Penulis: Lisdyanto, dipl.lng, dipl.wirt.lng
Pendekatan audit berbasis risiko dimulai dengan risk universe — dunia audit sebagai dasar dari rencana audit. Dalam pendekatan ini, tujuan utamanya adalah spesifik: fokus pada pengelolaan risiko dengan prioritas tertinggi dalam manajemen.
Banyak bagian yang bertanggung jawab dalam pengelolaan audit menganggap audit yang telah dilaksanakan berbasis risiko, namun rencana audit mereka umumnya dibangun berdasarkan pembagian departemen, fungsi, atau proses, bukan berdasarkan risiko yang ada.
Pendekatan audit berbasis risiko yang sesungguhnya dimulai dengan penilaian risiko utama yang dihadapi oleh manajemen puncak dan tujuan bisnisnya. Seluruh audit dirancang untuk mengatasi risiko-risiko tersebut dan memberikan wawasan serta umpan balik kepada pihak yang spesifik, yakni manajemen puncak.
Rencana audit berbasis risiko bergantung pada penetapan risk appetite (selera risiko) organisasi, penentuan risiko inheren yang dihadapi, serta fokus pada proses bisnis yang berisiko tinggi.
Perusahaan dapat memilih untuk menjalani penilaian risiko formal, idealnya setidaknya sekali setiap tahun. Banyak kerangka kerja manajemen risiko yang umum mengharuskan perusahaan untuk melakukan penilaian risiko secara berkala sebagai best practice.
Begitu identifikasi risiko dilakukan, evaluasi dilakukan untuk setiap item dan menghasilkan rencana mitigasi untuk setiap potensi paparan risiko. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengatasi area risiko tersebut.
Dalam menerapkan pendekatan audit berbasis risiko, organisasi berupaya memitigasi risiko utama dan menerapkan proses serta pengendalian manajemen risiko untuk melindungi bisnis dari risiko internal dan eksternal.
Di sisi lain, pendekatan audit berbasis kepatuhan didasarkan pada kriteria yang ketat dan dirancang untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan perusahaan terhadap kriteria tersebut.
Sementara itu, pendekatan audit berbasis risiko memungkinkan dilakukan audit yang tidak terkait langsung dengan tujuan kepatuhan apa pun, sedangkan audit kepatuhan hampir selalu dirancang untuk memenuhi persyaratan peraturan atau kepatuhan.
Artinya, audit kepatuhan cenderung memiliki cakupan pengujian dan prosedur yang lebih sempit dan spesifik.
Lalu, apa benefits dari Pendekatan berbasis Risiko di dalam (sebuah) Internal Audit?
Pendekatan audit berbasis risiko memungkinkan auditor internal merespons risiko perusahaan secara lebih tepat waktu dan memberikan wawasan serta umpan balik kepada manajemen puncak dalam membantu memecahkan masalah secara teratur.
Audit internal berbasis risiko — terkadang dikenal sebagai “RBIA” — menangani isu-isu yang menjadi perhatian utama manajemen senior dan pimpinan, sehingga memungkinkan perusahaan untuk mengatasi masalah terbesar mereka terlebih dahulu dan secara langsung.
Penggunaan metodologi audit berbasis risiko memungkinkan identifikasi risiko "baru" yang sebelumnya tidak diketahui dan bahkan dapat mengungkap "gap" atau deviasi yang terlewatkan oleh audit konvensional berbasis kepatuhan.
Rencana audit internal yang berakar pada praktik manajemen risiko memberikan fleksibilitas pada sumber daya audit dalam merancang proses dan aktivitas audit, dibandingkan dengan menentukan persyaratan dan ruang lingkup tertentu.
Pendekatan berbasis risiko memungkinkan tim audit untuk menyesuaikan aktivitas audit mereka agar sesuai dengan proses dan pengendalian yang mereka periksa.
***
Divisi Quality Sentral Sistem Consulting siap melayani Anda untuk memberikan konsultasi Quality Improvement System untuk industri otomotif (IATF 16949:2016) atau Quality Management System yang digunakan untuk berbagai organisasi dan membantu melayani Sertifikasi & Pelatihan ISO, antara lain ISO 9001, ISO ISO 14001, ISO 45001, ISO 37001, ISO 27001, ISO 50001.
Info lebih lanjut hubungi:
WA/Telp: 0821-2121-9252
Email: info@sentralsistem.com
Instagram: @sentral.sistem
Linkedln: Sentral Sistem Consulting
Facebook: Sentral Sistem Consulting
Baca lainnya:
Masalah Umum Dalam Internal Audit Dan Cara Mengatasinya Untuk Efektivitas Audit
Penerapan Internal Audit Versi ISO 9001:2015 Dan ISO 19001:2018
What did you think of this post?