprediksi.
Ingin memulai integrasi ISO/PAS 45007:2026 ke dalam sistem manajemen K3 organisasi Anda? Tim Sentral Sistem Consulting siap membantu dari asesmen risiko iklim, penyusunan panduan pengendalian, hingga integrasi dengan ISO 45001 yang sudah berjalan.
There is Always Room For Improvement
Divisi Environmental Improvement yang siap melayani Anda untuk memberikan konsultasi lingkungan dan membantu Penyusunan Dokumen AMDAL, UKL-UPL, SPPLH, SIMPEL, Program Safe and Save (Program Improvement Lingkungan untuk Safe untuk lingkungan dan Save dari pengeluaran biaya lingkungan), membantu Anda untuk Audit Proper Lingkungan.
Info lebih lanjut, silahkan langsung menghubungi:
Marketing Sentral Sustainability Consulting
What did you think of this post?